
"Hallo , aku Abdi. seorang anak tunggal dari pasangan suami istri dan juga pewaris sah di beberapa PT yang Ayahku kembangkan."
" Dahulu aku begitu manja dan semua keinginan ku selalu di turuti.."*
" Sampai pada akhirnya aku di pindahkan ke salah satu sekolah yang jauh banget berbeda dengan sekolah ku pada awalnya." *
" Sampai dimana aku bertemu dengannya*"
2017 Lalu.....
" anak anak kalian akan kemasukan teman baru " ucap seorang guru sambil memasuki kelas..
" Iya pak guru... " sahut semua murid
" Nah kita mulai pelajaran dulu sebelum murid pindahan tersebut masuk.." Kata guru itu lagi sembari membuka buku mata pelajaran dan menulis di papan tulis..
" Setelah keluar dari ruang kepala sekolah aku berjalan sambil mengikuti guru lain yang mengantar aku menuju kelas ku"
Tok tok tok tok.. " Maaf pak guru ini murid anda yang akan bergabung mulai saat ini " Semua murid heboh karena melihat seorang anak remaja tampan masuk..
" **Woooowwww** " sorak semua siswi perempuan kecuali Lusi..
" Baiklah perkenalkan dirimu " Ucap guru yang sedang mengajar..
" Hai. Namaku Abdi Surya Pratama "
Kyaaaaaa ,,,,, "
" *Mendengar sorakan itu aku tersenyum dan merasa bangga pada diriku.. " *
" Namun setelah aku perhatikan semuanya ada seorang gadis yang mencuri perhatian ku.. " *
" Hingga beberapa bulan kemudian aku terus memperhatikan nya " *
__ADS_1
" Dia begitu baik , pintar dan mandiri juga .."*
" Aku bertanya kepada semua teman sekelas tentang siapa namanya dan tibggal dimana "
" ***Oh itu , Namanya Lusiana,,," ***
" Dia gadis pekerja keras dan gak mau bergantung pada siapapun"
" Kenapa ? Naksir sama dia ? "
" Aku hanya tersenyum mendengar jawaban mereka, dan timbul lah pikiran ku untuk mendekatinya.."
" Oke fiks mulai hari ini Abdi sah jadi ketua kelas kita yah "
" Okeh " .. Tampak semua murid setuju mengangkat Abdi menjadi ketua kelas mereka..
Saat Lusi hendak keluar dari kelas dan pergi bekerja , tiba tiba dia di hadang tepat di pintu kelas ..
Tap .. Tangan Abdi mendarat di dinding dan tak membiarkan Lusi pergi ..
" Minggir " Ucap Lusi ..
" Kalau aku nggak mau ?" Tantang Abdi..
" CK.. " Decak Lusi sambil mendorong tubuh Abdi . Namun lagi lagi Dia gagal karena tenaga nya kalah jauh..
" Berikan dulu nomor hp kamu " Abdi menyerahkan ponsel miliknya..
" Kalau begitu ijinkan aku mengantarmu pulang " kekeh Abdi ..
" Tuan Muda yang terhormat, aku bukan siapa-siapa dan kita juga tidak dekat " kemudian Lusi merangkak dari bawah ketek Abdi dan berlari sekuat tenaga..
" Dasar kucing galak " Senyum Abdi terbit di sudut bibirnya..
" Oke , karena aku sudah menjadi ketua kelas kalian maka jawab pertanyaan aku" Namun semua teman sekelasnya hanya terdiam..
" Kenapa " Tanya Abdi heran..
" Kita gak salah lihat kan bro ?"
" Apanya ?" Masih bingung.
" Kamu beneran naksir Lusi ?"
" Emang gak boleh ?" Merasa heran
" Gak sih . cuma dia keknya gak mau pacaran deh "
" Ho ,oh . kemarin aja ada tuh kakak kelas yang nyatain perasaan ke dia terus di tolak di depan umum .."
__ADS_1
" Kan belum tentu itu juga berlaku ke aku " ucap Abdi dengan bangganya..
" *Aku terus berusaha untuk mendekatinya "*
" Karena aku merasa tertantang karena selalu di acuhkan . "
" Sampai dimana aku melihatnya menangis seorang diri dan terlihat putus asa namun di hadapan semua orang dia terlihat tegar dan baik baik saja*.."
" Mengapa aku selalu sendirian? Mengapa takdir begitu menyakitkan? " Lusi menangis dan mengoceh sendirian dan tak menyadari kehadiran Abdi di belakangnya..
Lama sekali Lusi menangis dan terisak dan Abdi membiarkan hal itu karena dia merasa iba...
" KYAAAAA .." Teriak Lusi ketika dia berdiri dan menghadap ke belakang namun di kejutkan oleh kehadiran Abdi..
" Ngapain kamu disini ?" Lusi makin ketus karena dia kedapatan menangis seorang diri..
" Ah.. Eum itu " Abdi tergagap menjawab nya .
" Kamu masih mau minta nomor ponsel aku ! ya udah sini hp kamu " Lusi merebut ponsel Abdi dan mengetik Nomor Ponsel miliknya ..
" Nih ambil . Tapi ingat jangan ganggu aku ketika sedang bekerja " Lusi menyerahkan Ponsel Abdi ..
Saat hendak pergi Abdi menahan tangan Lusi dan memeluknya kuat.. Lusi yang kaget berusahalah untuk melepaskan diri dari dari dekapan Abdi ..
" Lusi tenang . kalau kamu berontak terus aku cium kamu disini " Ancaman Abdi berhasil membuat Lusi diam dan membiarkan Abdi memeluk nya erat..
" Kamu bekerja disini ?" Akhirnya Abdi berhasil menemukan tempat Lusi bekerja dan tempat Lusi kost juga..
" Iya .. cuma ini toko yang menerima pekerja paruh waktu kayak aku " Lusi turun dari motor Abdi dan menyerahkan helm nya juga..
" Hm.. oke kalau begitu sampai ketemu besok Lusi " Abdi menghidupkan motor nya dan tersenyum kepada Lusi kemudian pergi dari Toko tempat Lusi bekerja..
" Saat aku pergi dari toko itu , aku menghubungi semua teman sekelas dan menyusun beberapa rencana untuk membantu Lusi "
" Kami semua sepakat untuk tidak ada yang memberi tahu Lusi perihal rencana kami ini.." *
Tok tok tok... " Selamat pagi buk.." *
" Lusi, silahkan masuk* "
Perlahan Lusi memasuki ruang guru dan hendak menyerahkan uang SPP miliknya yang sudah nunggak selama ini ..
" Sudah lunas Lusi " Mendengar itu Lusi kaget dan seingat dirinya dia belum pernah membayar nya..
" Ibu juga tidak tahu siapa orang itu "
__ADS_1
Dan semakin membuat Lusi keheranan..
Sampai di kelas dia melihat semua teman sekelasnya dan berusaha untuk mencari tahu siapa yang sudah membantu nya .