
Happy Reading❤❤
Sebelum membaca jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis❤❤
•
•
•
~Beberapa hari setelah Eza di vonis lumpuh oleh dokter.
Kelumpuhan adalah kondisi kehilangan kemampuan menggerakkan salah satu otot tubuh atau lebih untuk sementara waktu atau bahkan secara permanen.
Bisa saja saat kecelakaan kaki Eza terbentur oleh benda keras seperti besi dan lain-lain. Tetapi, Reisya dan keluarga baik itu keluarga Reisya maupun keluarga Eza bahkan sahabat Reisya dan Eza semua memberikan support kepada Eza. Semua yakin Eza akan bisa berjalan kembali lagi walaupun tidak dalam waktu dekat.
Kini Eza sudah di pindahkan dari awalnya diruang ICU dan sekarang diruang VIP. Hari ini sangat banyak perubahan pada diri Eza. Eza mulai bisa tersenyum tanpa harus merasakan sakit disuntik yang sangat menyiksa tubuhnya.
Dokter pun masuk dan memeriksa Eza hari ini.
"Permisi" Ucap dokter sambil membuka pintu ruangan.
"Masuk dok" Kata Mama Eza.
"Mas Eza nya udah semangat banget yaa, udah bisa senyum lebar" Kata dokter sembari mendinginkan suasana agar tak terlalu tegang.
"Iya alhamdulillah dok, saya merasa tubuh saya sudah tak sesakit kemarin lagi" Kata Eza.
"Saya periksa terlebih dahulu yaa" Kata dokter.
Beberapa menit kemudian dokter pun selesai memeriksa Eza.
"Bagaimana dok?" Tanya Reisya.
"Sangat membaik Mbak" Jawab dokter.
"Apa saya sudah bisa pulang dok?" Tanya Eza.
"Pulang? Pasti Mas Eza sudah sangat bosan melihat saya kan?" Goda dokter pada Eza.
Eza hanya tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut dokter tersebut.
"Saya tidak memaksa Mas Eza harus dirawat disini terus. Jika memang Mas Eza sudah merasa membaik dan mau pulang ya silahkan tapi harus tetap konsul ke saya. Dan jika Mas Eza mau dirawat disini juga saya akan membolehkan" Sambung dokter.
"Kalau pulang tidak beresiko dok?" Tanya Mama Eza.
"Insyaallah tidak buk, tapi saya menyarankan seminggu sekali wajib untuk konsul dan terapi" Jawab dokter.
"Gimana sayang?" Tanya Reisya pada Eza.
"Aku mau pulang aja sayang. Kasihan kamu dan yang lainnya harus terus disini untuk jagain aku" Kata Eza.
__ADS_1
"Yaudah kalau kamu mau pulang. Tapi ingat, aku bakal terus rawat kamu sampai kamu benar-benar sembuh" Kata Reisya.
"Jadi bagaimana?" Tanya dokter.
"Saya berobat jalan saja dok" Jawab Eza.
"Baik saya tuliskan resep terlebih dahulu untuk di rumah" Kata dokter sambil keluar ruangan.
Tak lama kemudian Shella dan Lala pun sampai.
"Assalamualaikum" Ucap Shella dan Lala berbarengan.
"Waalaikumsalam" Jawab kami berbarengan.
"Gimana keadaan kamu hari ini Za?" Tanya Shella.
"Alhamdulillah hari ini aku udah boleh pulang Shel" Jawab Eza dengan tersenyum lega.
"Alhamdulillah kalau begitu" Kata Shella.
Beberapa menit setelah Shella dan Eza berbincang masuk lah perawat untuk mengantarkan resep obat.
"Permisi, ini resep obatnya Mbak" Kata perawat sambil memberikan sehelai kertas pada Reisya.
"Terimakasih" Ujar Reisya pada perawat tersebut.
"Maaf Mas, saya lepas infusnya terlebih dahulu ya" Kata perawat tersebut pada Eza.
