
Happy Reading❤❤
•
•
•
Selesai mengambil cincin pernikahan dan baju resepsi kini semua perlengkapan pernikahan dan resepsi Reisya dan Eza pun bisa dikatakan sudah mencapai 90%. Menurut Reisya dan Eza pesta pernikahan yang akan selenggarakan tak hanya akan membawa nama mereka berdua, namun juga kehormatan keluarga. Maka dari itu, pesta pernikahan ini haruslah dipersiapkan dengan baik. Untuk itu panitia penyelenggara menurut Reisya dan Eza adalah yang tangguh, tahan banting dan responsif pada kemauan setiap pihak yang terlibat.
Alternatif dari membuat panitia persiapan pernikahan adalah menyewa jasa wedding organizer (WO) seperti yang telah disepakati oleh Reisya dan Eza sebelumnya. Ada beberapa keuntungan yang bisa di dapatkan dari menyewa WO mulai dari persiapan pernikahan bisa lebih matang, mengurangi beban pikiran keluarga, bisa menghemat waktu, bisa menentukan biaya, serta
mendapatkan vendor terbaik.
Selain menghemat waktu, menurut Reisya dan Eza menyewa WO juga bisa menghindarkan keluarga mempelai pria dan wanita dari konflik dengan anggota keluarga yang lain. Ketika kita merasa tak puas dengan kinerja WO, kita bisa langsung melayangkan protes pada mereka agar buruknya kinerja itu tak sampai menghancurkan Hari-H. Dan menurut Reisya dan Eza kita tak perlu tak enakan, karena hubungan kita dan mereka bersifat profesional. Berbeda ketika kita tak puas dengan kerja salah satu anggota keluarga. Dan pastinya akan segan untuk kita mengkritik atau memprotes hasil kerjanya, apalagi jika usia anggota keluarga itu jauh lebih tua dari kita.
Untuk urusan mengundang saudara, kerabat, tetangga dan yang lainnya telah diputuskan Mama dan Papa lah yang berperan sangat penting dalam hal tersebut. Kesepakatan Reisya dan Eza bahkan kesepakatan keluarga maka pernikahan Reisya dan Eza akan mengundang 1000-2000 tamu. Dan itu sudah termasuk keluarga Mama Reisya yang berdomisili di Aceh.
Setelah mengambil cincin dan baju resepsi beberapa hari yang lalu, Reisya dan Eza sudah hampir 3 hari tidak berjumpa dikarenakan Eza yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan dikantor sebelum menjelang masa cuti pernikahannya.
~Di pagi hari.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Reisya bergegas mandi dan segera turun untuk sarapan bersama.
Saat Reisya sampai diruang makan, ternyata Mama, Papa dan Najwa telah lama menunggu kedatangan Reisya di ruang makan.
"Eh kamu mau kemana? Masih pagi gini udah cantik banget" Tanya Mama pada Reisya.
"Reisya mau kerumah Eza" Jawab Reisya singkat.
__ADS_1
"Najwa ikut ya kak? Soalnya Najwa bosan dirumah teruss" Bujuk Najwa pada Reisya.
"Boleh kok, tapi jangan lama" Jawab Reisya.
Setelah selesai sarapan, Reisya pun membantu Mama cuci piring terlebih dahulu. Sedangkan Najwa langsung ke kamar untuk bersiap-siap. Jam masih menunjukan pukul 10.00 pagi tetapi Reisya sangat ingin segera datang ke rumah Eza karena Reisya sudah sangat merindukan kekasihnya tersebut.
Sesampai dirumah Eza, Reisya dan Najwa melihat Mama Eza sedang asik memangkas pohon-pohon hiasan kecil di halaman rumah.
"Assalamualaikum Ma" Ucap Reisya.
"Waalaikumsalam sayang" Jawab Mama Eza.
"Eza udah bangun Ma?" Tanya Reisya.
"Masih tidur deh kayanya, soalnya tadi Mama udah bangunin tapi dia masih belum bangun. Karena semalam jam 3 Eza selesai ngetik file kantor" Ujar Mama Eza.
"Kasian Eza kecapean, Reisya jadi gak tega buat banguninnya" Ujar Reisya.
"Baik Ma, Reisya coba lihat Eza dulu kedalam ya" kata Reisya.
"Iya sayang" Sahut Mama.
Reisya pun segera menuju ke kamar Eza, sedangkan Najwa memutuskan untuk membantu Mama Eza di halaman rumah.
Reisya berjalan sangat pelan dan berusaha membuka pintu kamar Eza dengan sangat perlahan dan langsung menyelinap masuk ke kamar Eza. Benar saja, Eza masih terbaring tidur diatas tempat tidurnya. Reisya pun langsung duduk di sebelah Eza dan berusaha untuk membangunkan Eza.
"Bangun ay" Kata Reisya sambil mengusap rambut Eza.
Tetapi Eza masih belum terbangun, Reisya pun kembali mencari cara untuk membangunkan Eza. Mulai dari mencubit pipi dan hidungnya sampai akhirnya Reisya berinisiatif untuk menggelitikkan leher Eza. Alhasil, Eza yang mulai merasa terganggu pun mulai terbangun.
__ADS_1
"Selamat pagi calon suamiku" Ucap Reisya dengan nada penuh kasih sayang.
"Reisyaaa?" Panggil Eza yang seolah tak percaya Reisya lah yang telah mengganggu tidurnya.
"Iya, aku Reisya sayang" Jawab Reisya.
"Pagi sayang" Ucap Eza dan seketika memeluk Reisya seolah mengisyaratkan bahwa dirinya sangat merindukan kekasihnya ini.
"Kamu belum mandi sayang. Bangun mandi dulu!" Tegas Reisya.
"Gak mau ah, masih mau peluk kamu. Rindu tau" Kata Eza yang masih memeluk Reisya.
"Mandi dulu sayang biar nanti selesai mandi sambung lagi pelukannya" Bujuk Reisya agar Eza mau segera mandi.
Mendengar perkataan Reisya, Eza pun segera bangun dan menuju ke kamar mandi.
Sembari menunggu Eza mandi, Reisya pun segera membereskan tempat tidur Eza yang sangat berantakan ini dan dilanjutkan dengan menyapu kamar Eza. Setelah selesai, Reisya pun membaringkan badannya diatas tempat tidur milik Eza sembari menunggu Eza selesai mandi.
Beberapa menit kemudian Eza pun selesai mandi dan sudah memakai baju dikamar mandi. Eza segera masuk ke kamar dan melihat Reisya yang sudah tertidur di tempat tidurnya. Entah karena Eza yang sangat lama mandinya atau karena Reisya memang sedang kecapean. Dan Eza duduk tepat disebelah Reisya tidur.
"Sayangg?" Panggil Eza dengan nada yang sangat lembut sambil mengusap pipi tembem Reiya.
"Hmmmmm...." Jawab Reisya yang terbangun mendengar suara Eza.
"Aku mandinya lama ya?" Tanya Eza.
"Enggak kok" Jawab Reisya.
"Sini peluk, aku sangat merindukan kamu sayang" Ucap Eza sembari memeluk tubuh mungil Reisya.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukan kamu sayang" Ujar Reisya.
"Uhhh Mmmmmuuaaaahhhh" Eza seketika mengecup kening Reisya.