
" Hmmmph... hmmmph ... " seorang pria berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan yang membelenggu dirinya..
" Teo , apa kamu yakin dia yang menabrak Lusi ?"
" Kamu pikir aku bercanda kah ? Kamu lihat ini " Teo menunjukkan video beberapa tahun lalu kepada Abdi. dimana pada waktu itu dia menyatakan perasaannya kepada Lusi..
Tidak ada yang menyadari keberadaan orang tersebut karena mereka masih belum mengerti gelapnya dunia orang dewasa.
" Darimana kamu menemukan video ini ? dan apa motif mereka membunuh Lusi..!" Dengan tangan terkepal abdi berjalan menghampiri orang yang sudah berada di tangan mereka..
" Katakan..! siapa yang menyuruh mu ?!"
" Biar aku saja .." Teo sedikit menunduk sambil menyodorkan sebuah pistol api ke wajah orang itu.. " Pak . apa bapak punya keluarga?" Dengan nada lembut namun penuh penekanan
" Hei anak muda .. jangan berpikir bahwa kalian sudah menang !" Penutup mulut orang tersebut sudah di lepas oleh Teo untuk menggali sedikit informasi..
" Oh ya !" Teo kemudian menekan pelatuk pistol nya dengan pelan.. " Mari kita akhiri dengan menumpahkan darah dari kepala ini "
Namun bukannya takut orang itu malah tersenyum seolah mengatakan " silahkan! tembak aku "... . Karena paham akan senyuman itu Teo memancingnya sedikit.
" Ah... benar juga " Dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan selembar foto.
" Bagaimana jika kita memulainya dari gadis ini ya ?" Wajah orang itu langsung panik dan pucat .. " Apa kita culik terlebih dahulu ya , lalu kita serahkan kepada pria yang haus kehangatan !" Teo tersenyum miring melihat pria setengah baya itu menggeleng dengan cepat ..
__ADS_1
" Apalagi rencana mu ?" Abdi tiba-tiba merampas foto itu dan terkejut melihatnya..
" Kenapa ? apa tuan muda kita ini masih belum mengetahui segala nya ?" Teo juga sedikit emosi melihat kelambatan Abdi..
" Dia ... Dia !"
" Bagaimana pak ? apa kamu mau anak gadismu di perkosa dan di bunuh !"
" baik baik . aku akan mengatakan yang aku tahu " dengan ketakutan
" Sialan...!" Abdi sangat marah dan menghajar pria itu . Teo dengan sigap menarik Abdi supaya tidak sampai membunuh nya .
Abdi keluar dari tempat yang yang jauh dari jangka manusia, dia dengan cepat menjalankan mobilnya dan menyetir dengan kecepatan tinggi... Begitu sampai di kediaman keluarga nya dia mendapatkan notifikasi dari nomor asing .. ( Jangan gegabah bro.. kita akan membicarakan papa kamu mengakui semuanya ) Setelah nya Abdi pergi ke luar kembali..
" Kak . " Chuxia merasa risih dengan tatapan Jin " Aku ikut ya " Jin memeluk Chuxia dengan erat dan tak berniat melepaskan nya
" Hehehe... Kakak pikir aku mau pergi sendiri kah ?" Jin menjawab dengan gelengan. " Aku pergi berdua kok "
" Aku tahu Xia .. pasti kamu akan pergi dengan teman mu yang super ember itu kan ?".
" Super ember ..." Chuxia mencari tahu siapa yang di maksud pacarnya itu..
" Itu lho . yang namanya Cheon Lisa "
__ADS_1
" Oh.... hahahaha.. super ember hahahaha"
" An Chuxia .. aku akan melakukannya sekali lagi agar kamu tidak bisa pergi kemanapun !" Ancaman jin berhasil membuat Chuxia terdiam..
" Hm.. kamu boleh pergi kok. tapi dengan syarat "
" Apa "
" Lakukan pencocokan ponsel kamu dan Ponsel milikku , supaya aku bisa tahu dimana dan sedang apa kamu disana .."
" dasar posesif "
" Mau lihat " Dengan menaik turunkan alisnya Jin menggoda Chuxia..
Sedangkan di luar sudah berapa kali sang pelayan restoran itu mengetuk pintu ruangan Chuxia. " Dimana Adikku ..!" An Gu telah tiba dan langsung mendobrak pintu itu..
" Kakak/Kamu" Jin dan Chuxia terkejut.
__ADS_1
An Gu yang paham dengan situasi mereka keluar dengan malu. karena sekarang Chuxia hanya memakai sweater Jin dengan posisi berpelukan diatas meja..