Aku Dan Idolaku

Aku Dan Idolaku
episode tambahan 2


__ADS_3

"Hallo , aku Abdi. seorang anak tunggal dari pasangan suami istri dan juga pewaris sah di beberapa PT yang Ayahku kembangkan."




" Dahulu aku begitu manja dan semua keinginan ku selalu di turuti.."*




" Sampai pada akhirnya aku di pindahkan ke salah satu sekolah yang jauh banget berbeda dengan sekolah ku pada awalnya." *




" Sampai dimana aku bertemu dengannya*"


2017 Lalu.....




" anak anak kalian akan kemasukan teman baru " ucap seorang guru sambil memasuki kelas..


" Iya pak guru... " sahut semua murid


" Nah kita mulai pelajaran dulu sebelum murid pindahan tersebut masuk.." Kata guru itu lagi sembari membuka buku mata pelajaran dan menulis di papan tulis..


" Setelah keluar dari ruang kepala sekolah aku berjalan sambil mengikuti guru lain yang mengantar aku menuju kelas ku"



Tok tok tok tok.. " Maaf pak guru ini murid anda yang akan bergabung mulai saat ini " Semua murid heboh karena melihat seorang anak remaja tampan masuk..



" **Woooowwww** " sorak semua siswi perempuan kecuali Lusi..



" Baiklah perkenalkan dirimu " Ucap guru yang sedang mengajar..



" Hai. Namaku Abdi Surya Pratama "


Kyaaaaaa ,,,,, "


" *Mendengar sorakan itu aku tersenyum dan merasa bangga pada diriku.. " *




" Namun setelah aku perhatikan semuanya ada seorang gadis yang mencuri perhatian ku.. " *




" Hingga beberapa bulan kemudian aku terus memperhatikan nya " *



__ADS_1


" Dia begitu baik , pintar dan mandiri juga .."*




" Aku bertanya kepada semua teman sekelas tentang siapa namanya dan tibggal dimana "


" ***Oh itu , Namanya Lusiana,,," ***


" Dia gadis pekerja keras dan gak mau bergantung pada siapapun"


" Kenapa ? Naksir sama dia ? "


" Aku hanya tersenyum mendengar jawaban mereka, dan timbul lah pikiran ku untuk mendekatinya.."


" Oke fiks mulai hari ini Abdi sah jadi ketua kelas kita yah "


" Okeh " .. Tampak semua murid setuju mengangkat Abdi menjadi ketua kelas mereka..


Saat Lusi hendak keluar dari kelas dan pergi bekerja , tiba tiba dia di hadang tepat di pintu kelas ..



Tap .. Tangan Abdi mendarat di dinding dan tak membiarkan Lusi pergi ..



" Minggir " Ucap Lusi ..


" Kalau aku nggak mau ?" Tantang Abdi..


" CK.. " Decak Lusi sambil mendorong tubuh Abdi . Namun lagi lagi Dia gagal karena tenaga nya kalah jauh..



" Berikan dulu nomor hp kamu " Abdi menyerahkan ponsel miliknya..



" Kalau begitu ijinkan aku mengantarmu pulang " kekeh Abdi ..


" Tuan Muda yang terhormat, aku bukan siapa-siapa dan kita juga tidak dekat " kemudian Lusi merangkak dari bawah ketek Abdi dan berlari sekuat tenaga..



" Dasar kucing galak " Senyum Abdi terbit di sudut bibirnya..



" Oke , karena aku sudah menjadi ketua kelas kalian maka jawab pertanyaan aku" Namun semua teman sekelasnya hanya terdiam..



" Kenapa " Tanya Abdi heran..


" Kita gak salah lihat kan bro ?"


" Apanya ?" Masih bingung.


" Kamu beneran naksir Lusi ?"


" Emang gak boleh ?" Merasa heran


" Gak sih . cuma dia keknya gak mau pacaran deh "



" Ho ,oh . kemarin aja ada tuh kakak kelas yang nyatain perasaan ke dia terus di tolak di depan umum .."

__ADS_1



" Kan belum tentu itu juga berlaku ke aku " ucap Abdi dengan bangganya..



" *Aku terus berusaha untuk mendekatinya "*


" Karena aku merasa tertantang karena selalu di acuhkan . "




" Sampai dimana aku melihatnya menangis seorang diri dan terlihat putus asa namun di hadapan semua orang dia terlihat tegar dan baik baik saja*.."


" Mengapa aku selalu sendirian? Mengapa takdir begitu menyakitkan? " Lusi menangis dan mengoceh sendirian dan tak menyadari kehadiran Abdi di belakangnya..


Lama sekali Lusi menangis dan terisak dan Abdi membiarkan hal itu karena dia merasa iba...


" KYAAAAA .." Teriak Lusi ketika dia berdiri dan menghadap ke belakang namun di kejutkan oleh kehadiran Abdi..


" Ngapain kamu disini ?" Lusi makin ketus karena dia kedapatan menangis seorang diri..


" Ah.. Eum itu " Abdi tergagap menjawab nya .


" Kamu masih mau minta nomor ponsel aku ! ya udah sini hp kamu " Lusi merebut ponsel Abdi dan mengetik Nomor Ponsel miliknya ..


" Nih ambil . Tapi ingat jangan ganggu aku ketika sedang bekerja " Lusi menyerahkan Ponsel Abdi ..


Saat hendak pergi Abdi menahan tangan Lusi dan memeluknya kuat.. Lusi yang kaget berusahalah untuk melepaskan diri dari dari dekapan Abdi ..


" Lusi tenang . kalau kamu berontak terus aku cium kamu disini " Ancaman Abdi berhasil membuat Lusi diam dan membiarkan Abdi memeluk nya erat..


" Kamu bekerja disini ?" Akhirnya Abdi berhasil menemukan tempat Lusi bekerja dan tempat Lusi kost juga..


" Iya .. cuma ini toko yang menerima pekerja paruh waktu kayak aku " Lusi turun dari motor Abdi dan menyerahkan helm nya juga..


" Hm.. oke kalau begitu sampai ketemu besok Lusi " Abdi menghidupkan motor nya dan tersenyum kepada Lusi kemudian pergi dari Toko tempat Lusi bekerja..


" Saat aku pergi dari toko itu , aku menghubungi semua teman sekelas dan menyusun beberapa rencana untuk membantu Lusi "




" Kami semua sepakat untuk tidak ada yang memberi tahu Lusi perihal rencana kami ini.." *




Tok tok tok... " Selamat pagi buk.." *




" Lusi, silahkan masuk* "




Perlahan Lusi memasuki ruang guru dan hendak menyerahkan uang SPP miliknya yang sudah nunggak selama ini ..


" Sudah lunas Lusi " Mendengar itu Lusi kaget dan seingat dirinya dia belum pernah membayar nya..


" Ibu juga tidak tahu siapa orang itu "

__ADS_1


Dan semakin membuat Lusi keheranan..


Sampai di kelas dia melihat semua teman sekelasnya dan berusaha untuk mencari tahu siapa yang sudah membantu nya .


__ADS_2