AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Kamu Kuat


__ADS_3

Happy reading❤❤


Sebelum membaca jangan lupa dilike episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis❤❤


Terimakasih untuk redears yang sudah setia membaca dan menunggu Novel ini up. Author ingin meminta maaf sudah sangat lama gak up karena author sakit dan harus istirahat untuk proses pemulihan. Dan sekarang author sudah kembali sehat sehingga bisa melanjutkan cerita ini. Terimakasih support dan dukungan dari kalian semua dan jangan lupa vote, like serta komen setiap episod Novel ini❤❤





~Beberapa hari kemudian.


Reisya dengan sabar menemani Eza yang terbaring lemah di ruang ICU. Berbondong-bondong keluarga dan kerabat datang untuk memberikan doa dan semangat untuk Eza. Eza sudah genap 5 hari di ruang ICU. Tetapi, di hari Ke-5 ini Eza jauh lebih membaik dari hari sebelumnya. Dari hari pertama Eza dirawat sampai hari Ke-4 tubuh Eza menolak selang makanan yang di masukkan oleh dokter. Tetapi, hari ini tubuh Eza menerima itu semua.


"Maaf Mbak, saya akan mencoba memasukkan selang makanan untuk Mas Eza" Kata dokter pada Reisya.


"Silahkan" Jawab Reisya singkat.


Dokter pun mulai memasukkan selang tersebut dan alhamdulillah tubuh Eza mulai menerimanya.


"Gimana dok?" Tanya Reisya.


"Alhamdulillah Mbak, berkat doa Mbak dan keluarga Mas Eza mulai menerima selang yang kami masukkan" Jawab dokter tersebut.


"Gimana kondisinya setelah berhasil memasukkan selang tersebut dok?" Tanya Reisya kembali.


"Untuk saat ini kondisi Mas Eza masih seperti kemarin Mbak, hanya saja sudah ada penerimaan selang yang kami masukkan sehingga kami bisa memberi Mas Eza nutrisi untuk menambah energi Mas Eza" Jelas dokter tersebut.


"Alhamdulillah, ini semua berkat doa kamu sayang" Kata Mama pada Reisya.


Mendengar jawaban dokter, Reisya langsung menghubungi keluarga Eza untuk memberi tau kabar gembira ini.


"Hallo Ma" Kata Reisya.


"Hallo, kenapa Teh?" Tanya Mama Eza khawatir.

__ADS_1


"Ma, dokter sudah berhasil memasukkan selang makanan pada tubuh Eza" Kata Reisya.


"Alhamdulillah, semoga Eza segera sadar ya Teh" Kata Mama Eza dengan nada sangat bahagia.


"Mama kapan balik ke rumah sakit?" Tanya Reisya.


"Ini Mama mau balik ke rumah sakit kok" Jawab Mama Eza.


"Eca tunggu ya Ma, hati-hati. Assalamualaikum" Ucap Reisya diikuti dengan mematikan telfon.


Reisya sangat merasa bahagia dan berharap Eza segera bisa melewati masa kritis sehingga mereka bisa melanjutkan acara pernikahan mereka.


"Sayang kamu harus kuat yaa, kamu pasti sembuh. Ada aku yang bakal selalu nungguin kamu disini sayang" Bisik Reisya pada Eza.


Lagi-lagi respon Eza hanya mengeluarkan air mata seolah Eza mendengar apa yang dikatakan Reisya.


"Jangan nangis sayang, aku tau kamu kuatt. Aku aja kuat masak kamu enggak. Aku sayang kamu" Bisik Reisya kembali.


Tak lama kemudian Mama dan Papa Eza sampai.


"Assalamualaikum" Ucap mereka.


Mama Eza berjalan mendekati tempat tidur Eza.


"Anak Mama harus kuat yaa. Anak Mama pasti bisa ngelewatin semua ini. Mama dan Papa sayang kamu nak" Kata Mama Eza sambil mencium kening Eza.


~Beberapa jam kemudian.


Shella pun datang dengan sebuah rantang ditangan kanannya.


"Ini Ca aku masakin buat kalian" Kata Shella.


"Ngapain sih repot-repot Shel? Kita kalau lapar bisa beli Shel" Kata Reisya.


"Iya Shel, kamu kan sibuk kerja buat apa repot-repot masakin kita" Sambung Mama Eza.


"Udah ini, Shella udah berusaha masakin makanan enak loh" Kata Shella.

__ADS_1


"Makasih ya Shel, kamu baik banget sama kita" Kata Reisya sambil memeluk tubuh Shella.


"Gimana kondisi Eza?" Tanya Shella.


"Alhamdulillah jauh lebih membaik Shel, tubuh Eza mulai menerima selang makanan dan kata dokter kemungkinan Eza untuk siuman lebih besar" Kata Reisya.


Shella pun berjalan ke arah tempat tidur Eza dan duduk tepat disamping Eza.


"Aku tau kamu sosok lelaki yang kuat Za. Sangat banyak orang yang nungguin kamu sadar. Dan orang yang kamu sayang selalu disini buat jagain kamu. Cepat siuman ya Za" Kata Shella.


Reisya dan Shella pun bersama-sama membacakan yasin untuk Eza. Respon Eza terus mengeluarkan air mata.


"Dimana sakit sayang? Bilang sama aku" Tanya Reisya yang gak tega melihat orang yang sangat disayang kesakitan.


"Kalau bisa aku mau gantiin posisi kamu sayang, biar aku yang ngerasain sakit yang kamu rasain saat ini" Sambung Reisya.


"Istigfar Ca, kamu gak boleh nangis. Eza bakal terus down ngeliat orang yang disayang nangis. Kamu harus kuat biar Eza juga kuatt melawan sakit ini" Kata Shella yang berusaha menenangkan Reisya.


"Iya Nakk, kita harus kuat agar Eza juga kuat" Sahut Mama.


Kita disini saling menguatkannn, Mama nguatin aku dan aku juga sebaliknya.


"Ingat sayang rencana tuhan lebih indah dari rencana manusia" Kata Shella.


Tak lama kemudian masuklah 2 orang perawat untuk memeriksa Eza.


"Permisi, maaf menggangu waktunya. Kami ingin meminta izin memeriksa pasien" Kata perawat tersebut.


"Silahkan Mbak" Kata Shella.


Perawat tersebut pun memeriksa Eza.


"Gimana Mbak?" Tanya Shella.


"Lebih baik dari hari sebelumnya" Kata perawat tersebut.


"Apa ada kemungkinan Eza sembuh Mbak?" Tanya Reisya sambil menahan tangis.

__ADS_1


"Tidak ada yang tidak mungkin Mbak, jika Tuhan mengizinkan Mas Eza sembuh pasti akan sembuh" Jawab perawat tersebut.


__ADS_2