AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Terapi Pertama Eza


__ADS_3

Sebelum baca ayoo follow instagram author terlebih dahulu yaa ---> ivamaisyaa_


TERIMAKASIH BANYAK DAN SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA DI FOLLOW❤


Jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis serta tinggalkan vote kalian untuk novel ini❤





Hari demi hari pun berlalu begitu cepat. Reisya dengan sabar merawat Eza dan dengan sabar pula melatih Eza untuk bisa berjalan kembali. Reisya sangat bahagia bisa merawat Eza.


Hari ini adalah hari dimana Eza harus konsul ke rumah sakit untuk cek dan terapi.


Drrrttt..... Drrrttttt.....


(Bunyi ponsel milik Reisya)


"Hallo, Assalamualaikum" Ucap Reisya.


"Waalaikumsalam, hari ini jadwal Eza konsul kan?" Tanya Shella.


"Iya Shel" Jawab Reisya.


"Kamu siap-siap terus ya biar aku jemput. Pergi naik mobil aku aja ya" Kata Shella.


"Oke Shel" Jawab Reisya sambil mematikan telfon.


Reisya pun bersiap-siap dan merapikan pakaian Eza.


"Mama dan Papa dirumah aja ya istirahat, Reisya dan Eza bakal ditemani oleh Shella" Kata Reisya.


"Baik Nak, Mama titip tolong jagain Eza ya" Kata Mama Eza.

__ADS_1


"Tentu saja Ma" Jawab Reisya.


Beberapa menit kemudian sampailah Shella bersama Lala.


"Udah siap?" Tanya Shella pada Reisya.


"Udah yuk kita berangkat sekarang" Kata Reisya.


Papa Eza pun membantu menaikkan tubuh Eza ke mobil.


"Hati-hati yaa" Kata Mama dan Papa Eza.


~Sesampai di rumah sakit.


Shella dan Lala pun turun terlebih dahulu untuk memanggil perawat.


Tak lama kemudian sampailah 2 orang perawat laki-laki untuk membantu Eza turun dari mobil.


"Terimakasih" Ucap Eza pada 2 orang perawan tersebut.


Reisya berjalan menuju ruang terapi sambil mendorong kursi roda milik Eza.


~Sesampai di ruang terapi.


Eza pun di periksa terlebih dahulu oleh dokter dan kemudian melakukan terapi untuk kaki Eza. Lebih kurang 2 jam untuk melakukan terapi.


~Setelah selesai terapi.


"Bagaimana dok perkembangan kaki saya?" Tanya Eza pada dokter.


"Masih seperti biasa Mas, yang penting Mas Eza harus semangat buat berlatih berjalan. Tidak ada usaha yang bakal mengkhianati hasil" Jawab dokter tersebut.


"Berapa besar kemungkinan saya bisa berjalan kembali dok?" Tanya Eza kembali.


"Jika Tuhan menghendaki Mas bisa berjalan pasti bakal ada cara buat sembuh. Seperti contoh Mas Eza kritis, hanya ada 2 kemungkinan antara pulih kembali dan meninggal. Tetapi, Tuhan masih memberi Mas Eza kesempatan buat pulih hanya saja Mas Eza masih di uji kesabarannya dengan kelumpuhan pada kaki" Jelas dokter.

__ADS_1


"Iya betul sayang, pokoknya kamu gak boleh down hanya karna ujian ini. Ada aku yang selalu ngerawat dan support kamu" Sambung Reisya.


Setelah selesai berbincang dokter pun memberi resep obat untuk Eza.


"Gimana Ca?" Tanya Shella.


"Masih belum ada perkembangan Shel" Jawab Reisya.


"Itu apa?" Tanya Lala.


"Oh ini resep obat untuk Eza" Jawab Reisya.


"Kamu dan Eza tunggu disini aja ya, aku dan Lala yang bakal ke apotek untuk menebus obat ini" Kata Shella.


Beberapa menit kemudian mereka pun langsung pulang.


~Sesampai dirumah Eza.


"Kamu adalah motivasi terbesar aku untuk bisa pulih kembali dan bisa berjalan kembali" Kata Eza pada Reisya.


"Iya sayang, aku tau kamu bisa lewatin semua ini" Jawab Reisya.


"Kamu beruntung Za bisa dapatin wanita sesabar Reisya" Sambung Shella.


"Aku memang sangat beruntung bisa kenal dengan Reisya dan bisa memiliki Reisya. Tetapi, aku juga merasa kasihan pada Reisya karena aku tau sangat sulit bersama orang yang cacat" Kata Eza dengan air mata menetes dipipi.


"Kamu gak boleh ngomong gitu sayang" Kata Reisya sambil menyapu air mata dipipi Eza.


"Dan kamu adalah alasan aku masih melakukan terapi fisik dan berharap bahwa suatu hari nanti bisa berjalan kembali" Lanjut Eza.


Seketika Reisya pun langsung memeluk tubuh Eza.


"Aku juga berjanji sama kamu dan keluarga kamu, bahwa jika aku pulih sepenuhnya aku akan melamar kamu dan mengadakan pernikahan besar" Pungkas Eza.


Reisya menjadi bukti bahwa cinta sejati memang tanpa syarat. Reisya tidak pernah meninggalkan Eza, meski kini kondisi Eza dalam keadaan lumpuh. Selain itu, Reisya juga telah menunjukkan bahwa cinta sejati yang tulus itu memang benar-benar ada.

__ADS_1


__ADS_2