Ini adalah moment yang di tunggu-tunggu oleh Eza. Eza ingin bebas tanpa ada infus dan suntikan setiap hari pada anggota tubuhnya.
Setelah perawat tersebut melepas infus pada tangan Eza, Mama Reisya dan Mama Eza pun langsung menuju ke apotek untuk menebus resep obat untuk Eza.
"Sayang, makasih yaa" Ucap Eza pada Reisya.
"Makasih buat apa sayang?" Tanya Reisya.
"Udah setia sama aku dan mau nerima semua kekurangan aku saat ini" Kata Eza sambil meneteskan air mata.
"Bagaimana pun kamu, apa pun yang terjadi sama kamu aku bakal selalu ada buat kamu sayang. Kamu harus kuat ya buat aku, jangan cengeng gini" Kata Reisya sambil menghapus air mata di pipi Eza.
Shella dan Lala yang melihat adegan romantis mereka pun ikut terharu dan baper.
"Kalian itu kayak romeo dan juliet" Kata Lala.
"Iya romantis banget, semoga kalian bakal tetap seromantis kayak gini sampai kelak menjadi kakek dan nenek" Sambung Lala.
"Amin" Kata Reisya dan Eza berbarengan.
Papa Eza langsung menuju ke mobil untuk memanaskan mesin mobil terlebih dahulu.
"Papa manasin mesin mobil dulu ya" Kata Papa Eza.
__ADS_1
"Iya Pa" Jawab Eza.
Mama Reisya dan Mama Eza pun sudah selesai menebus obat Eza di apotek rumah sakit.
Reisya pun membereskan semua barang-barang mereka yang ada disini, Reisya pun dibantu oleh Shella dan Lala.
Setelah semuanya beres, mereka pun sudah siap untuk segera pulang. Mereka sudah kurang lebih 1 bulan di rumah sakit untuk menemani Eza.
Tak lama kemudian datang lah Dani dan 2 orang teman kantor Eza.
"Kamu sudah boleh pulang Za?" Tanya Dani.
"Alhamdulillah aku sudah dibolehin pulang" Jawab Eza.
"Ini semua barang nya Ca? Biar kita bantu angkat ke mobil" Kata Dani.
"Iya Dani" Jawab Reisya.
Dani dan 2 orang temannya yang lain pun membawa barang-barang ke mobil Dani.
"Barang semua di mobil aku ya" Kata Dani pada Eza.
"Makasih ya kalian udah mau bantuin aku" Kata Eza.
"Ini lah guna teman bro" Kata Dani.
Tak lama kemudian datanglah Papa Eza dengan membawakan sebuah kotak yang berisikan kursi roda.
"Inii buat kamu" Kata Papa sambil memberikan kotak yang berisikan kursi roda tersebut pada Eza.
"Makasihh Pa, Eza janji kalau Eza udah sembuh dan bisa berjalan kembali Eza bakal balas semua jasa Papa, Mama dan kalian semua " Kata Eza dengan mata berkaca-kaca.
Reisya pun membukakan kursi roda tersebut.
Dani dan 2 orang temannya yang lain membantu mengangkat Eza dan mendudukkan Eza pada kursi roda tersebut.
"Kamu sanggup dorong aku sayang?" Tanya Eza pada Reisya.
"Ya sanggup lah sayang, kamu jangan meremehkan aku" Kata Reisya sambil menyengir.
Kami pun berjalan menuju ke ruang dokter terlebih dahulu.
"Dok kita pamit yaa" Kata Reisya.
"Terimakasih banyak dok" Kata Eza.
"Iya sama-sama. Hati-hati ya, ingat Mas harus tetap konsul dan terapi seminggu sekali" Kata dokter mengingatkan Eza.
"Siap dokter" Kata Eza.
Reisya da Eza pun langsung menuju ke mobil sedangkan Mama, Papa, Shella, Dani dan 2 temannya yang lain sudah dimobil dan sedang menunggu Reisya dan Eza.
__ADS_1
Eza pun masuk ke dalam mobil dibantu oleh Papa dan Dani.