
Munculnya Kim Seokjin ke Indonesia membuat geger media online. Tak sedikit yang memposting ulang video yang mereka dapatkan dengan cara menyalin tautan dan mendownload untuk di bagikan di media sosial Masing-masing...
( *itu beneran Kim Seokjin )*
( Wahhh... aku sangat mengagumi nya )
( Aku juga udah lihat dia secara langsung lho ! Ganteng banget..!)
( akhirnya aku sudah tidak penasaran lagi dengan pasangan dia.. ha-ha jujur aku sedih tapi dia juga berhak bahagia kan )*
( Army .. kita harus kuat ya... tapi mereka pasangan serasi kan..)
Melihat hebohnya dunia internet membuat Chuxia kesulitan untuk keluar dari hotel. Dia terus ngedumel akan kecerobohan yang Seokjin lakukan .. " Dasar pacar ngeselin !" Chuxia duduk di sofa dan memukul bantal hotel itu..
" Aku ingin keluar untuk jalan jalan dan lakukan perlindungan terhadap aku dan Chuxia " Seokjin menghubungi seorang bodyguard dan mereka langsung bergegas membentuk tim untuk menjaga bintang dunia dan kekasih kesayangan nya...
Tok tok tok .. Chuxia membuka pintu serta bibir yang manyun kedepan.. " Masih marah ?" Jin bertanya dan Chuxia hanya diam saja..
" Hm.. " Seokjin menyenderkan tubuhnya ke dinding pintu dan terus menatap Chuxia yang masih merajuk..
Cekrek.. cekrek. Chuxia langsung menoleh dan melihat Seokjin sedang memotret dirinya...
" Oppa... " Chuxia berusaha merebut ponsel Jin namu tidak berhasil di karenakan tinggi badan mereka tidak sejajar.. Chuxia hanya setinggi seratus lima puluh dua cm dan Seokjin seratus tujuh puluh sembilan cm .. Bayangin aja yah pemirsa hehehe...
Seokjin terus tertawa melihat ketidak berdayakan Chuxia.. " Pendek nya istri aku " Jin mengusap usap rambut Chuxia..
" Cih.. terserah deh aku mau tidur lagi aja " Chuxia menghentakkan kakinya seperti anak kecil yang merajuk karena keinginannya tidak terpenuhi
" Ya udah aku cari gadis lain aja kali ya " Seokjin masih dengan senyum jahilnya
__ADS_1
Bruk.. " Berani kamu macam macam kita .udahan aja hum ...!" Chuxia melempar Jin dengan sebuah bantal dan yang di lempar hanya tertawa terbahak-bahak..
" Hahahaha....."
" Ya udah kita mau kemana " Chuxia akhirnya mengalah...
" Hm " Jin melihat wajah Chuxia dengan kepala miring...
Chuxia selalu merinding setiap kali Jin mengeluarkan kata hm.. " Apasih " batin Chuxia...
...****************...
" Sial sial sial sial sial ...! dasar manusia Sialan !!!" Abdi terus mengamuk dan melempar apapun yang ada di hadapan..
" Jika bukan karena diriku apa Lusi akan bersama denganmu ?! Jika bukan\_\_. Hu..hu..hu... " Abdi tiba-tiba menangis dan tak sanggup meneruskan ucapannya..
" Aku akan membunuhmu " wajah nya berubah menjadi menyeramkan..
Hari berikutnya Abdi kembali ke kantor seperti biasa.. namun dia belum menyadari bahwa beberapa karyawan nya berbisik tentang dirinya..
Sesampainya di ruangannya dia menekan kuat pelipisnya dan berpikir ..
" Enaknya orang ini ku apain ya ? Haruskah aku memotong motong dagingnya dan memberikan nya kepada binatang buas ? " Abdi menyenderkan punggungnya ke kursi kebesarannya..
" Dan kamu ... kamu hanya bisa jadi milikku ! Heh..! Mau kamu Lusi atau Chuxia aku tidak peduli ! Karena kamu yang datang duluan kepada ku.. Jadi jangan salahkan aku jika aku nekat untuk merebut mu dari idol Sialan itu ..!" Nafas Abdi memburu mengingat Jin terus menciumi Chuxia.. Bahkan dirinya saja dahulu tidak berani senekat Kim Seokjin..
__ADS_1
Lalu pintu ruangan nya terbuka dan terlihat lah seorang gadis bersujud di hadapannya dan memohon ampun..
" Abdi aku mohon lepaskan ayahku ... Dia hanya korban dan Akhhh " Shinta di cekik oleh Abdi..
" Korban katamu ! Hah !" Shinta gemetar ketakutan melihat wajah Abdi yang menakutkan..
" Jika bukan ayahmu yang menabraknya apakah sekarang aku dan Lusi akan berpisah ?" Abdi semakin kuat mencekik leher Shinta..
" Uuggh.. uuggh.. " Shinta terus meronta supaya Abdi melepaskan cekikan nya . Karena mengikuti dirinya juga termasuk dalam kategori yang tidak bisa lepas dari media membuat Abdi melepaskan Shinta
" Sialan..!" Abdi mendorong kuat sehingga Shinta terhempas sejauh tiga meter dari posisi Abdi berdiri..
" Uhuk ...uhuk .uhuk.. " Batuk Shinta terdengar..
" Enyah dari hadapan ku dan jangan biarkan aku melihatmu atau kau langsung kubunuh "! mendengar ancaman itu Shinta langsung berdiri dan berlari keluar dari ruangan Abdi..
Di tengah pantai yang indah Chuxia terlihat bahagia .. dia terus memainkan air laut dengan tawa yang ringan.. Tanpa Chuxia sadari baju yang ia kenakan ternyata tembus pandang..
Seokjin yang melihat itu langsung berwajah merah dan membuka kemejanya untuk di serahkan kepada Chuxia supaya di pakai..
" Nggak mau.. aku masih mau main air kak " Chuxia tidak terima dirinya di seret keluar dari air..
" Chuxia coba perhatikan bajumu " Tegur Jin ..
" Tapi kan ini pantai terlihat sepi kak " Terlihat Chuxia protes..
" Chuxia pantai ini nggak sepi . hanya lokasi kita saja yang tidak boleh di jangkau oleh orang banyak " Seokjin menunjukkan betapa ramainya pengunjung pantai tersebut karena keberadaan Kim Seokjin sang bintang dunia..
" Oh ternyata disini yah ... Chuxia kemari "
Chuxia terlihat seperti ketakutan melihat keberadaan orang yang paling dia hindari sejak dulu..
__ADS_1
" Ka.. kamu .. kamu .."
" Kemari Chuxia.. sebelum aku seret dirimu "