
Lusiana seorang anak yatim-piatu , dia selama ini tinggal di salah satu panti asuhan yang ada di sebuah kota di Indonesia .. Setelah berumur tujuh belas tahun , dia memutuskan untuk sekolah sambil bekerja .
Lusi juga sesekali mengirim sebagian dari upah dia bekerja kepada ibu pengurus panti .
Namun itu bukan sesuatu yang membuat dia menyerah dan mengeluh , karena meskipun dia dari panti asuhan , Lusi juga tidak pernah mengalami yang namanya bullying .
Di sekolah dia selalu mendapat perhatian dari guru dan semua teman sekelasnya . Bahkan ada juga yang diam diam membantu membayar keperluan sekolah nya ...
" Lusiiiii !!! " Seseorang memanggil namanya , Lusi pun berbalik dan melihat siapa yang berteriak memanggil nya .
" Shinta , " Lusi berusaha menenangkan pernapasan Shinta . " kamu kok berlari sih ? "
" Hah ! Huh ! Hah ! "
" oke oke . kita duduk dulu yuk " Lusi membawa Shinta duduk di taman sekolah .
" Habis ini kamu kerja lagi ? "
" ya ampun Shin , kok kamu semangat banget sih ? " heran Lusi , karena Shinta terlibat semangat sekali ...
" Iya aku kerja . emang kenapa ? " Lusi bertanya
" Yahhhhh ,,,, padahal kita mau kamu ikut bermain " Shinta lemas seketika
" hehehehe ,,,. kan kalian tahu aku harus kerja . aku nggak mau terus terusan ngerepotin kalian . Aku juga tahu kok kalian semua selalu membantu aku " .
Karena setiap kali Lusi ingin membayar tagihan sekolah , selalu nggak di terima oleh pihak sekolah .
" Lusi ,,, " Shinta menggenggam tangan Lusi erat . " Pasti berat banget ya " dengan wajah sendu Shinta melihat Lusi , dan orang yang di pandang pun hanya tersenyum simpul..
" aku ngga papa kok Shin . Hanya saja aku berpikir kenapa kok Tuhan nggak adil yah "
Lusi membalas genggaman tangan Shinta .
Terlihat Lusi menengadah menatap langit yang cerah . " tapi aku bersyukur , bahwa tempat yang kutinggali ini semuanya orang baik " Lusi berusaha tegar namun dalam hatinya menangis .
Tak lama kemudian terdengar suara derap kaki berlari menuju mereka ..
drap drap drap drap ...
Terlihat semua teman sekelas mereka menghampiri dan ikut nimbrung . mereka berkerumun layaknya Teletubbies yang banyak ,,,,
" Kok kalian cerita sedih nggak ngajak ngajak sih ? "
" Kan kita udah janji apapun bakalan saling berbagi "
" Bener banget "
" Oh ya , tadi ketua kelas kita ijin sama pemilik toko tempat Lusi kerja "
" Iya . Kita minta Lusi istirahat seminggu "
" dan gak boleh potong gaji "
" Hahahaha 🤣🤣🤣 "
Mereka serentak tertawa bahagia bersama . Lusi dan Shinta pun hanya menggeleng melihat kerandoman teman sekelas mereka ..
" Ya udah deh , emang kalian mau ajak aku kemana ? " Lusi bertanya dan hanya di sambut senyuman yang mencurigakan dari semuanya ...
__ADS_1
" Udah kamu ikut aja " kata seorang dari mereka .
" Kalian semua jangan macam-macam ya " ancam Lusi dalam candaan
" Cus berangkat "
" YEEEEEEEYYYYYYY " mereka berbondong-bondong menyeret Lusi . Kini yang di tarik itu pun hanya pasrah dengan teman temannya itu ..
Guru yang melihat dari kejauhan tampak tersenyum melihat murid mereka ,,,
" Saya sangat senang berada di sekolah ini "
" saya juga " Beberapa guru itu berdiskusi mengenai toleransi yang di anut siswa siswi mereka ..
" Yuhuuuiii sampai "
Kini semua murid SMA itu tiba di sebuah toko baju . mereka serentak ingin membuat Lusi terlihat seperti mereka . mulai dari tas , sepatu , seragam , dll .
" Eh eh eh kayak nya ini bagus deh "
" No non no . itu terlalu dewasa "
" yang ini yang ini , "
" ya ampun bestie . sesuaikan dengan Lusi dong "
mereka terlihat semangat mencari kan Lusi sesuatu ... dan para murid laki laki hanya menunggu di area toko sambil memesan minuman dan camilan ...
sesekali mereka tampak bercanda dan saling bertukar pandang . setelah itu mereka berencana membawa Lusi ketempat yang sudah mereka persiapkan .
