AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Masa Kritis Berlalu


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Sebelum membaca jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis❤❤





~Malam harinya.


Sama seperti malam-malam sebelumnya, Reisya dengan sabar menemani Eza di ruang ICU. Reisya tak hanya sendiri, tetapi Reisya ditemani oleh Mama, Mama Eza dan Papa Eza. Biasanya Papa juga nemenin kita disini, tetapi karena Papa ada kerjaan dan gak bisa digantikan oleh orang lain makanya malam ini Papa harus ngehandle pekerjaan dikantor.


"Kamu mau makan apa Teh?" Tanya Papa Eza pada Reisya.


"Apa aja boleh Pa" Jawab Reisya.


"Yaudah Papa keluar bentar ya cari makanan untuk kalian" Kata Papa.


"Iya Pa, jangan lama yaa takutnya nanti Eza kenapa-kenapa" Ujar Mama Eza.


"Siap buk bos" Balas Papa Eza sambil berjalan menuju keluar ruangan.


Tak lama kemudian dokter kembali masuk untuk memeriksa Eza.


"Permisi" Ujar dokter.


"Silahkan dok" Kata Reisya.


"Bosan gak ni liat saya terus?" Tanya dokter sambil menyengir.


"Iya enggak lah dok" Jawab Reisya.


"Saya kirain kalian bakal bosan liat saya setiap 3 jam sekali" Kata dokter.


Sekarang Eza dalam pengawasan dokter dan perawat lainnya. Setiap 3 jam sekali dokter akan datang untuk memeriksa Eza.


"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya Mama Eza.

__ADS_1


"Jauh lebih membaik buk, terus berdoa agar semua akan baik-baik saja" Jawab dokter.


"Alhamdulillah Ya Allah" Kata kita berbarengan.


"Baik buk, saya permisi dulu. 3 jam lagi saya akan memeriksa perkembangan Mas Eza kembali" Ujar dokter tersebut.


"Terimakasih dok" Kata Mama Eza.


Reisya pun langsung duduk kembali di samping tempat tidur Eza.


"Sayang semangatt ya, aku tau kamu kuat. Disini ada aku, ada Mama aku, ada Mama kamu dan ada Papa kamu sayang. Kita sangat merindukan kamu. Cepat siuman ya sayang biar kita bisa nikah, hidup berdua, punya anak banyak. Itu kan mimpi kita selama ini? Ayo semangat sayang" Kata Reisya sambil menggenggam tangan kiri Eza.


Tak lama kemudian Reisya mengambil yasin dan langsung membacakan yasin disamping Eza.


"Ini ya Teh makanan buat kamu" Kata Papa Eza.


Karena Reisya sedang fokus membaca yasin, Reisya hanya merespon dengan mengangguk kepalanya dan kembali melanjutkan membaca yasin disebelah Eza.


Saat sedang membacakan yasin tangan Eza terus digenggam oleh Reisya. Reisya tak pernah melepas genggaman tangannya itu.


Saat Reisya sedang membacakan ayat terakhir, tiba-tiba tangan Eza mulai bergerak. Tetapi, Reisya tetap meneruskan membaca ayat terakhir terlebih dahulu.


"Shdaqaullahhul adzim"


Tangan Eza kembali bergerak dan Reisya yang melihat tangan Eza bergerak pun sangat merasa senang.


"Maaaa? Paaa?" Panggil Reisya.


"Kenapa Nak?" Tanya Mama.


"Kesini Ma, Pa. Liat iniii, tangan Eza bergerak" Ujar Reisya dengan nada sangat bahagia.


Mereka pun langsung berjalan menghampiri Eza.


"Sayang?" Panggil Reisya.


"Pa, cepat panggil dokter" Kata Mama Eza.


Papa Eza pun langsung berlari menuju ke ruangan dokter. Tak lama kemudian, dokter pun masuk dan memeriksa Eza.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Eza sudah melewati masa kritisnya" Ujar dokter.


"Ya Allah, aku percaya kuasa mu. Engkau maha segalanya, engkau maha penyembuh. Hanya kepada mu hamba meminta dan hanya kepada mu hamba berserah diri" Doa Reisya kepada Allah.


Seisi ruangan ini semuanya sangat merasa bahagia.


"Ini berkat doa kamu yang sangat tulus sayang" Kata Mama Eza.


"Iya Nak" Sambung Mama.


"Semua karena Allah Ma, Pa. Allah mendengar doa kita" Kata Reisya.


"Biarkan Eza istirahat dulu ya untuk pemulihan pasca kritis" Sambung dokter.


"Baik dok, Terimakasih" Ucap Reisya.


Dokter pun langsung keluar dari ruangan tempat Eza dirawat.


"Makasih perjuangannya sayang, perjuangan melawan masa kritis ini" Bisik Reisya pada Eza sambil mencium kening Eza.


Tak henti-hentinya Reisya terus berdoa dan meminta Eza cepat bisa siuman.


Reisya pun tak lupa memberi tau kabar bahagia ini kepada Shella sahabatnya.


"Hallo" Ucap Reisya.


"Hallo, kenapa Ca?" Tanya Shella khawatir.


"Alhamdulillah Shel, berkat doa kita semua Eza sudah melewati masa kritisnya" Jelas Reisya.


"Serius Ca?" Tanya Shella seolah tak percaya.


"Iya Shel" Jawab Reisya.


"Alhamdulillah, apa Eza sudah bisa berinteraksi dengan kalian?" Tanya Shella kembali.


"Eza baru melewati masa kritisnya Shel, tetapi Eza belum siuman. Kata dokter butuh waktu untuk Eza siuman. Bantu doa ya Shel agar Eza bisa jadi laki-laki ceria seperti yang kita kenal dulu" Kata Reisya.


"Iya Shel, aku pasti mendoakan Eza. Besok pagi aku bakal nemenin kamu di rumah sakit ya dan aku bakal masakin kamu dan keluarga Eza yang lain" Kata Shella.

__ADS_1


"Iya Shel, makasih yaa" Ujar Reisya.


"Yaudah Assalamualaikum" Ucap Shella sambil mematikan telfon.


__ADS_2