
" Chuxia..! " Abdi sangat terkejut melihat kehadiran Chuxia di tempat penyekapan.
" Mengapa kamu bisa ada disini ?"
Chuxia yang mendengar panggilan dari Abdi dan menoleh ke belakang. " Apa kamu juga mengetahui semuanya ?"
" Chuxia aku juga sama denganmu .. aku\_\_"
" Sudahlah.. aku tidak akan melakukan apapun kepada mu .. karena aku tahu kamu orang baik "
" Chuxia "
" Abdi.. selama aku menjadi Lusi ,aku sangat sangat bahagia bisa berjalan bersama mu ," Chuxia bergetar mengingat semua kenangan dia bersama Abdi dan semua kenangan selama dia SMA dahulu..
" Chuxia aku\_\_"
" Cukup ! aku bahkan mati sebelum kelulusan sekolah berlangsung. bahkan aku nggak tahu aku lulus atau tidak ! " dengan suara meninggi Chuxia berkata kata .. " Apa kamu tahu waktu kecelakaan itu terjadi ? Aku berharap bisa __"
" Chuxia cukup! Kumohon jangan di teruskan . .. " Abdi merasa sesak setiap mengingat masa lalu bersama dengan Lusi
Shinta begitu heran melihat tatapan Abdi kepada perempuan yang bernama Chuxia. dia kembali mengingat Lusi setiap kali Abdi menatap Lusi dari kejauhan .. dia sangat cemburu namun berusaha untuk menahan diri karena berharap suatu hari Abdi akan melihat ke arah dirinya.. Tetapi harapan nya sirna mengetahui Abdi menyukai Lusi begitu juga sebaliknya..
" Apa kamu beneran Lusi ?" Shinta memberanikan diri bertanya..
" iya.. aku juga awalnya bingung kenapa aku terbangun di tubuh orang lain . dan aku juga berpikir waktu itu hanyalah mimpi... "
" Bohong !! kamu pasti bohong kan ! jelas jelas\_\_"
" Lusi sudah mati ? iya ? heh. Shinta , kamu sangat naif " Chuxia melawan ucapan Shinta
__ADS_1
" Apa buktinya bahwa kamu adalah perempuan culun itu ?" Shinta d Ngan arogan masih melawan Chuxia..
Dengan wajah tersenyum Chuxia mengatur posisi nya menjadi duduk, dia duduk layaknya seorang gadis keturunan bangsawan yang elegan .. dia terus menerbitkan senyuman di wajahnya
Dengan sangat percaya diri dia bercerita tentang kehidupan masa kecilnya yang berasal dari panti asuhan hingga memutuskan untuk keluar dari panti untuk bekerja dan sekolah..
" Transmigrasi ? Reinkarnasi? Hahahaha" Shinta menertawakan Chuxia. " Apa kamu pikir aku anak kecil ? dasar wanita gila !"
" Terserah kamu mau percaya atau tidak.. tapi itulah kenyataannya " Teo akhirnya kembali membuka suara..
" Chuxia.. apa aku masih punya kesempatan?" Abdi mendekati Chuxia dan berlutut di hadapan nya.. dengan wajah yang penuh air mata penyesalan Abdi mendongakkan wajahnya...
Abdi terus menatap Chuxia..
" Abdi apa kamu sudah gila ?! dia bukan Chuxia ! dia\_\_!"
" Diam Shinta !! Tutup mulut busukmu itu!"
" Abdi kamu"
" Apa aku harus membunuh mu juga ?"
" Tapi dia bukan Lusi "
" Seret dia masuk lebih dalam dan lakukan apapun yang ingin kalian inginkan !!" Abdi mengeluarkan perintah nya
" Baik bos " dengan semangat semua anak buah Teo menyeret Shinta masuk lebih dalam lagi..
" Hei bro. itu anak buahku " Teo mengeluarkan protes kepada Abdi
__ADS_1
" Diam kamu "!
" Baik baik " Teo mengangkat tangan nya ..
" Tidak !! jangan lakukan itu tuan .. saya mohon " Burhan pucat ketakutan melihat akan seperti apa anaknya di perlakukan
...----------------...
" Hai sayang.. " Jin menyambut kepulangan Chuxia dari Indonesia di bandara internasional Korea Selatan..
" Gimana? lancar kan semuanya ?" dengan penuh kerinduan jin menciumi setiap inci wajah Chuxia..
" Kakak.. aku merasa geli tauk " protes Chuxia
" Hehehehe " Jin memeluk Chuxia erat
Karena mereka tidak memperhatikan sekeliling akhirnya mereka berdua tercium oleh beberapa media dan menjadi incaran..
***Jepret... jepret.. " Ooooooo .. so sweet.."***
" Kim Seokjin yang terciduk di bandara internasional Korea Selatan kini menjadi bahan kejaran beberapa wartawan .. menurut yang kami dengar dia pagi ini sedang menjemput kedatangan sang kekasih dari Indonesia..
( Oppa ..... Kim Seokjin ....)
( Bukan hanya media saja yang heboh bahkan beberapa masyarakat lokal yang mengidolakan dirinya berteriak histeris dan ada juga yang mengejar mereka. bersama dengan kami woaaaa"
( maaf mbak reporter.. kami tidak sengaja)
" iya silahkan lanjutkan"
Chuxia dan Seokjin hanya tersenyum melihat tingkah masyarakat lokal dan beberapa media.. mereka terus berlari meninggalkan kerumunan orang banyak..
Dalam asrama beberapa member merasa geli melihat Hyung mereka menjadi bodoh akibat jatuh cinta...
" Menggelikan " Jungkook bergidik membayangkan jin
__ADS_1