" kuat dong . kan udah dari jauh jauh hari aku nunggu moments ini "
" Aku nggak sabar mau lihat ekspresi Lusi nanti "
" aku juga hahahah "
" Hai para cowok semuanya , kita udah selesai nih " Murid perempuan yang berbelanja tadi keluar dari toko , terlihat barang bawaan mereka banyak sekali ..
" Wuuiiiihhh . Lusi kamu cantik banget "
" Makasih Abdi , " Lusi tersenyum kepada ketua kelas mereka yang bernama Abdi .
" ya udah yuk . entar keburu malem lagi ."
Saat mereka menuju tempat yang sudah mereka persiapkan tanpa sepengetahuan Lusi , Mereka menutup mata Lusi dengan dasi seragam mereka .
" Loh , kok mata aku di tutup sih ? "
Lusi terlihat panik akibat dia tidak melihat apapun .
" Kamu tenang aja oke , " Abdi berbisik tepat di telinga Lusi . dan beberapa dari mereka tertawa melihat ekspresi Wajah Lusi yang ketakutan ...
" oke gaes , gimana kita berangkat sekarang ? "
" iya dong , ini kan waktu yang sudah kita tunggu tunggu "
__ADS_1
":dan sekarang kamu duduk di sini " Seorang dari mereka menarik tangan Lusi naik keatas bus yang mereka sewa ..
Terlihat Lusi sudah mulai panik dan sesekali menetes kan air mata .. dia berdoa di dalam hati supaya tidak ada terjadi apapun .
Dia juga tidak menyangka bahwa semua teman sekelasnya berbuat demikian ,
Di sebelah nya Abdi terlihat tersenyum melihat tetesan air mata Lusi
" Lusi , kenapa kamu menangis ? " Abdi pelan pelan menyentuh wajah Lusi yang tertutup oleh dasi . Lusi pun hanya menghindar dan berkata " Kenapa kalian melakukan ini ? apa salahku ? jika memang aku punya hutang banyak kepada kalian aku akan berusaha membayar nya "
" shut . kamu nggak perlu bayar kok , cukup dengan tubuhmu saja "
"'Abdi . kamu kan ketua kelas , harusnya kamu paham dengan konsekuensinya "
" Hahahaha !!!!! " terdengar suara tawa Abdi begitu menyeramkan . itu membuat Lusi semakin gelisah dan takut , tak lama kemudian bus pun berhenti .
Tak menyia-nyiakan waktu , Lusi berteriak sekuat tenaga . " Pak supir , Tolong saya ! "
isaknya namun tak di hiraukan oleh sang supir . " Pak . pak . pak supir , saya mohon tolong saya " . Namun lagi lagi tubuh Lusi di tarik oleh Murid sekelasnya . dan dia di paksa duduk di sebuah kursi .
" Lusi sayang , jika kamu mau selamat kamu harus jadi budak saya " Kini Abdi mendekati Lusi dan bersandar di bahu nya .
" Cuihhhh . persetan dengan mu !!! awalnya aku memang berharap menjadi salah satu bagian dari hidup kamu ! tapi kali ini aku nggak Sudi menjadi pacar kamu ataupun menjadi budak kamu !!!! JANGAN HARAP ! "
" Kamu yakin , " Kini suara Abdi kembali lembut dan perlahan membuka penutup mata Lusi ... perlahan Lusi mengedip ngedipkan matanya , karena setengah jam lamanya mata dia tertutup mengakibatkan pandangan nya sedikit gelap . Setelah normal dia hendak melarikan diri namun pemandangan di depan matanya membuat dia menghentikan niatnya
" HAPPY BIRTHDAY LUSI " mereka mengucapkan selamat kepada Lusi . Lusi pun hanya bengong dan terduduk kembali , sedetik kemudian dia merasa malu dengan ucapan yang dia lontarkan barusan
" Pffftt , ha_hahahahah " Abdi tertawa terbahak bahak dan memegang perutnya .
dan semua temannya juga ikut tertawa , mereka sepakat untuk mengerjai Lusi di hari ulangtahun nya .
" Gimana gimana . gimana tadi "
" Lusi , jika kamu ingin selamat kamu harus jadi pacar aku "
" Cuih persetan dengan mu "
" Dulu aku memang berharap menjadi bagian dari hidupmu "
" dan kini aku ogah "
" JANGAN HARAP "
" HAHAHAHA, "
begitulah mereka parodiin kalimat yang Lusi ucapkan.
" Eh berarti Abdi dapat lampu ijo dong "
" Ehem . " kini Abdi juga merasa gugup dan salting , dia terlihat kebingingungan sendiri . begitu juga dengan Lusi , dia juga sudah berwajah merah layaknya kepiting rebus ..
Alhasil mereka berdua jadi bulan bulanan temannya .
" CIIIEEEEEE "
" Salting brutal nih ye " . saat mereka sedang bercanda riang , ada seseorang yang memotret mereka diam diam . orang itu juga tersenyum simpul yang sulit di artikan .
__ADS_1