
" Chuxia, apa aku sudah tidak punya kesempatan?" Tanya Abdi..
Dengan tersenyum Chuxia menjawab " Maaf Abdi.."
" Pada akhirnya aku tetap kalah "
Sewaktu media di hebohkan dengan berita pernikahan Kim Seokjin dan An Chuxia Abdi bergegas pergi ke Korea..
Dia berharap bahwa semua berita itu bohong dan tak pernah ada.. Namun yang dia dapatkan justru kekecewaan dan rasa sakit hati yang dalam..
" Abdi, aku berharap di kehidupan lain kita akan bertemu lagi "
" Dan kembali merasakan kehilangan?!" Abdi bangun dari duduknya dan merasa sangat marah mendengar perkataan Chuxia..
" Setidaknya kita bisa berteman " Chuxia berusaha menenangkan Abdi ..
" Chuxia" Abdi berlutut di hadapan Chuxia dan terisak.. " Aku sudah menemukan siapa pembunuh nya dan aku juga sudah membuat ayahku merasakan hukuman "
" Apa itu belum cukup ?" Abdi memohon kepada Chuxia..
" Abdi " Chuxia juga berlutut dan memeluk erat Abdi. mereka berdua menangis bersama dan Chuxia berkata " Lupakan aku Abdi . Lupakan Oke !"
" Tidak Chuxia, mau kamu Lusi atau Chuxia aku tidak peduli.. " Abdi menolak permintaan itu
__ADS_1
" Tapi aku\_"
" Aku tahu. " Abdi menarik nafas dalam-dalam dan berusaha tenang. " Semoga kamu bahagia Chuxia " Dan kemudian Abdi mencium kening Chuxia Sangat lama membuat Seokjin cemburu..
Karena dia sudah sedari tadi menahan diri agar tak ikut campur dalam pembicaraan mereka.. " Sudah cukup " Seokjin menarik Chuxia dan mendekapnya..
" Ayo kita pergi " usul Seokjin dan Chuxia menurut. Kini di dalam restoran yang biasa di pakai oleh pelanggan khusus tinggallah Abdi seorang diri ..
Dia menangis sendirian dan berteriak memanggil nama Lusi.. Hingga dia kelelahan dan tertidur di lantai yang dingin..
Dalam perjalanan pulang Seokjin tak bicara sedikit pun , dia terus diam dalam seribu bahasa membuat Chuxia bertanya tanya..
Namun dia juga bingung mau membicarakan apa supaya suasana tidak terlalu tegang..
" Oh " Chuxia masih sedikit canggung
Dan kemudian Jin menghentikan mobil mereka di pinggir jalan dekat taman kota.. Dia menatap Chuxia dengan sangat lekat membuat Chuxia tak nyaman
" Kamu marah sama aku ya ?" Chuxia bertanya
" Hhhh... " Jin menarik nafas panjang..
" Aku tidak marah hanya kesal " Seokjin kemudian tersenyum ke arah Chuxia..
" Aku minta maaf ya oppa, tadi itu aku\_\_"
Ucapan Chuxia terhenti karena mulutnya di Raup oleh Jin ..
__ADS_1
" Ingat, kamu milikku dan hanya milikku!" Tegas Seokjin dan kembali menciumi Chuxia..
Di mulai dari bibir, pipi hingga merayap ke leher membuat Chuxia seperti di tarik oleh magnet yang kuat..
" Kita pulang yuk " Ajak Chuxia namun Seokjin tak peduli dan terus melanjutkan gerakan tangan nya..
" Kak.. please jangan di sini" Chuxia juga sudah sedikit terangsang akibat ulah jin ..
" Hmm" Seokjin hanya menjawab singkat karena dirinya tengah sibuk menciumi setiap lekuk tubuh Chuxia..
" Hngh.. " Suara yang Chuxia tahan akhirnya keluar dan membuat Jin tersenyum.
" Aku sudah tidak tahan " Seokjin melepas baju yang di pakai Chuxia dan terjadilah mobil goyang.. Untung nya suasana di luar sepi dan sedikit gerimis..
...----------------...
Seokjin turun dari mobil dan menggendong Chuxia yang sudah terlelap karena kelelahan.
dengan hati hati Seokjin membawa Chuxia masuk ke dalam kamar dan membersihkan tubuh Chuxia serta mengganti pakaiannya..
Setelah selesai Seokjin buru buru keluar dan pergi menemui Abdi..
" Sepertinya anda belum puas membuat sahabat saya menderita !" Teo mendesis..
" Aku hanya ingin dia tahu posisi dirinya" tegas Seokjin..
" Dasar bedebah Sialan !" Teo hendak menghajar Seokjin namun berhasil di tangkis oleh Jin..
__ADS_1
" Aku tidak berurusan dengan mu dan jangan ikut campur " Kemudian Seokjin pergi meninggalkan Teo sendirian dan kembali ke rumah..