
Hari ini adalah H-4 pernikahan Reisya dan Eza. Semua persiapan sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Beberapa anggota keluarga Mama Reisya yang berdomisili di Aceh pun telah tiba di Jakarta. Keysa yang berdomisili di Paris pun telah sampai di Jakarta untuk menghadiri pernikahan sahabatnya.
Sudah 3 hari Reisya tidak berjumpa dengan Eza calon suaminya, sebab mereka harus menjalankan tradisi pingit. Pingit adalah salah satu tradisi dalam proses pernikahan adat Jawa, di mana calon pengantin perempuan dilarang ke luar rumah atau bertemu calon pengantin laki-laki selama waktu yang ditentukan. Biasanya, keduanya tak boleh bertemu sampai acara pernikahan tiba.
Selesai makan malam bersama keluarga besar Reisya, tiba-tiba ada sebuah nomor asing yang menelfon ke ponsel Reisya.
Drrttttt.... Drrrtttt.....
Reisya pun langsung mengangkat telfon dari nomor asing tersebut.
"Hallo" Ucap Reisya.
"Teh Eca ya?" Tanya orang asing itu.
"Iya dengan saya sendiri. Maaf ini siapa ya?" Tanya Reisya penasaran.
"Saya Tina. Saya menelfon Teteh dengan maksud mau undang Teteh sebagai Mc pada acara tunangan saya" Ujar Tina.
"Acaranya kapan sayang?" Tanya Reisya.
"Besok Teh, saya dengar dari beberapa teman saya katanya Teteh pinter banget nge-Mc" Kata Tina.
"Nanti Teteh kabarin lagi yaa sayang. Teteh harus izin dulu sama orang tua, karena kebetulan Teteh 4 hari lagi menuju acara pernikahan. Jadi sekarang Teteh lagi melakukan tradisi pingit sebelum hari pernikahan" Jelas Reisya.
"Baik Teh, saya berharap Teteh berkenan hadir sebagai Mc di acara pertunangan saya" Kata Tina.
"Teteh usahain" sahut Reisya sambil mematikan telfon.
Setelah menutup telfon Reisya segera meminta izin kepada Mama. Reisya paling gak tegaan kalau harus nolak tawaran nge-Mc, apa lagi yang punya acara langsung yang ngundang.
"Maaa?" Panggil Reisya.
"Kenapa Ca?" Tanya Mama.
Reisya pun menjelaskan semua pada Mama dan respon Mama kaya gini
"Kamu masih di pingit sayang, pamali calon pengantin wanita keluar rumah sebelum hari pernikahan"
"Tapi Reisya gak tega untuk nolak tawaran itu Ma" Kata Reisya.
"Tapi ini udah tradisi sayang" Sahut Mama.
"Reisya perginya sama Eza kok Ma, insyaallah gak bakal terjadi apa-apa" Bujuk Reisya.
"Yaudah terserah kamu aja dehh, tapi harus hati-hati yaa" Kata Mama.
Mendengar jawaban Mama, Reisya pun segera menuju ke kamar dan menelfon Eza untuk meminta diantar ke tempat nge-Mc besok pagi.
__ADS_1
Setelah menelfon Eza dan mengonfirmasi ulang pada Tina. Reisya pun segera tidur dan berharap hari esok akan baik-baik saja.
~Keesokan harinya.
Reisya harus tiba di lokasi nge-Mc pada pukul 09.00 wib, sedangkan sekarang jam telah menunjukan pukul 08.30 wib. Reisya sudah selesai berdandan tapi Eza masih belum sampai untuk menjemput Reisya.
"Sayang udah dimana?" Tanya Reisya pada Eza.
"Iya sayang, aku udah dijalan" Balas Eza.
"Cepat sayang, nanti aku bisa telat" Kata Reisya.
Eza pun melaju mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Beberapa menit kemudian Eza ngechat Reisya lagi.
"Sayang, tunggu yaa aku uda mau sampai di rumah kamu" Kata Eza.
Beberapa menit setelah chat itu Eza udah gak ada kabar. Reisya tetap berpikir positif, mungkin Eza lagi kejebak macet.
Dan sekarang jam telah menunjukan pukul 09.13 wib, tetapi Eza belum sampai di rumah Reisya, padahal Reisya harus tiba di lokasi nge-Mc pada pukul 09.00 wib.
"Kok Eza belum sampai yaa?" Gumam Reisya dalam hati.
