
An Chuxia yang menonton acara live juga ikut merasakan haru . dia juga sangat menyayangi grup boyband tersebut..
" Chuxia.. Chuxia .. Chuxia.. CHUXIA..!!!" teriak Lisa ..
" Hah.. apa .... apa yang terjadi " Chuxia terkejut karena tidak merasakan kehadiran Lisa..
" Kamu ngapain bengong di depan tv ? pake nangis segala lagi ?" Lisa pura pura tidak tahu..
" Siapa yang nangis coba " Chuxia mengelak
" Hm.. ya sudah, kamu nggak nangis kok . hanya kelilipan kan ? " Lisa tersenyum melihat Chuxia menghindar
" Mau ngapain kamu kesini?"
Lisa mengatur posisi nya dan duduk di sebelah Chuxia. " Kak An Gu udah pulang yah " bisiknya
" hah!!! " Church sangat terkejut
" sssttt. " Lisa meletakkan jari telunjuknya ke bibir. " jangan keras keras Chu , " sambil menoleh ke samping kiri dan kanan..
" Ngapain kamu nyari kak An Gu ?"
" hehehehe... " Chuxia merasa curiga dengan gerak gerik Lisa . dia berusaha menangkap isi pikiran sahabatnya tersebut..
" Jangan jangan kamu\_\_?"
" Iya "!! " Hah!! kamu gila ya !"
" Chuxia..... aku juga nggak tahu kenapa jadi begini " Lisa merengek ...
__ADS_1
" Lisa... inget umur kamu sama kakak aku itu jauh !" Chuxia berdiri dari duduknya.
" Astaga.. kenapa jadi gini sih " Chuxia membatin...
...----------------...
" Apa kamu sudah menyelamatkan semuanya ?"
" Belum pah. masih sebagian " mendengar jawaban dari anaknya membuat sang ayah marah dan menampar wajah nya ..
" Dasar anak kurang ajar!! lihat !! gara gara kelalaian kamu kita mengalami penurunan yang cukup besar...!"
" Maaf pah , aku akan bekerja keras "
" Abdi... apa papa terlihat seperti tidak punya pekerjaan? dan berani nya kamu malah meninggalkan pekerjaan disini ?"
" Hallo Teo .... APA !!!" melihat Abdi terkejut dan melotot ke arah nya membuat Surya selaku ayah Abdi merasa heran.. Setelah menutup panggilan itu Abdi berusaha menahan amarah dan bertanya pelan
" Papa.... apa Papa ada dibalik semuanya?"
" Apa maksud kamu Abdi !!!" Suara Surya penuh penekanan.
" Apa Papa yang membunuh Lusi.!" Abdi juga ikut membesarkan suaranya.
" Jaga ucapan kamu Abdi !!"
" Jawab aku Pah. apa Papa yang sudah membunuh Lusi !!!" Abdi marah sekali dan berteriak kepada Surya ... dia tidak menyangka bahwa sang Papa akan melanjutkan perbuat yang sangat keterlaluan.
" Apa Papa tidak menyesal sama sekali ?"
__ADS_1
"( ........)"
" Papa jawab aku Pah " Abdi merasa dunia yang dia tempati terasa kosong. dia sangat terkejut mengetahui kejadian itu, Padahal sewaktu pemakaman Lusi Dia tidak merasa curiga dengan gerak gerik Papa nya karena dia terlalu bersedih...
" Abdi.. Papa melakukan nya untuk kebaikan kamu " Abdi merasa sangat dibodohi oleh Ayahnya . dia sangat merasa malu karena selama ini orang yang paling mendukung antara dia dan Lusi adalah Surya..
" Aku akan melaporkan Papa atas kasus pembunuhan berencana " Ancam Abdi
" HAHAHAHA!!!!! Abdi ! apa kamu bisa membuat Papa masuk penjara? apa kamu lupa bahwa di dunia ini apapun bisa di selesai asal ada ini " Surya mengatakan duit dengan cara menggerakkan jari tangannya
" Oh... seperti nya Papa tidak menyesal sama sekali ya. !"
" Abdi,, anak Papa yang paling Papa banggakan !" Surya mendekati Abdi dan menggenggam bahu anaknya , Tetapi Abdi melepaskan genggaman itu.
" Oh !! kamu begitu mencintainya kah ?!"
" Iya !!"
" He-he-he.. kamu bisa menemukan yang lebih baik dari Lusi nak "
" Tidak ada bajingan! tidak ada yang sebaik Lusi dan tidak akan pernah ada !! camkan itu!"
" Abdi.. kamu melawan orang tua hanya karena anak panti asuhan itu ??!"
" Tutup mulut kotor mu itu dan keluar sekarang juga !" Tunjuk Abdi dan Surya menyeringai sambil berlalu dari hadapan anaknya..
__ADS_1