AKU, KAMU Dan CERITA KITA

AKU, KAMU Dan CERITA KITA
Mengunjungi Perkebunan Milik Nenek


__ADS_3

Eza dan Lala pun memutuskan untuk menginap dirumah Nenek Salma untuk beberapa hari ke depan. Nenek sangat senang dan bahagia karena rumah Nenek seketika menjadi ramai biasanya Nenek hanya tinggal bertiga dirumah seluas ini karena Om Haris dan Om Deski yang sibuk mengurus perkebunan kelapa sawit milik Nenek.


Keesokan harinya setelah mereka sholat subuh berjamaah Reisya dan Lala langsung ke dapur dan memasak makanan untuk sarapan. Reisya yang hobi memasak itu pun dengan mahir membuat racikan bumbu untuk nasi goreng spesial buatannya itu.


Beda hal nya dengan Lala. Lala adalah anak tunggal yang sangat dimanjakan oleh Mami dan Papi nya. Jangan kan masak yang ginian cara nyeduh mie instan aja mungkin dia suka lupa hehe maklum lah buat mie instan nya setahun sekali...


"Ca, ini bawangnya udah aku iris. Terus diapain?" Tanya Lala.


"Dibuang La" Jawab Reisya sambil tertawa.


"Serius napa sihh Ca. Ajarin aku masak Ca, aku udah dewasa malu ah jadi perempuam kalau masak aja gak bisa" Kata Lala.


"Iya La nanti aku ajarin sampai kamu bisa ngalahin masakan aku" Jawab Reisya sambil menggoda Lala.


~Selesai memasak.


"Nek, Tante, Mbak yuk makan" Ajak Reisya dan Lala.


"Tapi Eza mana ya?" Tanya Lala pada Reisya.


"Zaa?" Panggil Reisya dengan berjalan mencari keberadaan Eza.


Ternyata Eza di kolam ikan sedang melihat ikan-ikan lucu peliharaan Nenek.


"Oh kamu disini yuk makan" Ajak Reisya pada Eza.


"Udah siap masaknya Chef Reisya Salsabila" Goda Eza.

__ADS_1


"Apaan sihhh, ayuk makan" Ajak Reisya kembali.


Eza dan Reisya pun langsung menuju ke meja makan.


~Sesampai di meja makan.


Mereka semua makan dengan sangat lahap.


"Ca ini beneran kamu yang racik bumbunya?" Tanya Mbak Fera yang sedikit ragu.


"Iya loh Mbak ini Reisya yang racik dan Reisya juga yang masak" Jawab Lala meyakinkan Mbak Fera.


"Ternyata pinter masak juga cucu Nenek satu ini" Puji Nenek.


"Udah Za tunggu apa lagi langsung nikahin aja" Kata Tante Ika yang mencoba menggoda Eza dan Reisya.


"Ih apaan sih Tante, udah habisin dulu nasi nya" Kata Reisya yang mulai salah tingkah.


Selesai makan Reisya dan Lala segera mencuci semua piring kotor bekas mereka makan tadi.


Iyaa, seperti biasa karena Lala gak pernah cuci piring jadinya Reisya yang menyabunkan dan Lala yang membilas piring.


Selesai mencuci piring Nenek mengajak Reisya, Eza, dan Lala untuk pergi ke perkebunan kelapa sawit milik Nenek. Sedangkan Tante Ika dan Mbak Fera tinggal dirumah dan mempersiapkan menu untuk makan malam nanti.


Karena, pasti kalau Nenek ajak keluar ujung-ujungnya pasti makan siang di luar. Eza pun menyetir mobil menuju perkebunan kelapa sawit milik Nenek.


"Apa sih yang membuat nenek tertarik dengan bisnis kelapa sawit?" Tanya Eza pada Nenek.

__ADS_1


"Selain karena laba keuntungan yang mencapai tiga kali lipat perkebunan kelapa sawit adalah investasi yang membuat modal cepat balik dan harga kebun sawit selalu akan naik" Jawab Nenek yang mencoba menjelaskan.


"Udah lama Nenek punya perkebunan kelapa sawit?" Tanya Lala yang mulai penasaran.


"Udah dari papa Reisya umur 10 tahun, awalnya Nenek cuma iseng dan ternyata keuntungan memihak pada nenek sampai sekarang" Jawab Nenek.


~Sesampai di perkebunan kelapa sawit.


Reisya, Eza dan Lala berkeliling melihat perkebunan dan melihat para pekerja yang sedang memanen buah sawit tersebut. Nenek bukan tipe orang yang cerewet sama pekerja. Tetapi Nenek hanya mengontrol pekerjaan mereka dan memberi arahan jika ada pekerja yang belum mengerti cara memanen dan memupuk kelapa sawit yang benar.


"Luas sekali lahan perkebunan kelapa sawit Nenek" Kata Eza.


"Kamu baru datang ke perkebunan Nenek di Palembang masih banyak lahan perkebunan Nenek yang ada di luar Palembang" Jawab Nenek.


Eza dan Lala sangat salut pada Nenek Salma bukan hanya seorang yang penyayang Nenek Salma juga pinter dalam hal mengelola perkebunan kelapa sawit. Dan Nenek Salma selalu berusaha membuat kelapa sawit dari perkebunan Nenek berkualitas sehingga bisa dapat terus di import ke luar kota bahkan keluar negri sekalipun.


Setelah kurang lebih 3 jam mereka melihat-lihat perkebunan kelapa sawit akhirnya mereka pun pulang kerumah Nenek. Tapi ditengah perjalan tiba-tiba.....


"Za, kita ke kota Palembang dulu ya biar kalian tau Palembang itu gimana sih" Kata Nenek pada Eza.


Eza yang mendengar perkataan Nenek pun langsung membelok arah mobil dan mengikuti arahan yang Nenek berikan.


"Kita lewat jembatan Ampera ya" Kata Nenek.


Eza dan Lala yang baru pertama kali ke Palembang pun terpersona melihat keindahan jembatan Ampera apalagi ditambah dengan keindahan Sungai Musi penghubung antara daerah seberang Ulu dan Ilir. Nenek pun mengajak mereka singgah di rumah makan pempek Lince.


Empek-empek Lince adalah salah satu makanan khas Palembang. Setelah makan pempek lince, mereka pun segera pulang kerumah nenek dan beristirahat karena sudah sangat kelelahan seharian di perkebunan nenek dan mengelilingi kota Palembang.

__ADS_1


__ADS_2