Pada pukul 09.30 wib, Reisya pun mulai panik. Reisya nelfon Mama dan Papa Eza dan Reisya menceritakan semua kronologisnya.
"Eza udah berangkat dari pukul 08.50 Ca" Kata Mama Eza.
"Kan Eza udah cuti menjelang pernikahan Ca, gak mungkin dia ke kantor lagi" Kata Dani teman kantor Eza.
Sampai akhirnya Reisya punya firasat kalau hp Eza jatuh di jalan dan Reisya masih tetap berfikir positif.
Mama, Najwa dan Keysa pun mulai menenangkan Reisya dan meyakinkan Reisya bahwa semua akan baik-baik saja.
Disitu Reisya takut banget. Reisya udah nelfon Eza ratusan kali dan Reisya udah ngechat Eza sangat banyak. Semua orang rumah Eza sudah dihubungi oleh Reisya dan semua teman-teman dekat Eza pun sudah dihubungi oleh Reisya.
Pukul 10.00 wib Reisya mulai lega. Tiba-tiba di whatsap "Eza Aditya" memanggil. Reisya langsung angkat telfon dari Eza.
"Hallo, sayang kamu dimana? Kamu kok buat aku panik sih? Aku yang samperin kamu ya?" Kata Reisya.
"Sayanggg? Kamu kenapa diam aja? Kamu baik-baik aja kan sayang?" Tanya Reisya kembali.
Eza benar-benar gak menjawab apa pun, hanya ada suara angin-angin saja dan Reisya gak tau Eza mau ngomong apa waktu itu.
Pukul 10.10 wib, tiba-tiba Reisya di telfon oleh Dani teman kantor Eza.
"Ca, barusan aku ditelfon polisi. Katanya Eza kecelakaan" Kata Dani.
"Kamu ketipu itu pasti preman, sekarang kan banyak penipuan dengan modus begituan" Kata Reisya.
__ADS_1
Reisya masih belum percaya kalau Eza mengalami kecelakaan.
"Iya sayang, itu pasti penipuan" Kata Mama yang mulai menenangkan Reisya.
Udah 1 jam lebih Reisya nunggu Eza, tetapi sampai sekarang Eza gak muncul di rumah Reisya.
Akhirnya Reisya memutuskan untuk nelfon Mama Eza kembali.
"Maa, doain Eza yaa" Kata Reisya.
"Eza kenapa Teh?" Tanya Mama Eza khawatir.
"Tadi Dani teman kantor Eza ngabarin Eca, katanya Eza kecelakaan" Kata Reisya pada Mama Eza.
Mendengar penjelasan Reisya, Mama Eza pun mulai ikutan panik dan khawatir.
Pukul 11.00 wib, Reisya dapat whatsapp foto KTP Eza. Posisinya itu Reisya langsung nangis, kaki Reisya lemas dan dibopong oleh Papa dan Om-om Reisya yang lain. Reisya ajak Papa untuk langsung ke rumah sakit untuk ngeliat bagaimama kondisi Eza.
~Di dalam mobil.
Reisya ke rumah sakit bersama Mama, Papa, Najwa, Keysa dan Om Deski. Tiba-tiba Shella mantan kekasihnya Eza nelfon Reisya.
"Eca kamu dimana?" Tanya Shella.
"Eca dijalan, mau ke rumah sakit" Jawab Reisya.
"Oh, Eca udah tau ya kalau Eza kecelakaan. Eca jangan ke rumah sakit sendiri yaa sayang, soalnya Eza sedang di introgasi oleh polisi" Kata Shella.
"Eca datangnya sama keluarga kok" Jawab Reisya.
"Oke Ca, yang penting kamu tenang yaa jangan panik. Aku juga bakal segera ke rumah sakit kok" Kata Shella.
Beberapa saat sesudah Shella nelfon, Papa Eza pun nelfon Reisya.
"Tehh, apa benar Eza kecelakaan?" Tanya Papa Eza.
"Iya Pa, ini Eca di jalan mau ke rumah sakit. Kita jumpa di rumah sakit ya Pa" Kata Reisya.
Di sepanjang perjalanan Reisya terus nangis dan berteriak, karena Reisya benar-benar takut. Mama nyuruh aku terus beristigfar dan berdoa agar Eza baik-baik saja.
•
•
•
Siapa ni yang penasaran sama kelanjutan cerita ini? Apa Eza baik-baik saja? Atau malah sebaliknya?
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya yaa. Dan doain author bisa segera up lanjutan dari ceritaa iniii❤❤