AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Tamu Jauh


__ADS_3

Sebelum baca ayoo follow instagram author terlebih dahulu yaa ---> ivamaisyaa_


TERIMAKASIH BANYAK DAN SELAMAT MEMBACA JANGAN LUPA DI FOLLOW❤


Jangan lupa di like episode ini terlebih dahulu untuk nyemangati author menulis serta tinggalkan vote kalian untuk novel ini❤





~Keesokan harinya.


Kring....Kring....


Suara alarm dari sebuah ponsel berbunyi tepat pukul 05.30 pagi. Tak lama tangan Raisya pun terulur dari balik selimut dan mematikan suara alarm tersebut.


Reisya pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan bergegas untuk segera sholat subuh.


Oh iyaa, Reisya tidurnya bukan satu kasur berduaan dengan Eza yaa. Tetapi, Reisya ditemani oleh Mama Eza tidur di tempat tidur berbeda dengan Eza hanya saja mereka tidur di kamar yang sama dengan kasur yang berbeda sebab mereka belum halal.


Drttt.....Drrrtttt.....


Ponsel Reisya berbunyi karena ada sebuah panggilan masuk dari Keisya.


"Hallo, Assalamualaikum" Ucap Reisya.


"Hallo, Waalaikumsalam Ca" Jawab Keysa.


"Ada apa Ca?" Tanya Reisya.


"Aku....." Jawab Keisya dengan sedikit membuat Reisya penasaran.


"Aku apa? Kamu kenapa?" Tanya Keysa kembali.


"Tenang Ca, aku cuma mau kasih kamu kejutan" Jawab Keysa kembali menenangkan Reisya.


"Kejutan apaan sih? Ngomong yang jelas aja kenapa sih?" Tanya Reisya kembali seolah geram dengan tingkah sahabatnya.

__ADS_1


"Pasti kamu imut deh kalau lagi marah gini, yaudah bukain pintu aku di depan rumah Eza" Jawab Keysa dengan sedikit menggoda Reisya.


"Haa? Kamu pasti bohongin aku? Kapan kamu berangkat dari Paris?" Tanya Reisya kembali seolah tak percaya.


"Udah ah bukain dulu pintu, dingin tauu" Jawab Keysa dengan nada mulai kesal.


Mendengar jawaban dari Keysaa, Reisya pun langsung menuju keluar dan membukakan pintu. Dan ternyata di depan ada Keysa, Shella dan Lala.


"Ecaaaa" Teriak Keysa sambil memeluk tubuh mungilnya Reisya.


"Kebiasaan deh datang ke Jakarta gak ngabarin terlebih dahulu" Omel Reisya sambil memeluk kembali tubuhnya Keysa.


"Yaudah yuk masuk, kita selesaikan di dalam" Sambung Reisya.


Reisya pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam karena jam masih menunjukan pukul 06.00 dan masih sangat dingin.


~Sesampai diruang tamu.


"Sebentar ya, aku panggil Mama Eza dulu" Kata Reisya.


"Iya Ca" Jawab mereka serentak.


Tak lama kemudian sampailah Mama Eza menghampiri mereka yang duduk diruang tamu.


"Waalaikumsalam, kamu temannya Reisya dan Eza yang di Paris kan?" Tanya Mama Eza memulai obrolan.


"Iya Tante, perkenalan nama aku Keysa. Aku teman kecilnya Reisya dan karena satu dan lain hal jadi aku harus ikut orang tua pindah ke Paris" Jawab Keysa mencoba menjelaskan kepada Mama Eza.


"Iya Ma, Keysa ini teman kecil aku dan Lala. Kita dulu berteman bertiga. Karena Keysa pindah ke Paris jadinya aku disini tinggal berdua dengan Lala dan baru-baru ini aku punya teman sekaligus sahabat baru namanya Shella" Sambung Reisya sambil membawa nampan dan kukis untuk mereka.


"Ngapain sih buatin kita minum juga? Kayak tamu jauh ajaa, padahal tiap hari bertamu kesini untuk melihat kondisi Eza" Kata Shella.


"Tamu jauh dengan tamu dekat sama aja loh Shel" Jawab Mama Eza.


"Silahkan diminum dan dicicipin kukisnya ciwi-ciwi manjakuu" Ujar Reisya dengan nada menggoda 3 orang temannya tersebut.


