AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Lumpuh


__ADS_3

Happy Reading❤❤


Sebelum membaca jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis❤❤





Setelah dokter memeriksa Eza, Reisya pun berusaha berinteraksi dengan Eza.


"Kamu masih ingat aku sayang?" Tanya Reisya pada Eza dengan mata berkaca-kaca.


"Bagaimana acara pernikahan kita?" Tanya Eza mengisyaratkan bahwa dia masih ingat semuanya.


"Yang penting kamu sembuh dulu ya sayang, masalah pernikahan semuanya bisa kita atur ulang" Jawab Reisya.


"Iya betul Za, yang terpenting sekarang kamu sembuh dulu" Sambung Shella.


Eza pun menangis saat mengetahui bahwa Eza dan Reisya belum melangsungkan acara pernikahan.


"Sayang kamu jangan nangis, ini semua salah aku. Aku mintak maaf sayang" Kata Reisya sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Eza.


"Ini bukan salah aku dan bukan salah kamu. Ini takdir Tuhan, gak ada yang bisa lari dari kehendak sang maha pencipta" Kata Eza.


Eza pun menggerakkan tangan kirinya dan berusaha menghapus air mata yang mengalir di pipi Reisya.


"Aku sayang kamu" Kata Eza sambil menghapus air mata di pipi Reisya.


"Aku juga sayang kamu" Balas Reisya.


Malam ini seperti mimpi, Reisya tak menyangka Eza akan sadar malam ini. Tetapi, Reisya bersyukur akhrinya Eza sadar dan bisa berinteraksi seperti dulu lagi.

__ADS_1


~Keesokan harinya.


Jam menunjukan pukul 06.30 Wib, Mama Eza dan Papa Eza pun tiba di rumah sakit.


"Ezaaaa anak Mama" Kata Mama dengan mata berkaca-kaca.


"Maaa? Paa?" Panggil Eza.


"Ini Mama gak mimpi kan Pa?" Tanya Mama Eza pada Papa Eza.


"Enggak Ma, anak kita memang sudah sadar Ma" Jawab Papa.


Mama langsung berjalan mendekati Eza. Mama langsung mencium pipi Eza dan memeluk erat tubuh Eza.


"Ada yang sakit Nak?" Tanya Papa.


Eza menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian sampai lah Mama dan Papa Reisya dirumah sakit.


"Waalaikumsalam" Jawab kami berbarengan pula.


"Bagaimana keadaan Eza?" Tanya Mama dan Papa Reisya.


"Alhamdulillah Ma, Eza semalam jam 2 sadar" Jawab Reisya.


Semua keluarga, teman, sahabat Eza dan Reisya sangat senang mendengar berita bahagia ini. Semua tak percaya Eza yang 9 hari 8 malam berada di ruang ICU masih diberikan kesempatan hidup kembali oleh Allah. Kunfayakun, tak ada yang tak mungkin.


"Sayang tolong bantu aku untuk duduk, aku capek tidur terus" Kata Eza pada Reisya.


Reisya pun berusaha membantu Eza untuk duduk.


Tetapi......

__ADS_1


Kaki Eza tak bisa digerakkan. Reisya yang melihat pun langsung menyuruh Shella untuk memanggil dokter.


"Kenapa Mas?" Tanya dokter.


"Kaki saya gak bisa digerakkan dok" Jawab Eza.


"Apa yang terjadi pada kaki anak saya dok?" Tanya Mama Eza.


Setelah beberapa menit dokter pun selesai memeriksa kaki Eza.


"Kenapa dok?" Tanya Reisya cemas.


"Kaki Mas Eza lumpuh" Kata dokter.


Eza yang mendengar jawaban dari dokter pun langsung histeris.


"Kaki aku lumpuh, aku udah gak bisa kerja lagi, aku gak bisa jagain Mama, Papa dan Reisya lagi. Tak ada guna lagi aku hidup di dunia ini" Teriak Eza.


"Istigfar sayang, aku terima kamu apa adanya kok. Aku sayang kamu" Kata Reisya.


"Tenang dulu Mas, kelumpuhan di kaki Mas tidak bersifat permanen. Masih bisa sembuh kok Mas" Kata dokter menjelaskan.


"Dengan cara apa dok?" Tanya Eza kembali.


"Terapi dan rajin berlatih jalan" Jawab dokter.


"Kamu bisa kok nak, kamu pasti bisa sehat seperti dulu lagi" Ujar Mama memberi semangat untuk Eza.


"Iya sayang, aku janji bakal ngurusin kamu sampai sembuh" Kata Reisya.


Eza hanya tersenyum, tetapi mata Eza tak bisa berbohong. Eza sangat sedih dan terpukul dengan kondisinya ini.


"Kamu kuat Za, aku tau kamu lelaki yang kuat" Kata Shella.

__ADS_1


"Makasih buat kalian semua, terutama buat Mama, Papa dan Reisya. Aku bakal semangat demi kalian semua" Kata Eza.


Seketika moment diruang ini pun menjadi sedih, semua yang berada diruang ini sangat menyayangi Eza. Mereka sangat sedih mendengar kaki Eza lumpuh. Tetapi, mereka berusaha tegar agar Eza pun tak bersedih dan terus semangat untuk sembuh.


__ADS_2