Aku Dan Idolaku

Aku Dan Idolaku
episode 23


__ADS_3

Pagi sekali An Gu terbangun dan bergegas ke kamar mandi.. Dua tersenyum melihat dirinya dari pantulan cermin..


" Dasar gadis kecil " dia terkekeh membayangkan betapa ganasnya mereka melakukannya..


" Kucing yang manis " An Gu terus saja membayangkan kejadian tadi malam ...


Lisa perlahan mengerjapkan mata karena belum sadar sepenuhnya.. dia berusaha bangun " Hiiiissss" Lisa meringis kesakitan..


" Dasar Kim Seokjin Sialan !" Chuxia menggerutu sambil menuruni anak tangga hingga dirinya juga tiba di sofa tempat Lisa melamun..


" Lisa ! ada apa dengan penampilan mu ?!" Chuxia terkejut..


" Apa kamu di perkosa ?" Tanyanya


" Chu... Chuxia "


" Siapa yang melakukannya ?" Chuxia mencari keberadaan seorang pria tapi tak menemukan nya karena An Gu masih berada di dalam kamar Lisa...


" Chuxia aku\_\_". belum sempat menyelesaikan ucapannya Chuxia dan Lisa menoleh karena mendengar suara langkah kaki mendekat..



" Kakak....!" Chuxia membekap mulutnya karena melihat tanda di leher An Gu dan juga leher Lisa...



" Kalian " Tunjuk nya secara bergantian antara Lisa An Gu ..



" I\_i\_i\_\_itu ! aku tidak sengaja kak.. !" Lisa tiba tiba bersujud memohon kepada An Gu.



" Aku tahu bocah " An Gu menyugar rambutnya kebelakang..



" Kejadian semalam kita anggap saja tidak pernah terjadi ..." Lisa mengatupkan mulutnya rapat ...



" Apa katamu ? tidak pernah terjadi ?" An Gu menarik Lisa hingga berdiri dan mencengkeram dagunya..


__ADS_1


" Apa aku akan membiarkan hal itu berlalu begitu saja ?! Ingat Lisa.. aku sudah menabur benih disini dan kamu menyuruh aku melupakan nya begitu saja ?" An Gu meraba perut rata Lisa sehingga Lisa sedikit tak nyaman..



" Em.. Anu.. Aku mau ke ruang kerja dulu " Chuxia merasa sudah menjadi nyamuk diantara mereka..


Melihat Chuxia melarikan diri Lisa juga ingin sekali pergi namun usahanya sia sia .. Karena belum sempat menggerakkan badan dia sudah di tahan oleh An Gu..


" Mau kemana Hm.. Mau kabur ?"


" Kak .. aku sungguh minta maaf" Lisa bergetar melihat mata gelap An Gu ..


" Lagi pula belum tentu juga kan\_\_ "



" Apa yang belum tentu " An Gu mulai nakal kepada Lisa..



" Belum tentu jadi maksudnya .. kan kita hanya melakukan nya hanya sekali " Lisa memberanikan diri jujur..



" Oh.. kamu meragukan ku kah ? Ayo lakukan sekali lagi .. Oh tidak. Kita lakukan sampai disini ada isinya " Dengan tangan yang masih mengusap perut Lisa ..




" Hehehe... Dasar bocah " An Gu terkekeh


...----------------...


" Gimana ? Bagus nggak ?"



" Bagus banget.. aku sangat menyukainya"


" Syukurlah..." Seokjin menyematkan sebuah cincin permata yang sangat indah ke jari manis Chuxia.. " Kalo gitu aku kerja lagi ya kak" Chuxia mencium pipi Jin dan melanjutkan pekerjaan nya..


" Apa kita bisa bicara serius ?" Jin meminta waktu untuk bicara baik baik..


__ADS_1


" Emmm .. Boleh kok " Chuxia juga ingin mendengar apa yang akan kekasihnya bicarakan l..



" Chuxia.. aku mencintaimu "


" Haha... aku tahu itu kak " Chuxia menanggapi dengan senyuman..


" Chuxia.. dengar baik-baik.. Aku mungkin bukan orang yang sempurna tetapi aku akan berusaha untuk menjadi pasangan yang setia ... "


" Kamu nggak perlu menjadi sempurna karena kamu sudah sangat sempurna di mata ku "



" Chuxia apa kamu masih belum mengerti?"


" Hm.. "


" Aku sedang melamar mu Chuxia.. Aku ingin sekali setiap aku terbangun di pagi hari orang yang pertama kali yang kulihat adalah kamu .. Aku ingin membagi hidup bersama mu !".. Seokjin menggenggam tangan Chuxia.. Sedangkan Chuxia masih belum berpikir kearah pernikahan..



Karena di dalam pikirannya pernikahan itu adalah sebuah kutukan dan akan berdampak kepada anak anaknya kelak ..


" Aku boleh berpikir dulu kan kak ?" Chuxia sedikit menarik diri dan berjalan ke meja kerjanya..



Dia sudah tak memedulikan Seokjin yang menunggu jawaban nya.. " Hhh... kamu nggak perlu jawab sekarang kok .. aku bisa tunggu" Jin sedikit kecewa dengan ekspresi wajah Chuxia..



Setelah kepergian Seokjin Chuxia menangis tersedu sendirian.. dia tidak tahu harus bersikap seperti apa dan memberi jawaban apa kepada kekasihnya..



Satu sisi dia sangat bahagia.dan satu sisi dia begitu ketakutan.. karena dirinya yang dulu sangat lah merindukan sosok orang tua yang manis dan hangat seperti kebanyakan teman seusianya...



" Maafkan aku kak Jin ... maafkan aku " Chuxia merasa bersalah karena telah membuat kecewa perasaan Jin.. Dengan menangis seorang diri dia terus meminta maaf kepada Seokjin..



Karena tadi Jin hanya keluar dari ruangan Chuxia dan tidak benar benar pergi , dia bisa mendengar ratapan Chuxia...

__ADS_1


" Chuxia.. aku hanya ingin membahagiakan kamu .. " Jin juga merasa sedih karena tidak bisa melakukan sesuatu...


__ADS_2