Setelah selesai minum dan mencicipi kukis yang dihidangkan oleh Reisya akhirnya Reisya pun mengajak mereka ke kamar tamu.


"Yuk ikutin aku, aku tunjukin kamar buat kamu Keysa" Kata Reisya.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju ke kamar tamu dengan melewati kamar milik Eza.


"Sayang?" Panggil Eza dari dalam kamarnya.


Mendengar suara Eza mereka pun menghentikan langkah untuk menuju ke kamar tamu dan langsung masuk ke kamar Eza.


Betapa terkejutnya Keysa melihat Eza hanya bisa terbaring lemah di kasur dengan sebuah kursi roda persis di samping tempat tidurnya.


"Key.....sa" Panggil Eza dengan suara terbata-bata.


"Iya Za, ini aku Keysa. Maaf sebelumnya saat kamu kecelakaan, aku gak sempat liatin kamu dirumah sakit karena tiba-tiba aku dapat kabar dari Papa aku kalau Nenek aku meninggal dunia. Jadinya aku langsung berangkat balik ke Paris dihari itu jugaa" Keysa pun mencoba menjelaskan kepada Eza.


"Iya gapapa Key. Kamu kapan nyampe Jakarta?" Tanya Eza.


"Baru aja Za" Jawab Keysa.


Karena Keysa tak sanggup untuk bertanya perihal kondisi Eza didepan Eza nya langsung jadi Keysa pun mencari alasan.


"Ca, boleh anterin aku ke kamar? Soalnya aku udah gak betah dengan baju ini" Kata Keysa mencari alasan untuk keluar dari kamar Eza.


"Udah anterin Keysa ke kamar tamu sebelah aja sayang, kamar itu lebih luas dari kamar tamu belakang" Sambung Eza.


Reisya pun langsung mengantar Keysa sedangkan Shella dan Lala tinggal dikamar Eza untuk menemani Eza.


~Sesampai dikamar.


"Ca, jelasin sama aku apa yang sudah terjadi pada Eza" Keysa pun meminta penjelasan dari Reisya.


"Jadi ceritanya, setelah mengalami kecelakaan Eza koma dan gak sadarkan diri selama kurang lebih 10 harian gitu. Kondisi Eza benar-benar lemah, sampai ada beberapa keluarga dan teman Eza sudah mengikhlaskan Eza karena memang benar-benar sudah gak ada harapan. Tetapi, aku dengan disemangi oleh orang tua aku dan orang tua Eza, kami yakin Eza pasti bakal sembuh dan kami terus memanjatkan doa kepada Allah agar Eza diberi kesembuhan. Dan akhirnya, Eza sadar dari masa kritisnya. Tetapi lagi-lagi Allah masih menguji Eza, aku dan keluarga lainnya. Kaki Eza lumpuhh" Reisya menjelaskan pada Keysa tetapi Reisya tak sanggup mehahan air matanya.


"Sabar ya Ca, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kesabaran. Allah kasih cobaan ini ke kamu dan ke Eza karena Allah tau kalian mampu melewati ini" Kata Shella menenangkan Reisya.


"Hati aku hancur saat tau Eza lumpuh seakan sudah sirna harapan untuk hidup bersama. Tetapi, aku harus kuat di depan Eza. Aku gak boleh terlihat lemah dan sedih di depan Eza. Aku yakin dia bakal sembuh dan bisa berjalan kembali hanya saja tidak dengan secepat membalikkan telapak tangan semuanya perlu proses" Kata Reisya.


Keysa pun langsung memeluk erat tubuh Reisya dan berusaha menenangkan Reisya.


"Kamu gak sendirian Ca, disini ada aku, ada Shella, ada Lala, ada keluarga kamu dan ada keluarga Eza. Kita berusaha dan berdoa bersama-sama agar Allah segera memberikan kesembuhan pada Eza" Keysa menyemangati Reisya.


Betapa bahagiannya hati Reisya, selain memiliki keluarga dan pasangan yang baik. Reisya juga memiliki sahabat yang luar biasa sangat baik-baik pada dirinya dan keluargamu.

__ADS_1


***


Teman terbaik adalah ia yang selalu bersamamu, baik suka maupun duka. Meluangkan waktunya disaat kamu membutuhkannya. Memberimu dukungan ketika yang lain menjatuhkan. Dan merangkul dirimu ketika yang lain pergi meninggalkan dirimu.


__ADS_2