
Sehari sebelum kejadian , " Hallo mbak , saya butuh tiket pesawat . Iya mbak , berangkat nya lusa " An Chuxia berencana pergi ke luar negeri . inginnya sih dia pergi sendiri karena dia berencana untuk menyelesaikan beberapa urusan .
*" Heii Chuxia ! apa kamu sudah melupakan teman mu ini ?? " gadis yang pertama kali Chuxia lihat setelah terbangun di dalam tubuh baru .
" He-he-he .. Lisa aku mau bawa kamu juga kok . "
" Mau bertemu dengan nya kah " sudah tahu namun belum percaya sepenuhnya
" he'em . " Chuxia menjawab sambil mengangguk
" Ya sudah sampai ketemu besok di rumah kamu ya By "
" iya . "
Chuxia langsung membereskan keperluan nya dan tiba-tiba kekasihnya datang . belum juga berdiskusi akan hal ini mereka malah kepergok bermesraan di ruangan yang terbuka
" OMG Kalian berdua " Lisa berteriak karena syok . dia tidak menyangka bahwa seorang Kim Seokjin bisa mesum juga ..
" Ehem / ehem " Chuxia dan Seokjin merasa malu ..
" Aku sudah selesai dan kita akan berangkat malam ini juga hehe " Lisa berbicara namun tidak melihat kondisi
" Kemana " ? Seokjin bertanya karena tidak tahu
" Ke Indonesia " jawab langsung dari Lisa
Seketika wajah masam Seokjin membuat Chuxia merasa panik
" Sayang . aku hanya sebentar kok . " berusaha meyakinkan Seokjin
" Kemarin aku dapat tawaran kerja sama dengan sebuah perusahaan" tambahnya lagi
Seokjin ingin melarang tapi dia juga tidak ingin jadi egois . Sebisa mungkin dia menahan dan berbicara pelan ..
" Kamu jangan lupa istirahat yah , nggak boleh kecapekan , oke ? "
Chuxia yang paham langsung memeluk Seokjin . dan mengangguk . " setelah urusannya selesai aku bakal pulang kok "
Lisa yang kebingingungan diantara dua sejoli itu merasa heran . " bukankah tadi kalian sedang mendiskusikan itu ? "
":Diam Lisa " tekan Chuxia
" oke oke . aku tutup mulut . Hap " dengan gerakan tangan yang mengunci bibir
kembali Chuxia menatap Seokjin , dan berkata dalam hati " Apa semua akan baik-baik saja ? bisakah aku menyelesaikan nya ? "
" Kenapa , Hm ?? Seokjin mencolek pelan hidung Chuxia . " Aku nggak papa kok "
...----------------...
Abdi yang sekarang mengurus perusahaan milik ayahnya terlihat memasuki gedung mewah itu . dia hanya berekspresi dingin menanggapi sapaan dari beberapa karyawan disana . Begitu sampai didalam ruangan nya dia bersandar di tembok ruang kerja nya .
" Lusiiii .. " lirihnya . hingga saat ini pun dia masih belum melupakannya . dia terus berusaha keras untuk tidak mengingatnya namun seberapa besar pun dia berusaha , itu juga tidak mempan
Sesampainya di Bandung internasional yang terletak di ibukota Indonesia , dua orang bersiap untuk berkunjung ke sebuah gedung perkantoran . mereka berdua terlihat menyilaukan mata dan mengundang beberapa orang yang hendak memotret mereka.
__ADS_1
" Chuxia . Tampak nya kamu begitu menghapal daerah sini " Lisa mengikuti langkah kaki sahabat nya itu .
" Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku bukan yang asli ? "
Lisa membulat kan mulutku membentuk huruf o dan manggut-manggut . " Aku baru kali ini melihat keajaiban seperti ini " imbuhnya lagi
" Pak , ke gedung \*\*\* . tolong ya pak . "
" baik non "
mereka langsung menuju ke lokasi dimana Abdi bekerja . Lisa yang menyaksikan langsung betapa tenangnya Chuxia menghadapi situasi ini , dia pun merasa lega . jika tidak dia pasti sudah minta pulang meski awalnya dia juga yang ngotot untuk iklan
Setibanya di sana , kedua wanita cantik itu kembali menyita perhatian publik . tanpa perlu menunggu lama mereka berdua langsung di persilahkan untuk menemui atasan mereka . " Ini ruangan Presdir mbak , anda berdua bisa langsung menemui nya dikarena ini waktu beliau istirahat ."
setelah mengatakan itu seorang staf kantor Abdi pergi mengundurkan diri dari hadapannya mereka .
Tok tok tok ...
" Masuk " dan terdengar suara pintu terbuka . betapa Ter mereka berdua dan saling panggil saat sama lainnya . Menyadari akan situs tersebut Lisa pun akhirnya pergi keluar dan meninggalkan mereka berdua .
"__Kamu " ucap Mereka bersamaan.
" Maaf pak Abdi . saya datang berkunjung tanpa mengatakan apapun dahulu " Chuxia tersenyum namun berbeda dengan Abdi .dua hanya menanggapi ucapan itu dengan satu kata yaitu " Hm " . An Chuxia juga merasa asing dengan perlakuan itu , jika Abdi yang dulu dia akan di perlakukan layaknya seorang istri .
" Ada apa gerangan Anda datang ke Indonesia ? "' Abdi duduk di kursi kebesaran nya dan melipat kakinya yang panjang layaknya model .
" Saya masih akan membahas hal yang sama " Chuxia pun langsung mengatakan nya
prang ... Abdi langsung membuang apapun yang ada di hadapannya membuat An Chuxia terkejut . " PERGI DARI SINI !!! " desis Abdi
" Tidak " jawab langsung ..
" Siapa kamu sebenarnya hah ! " Abdi mulai membesar kan suaranya .
" Aku . aku __"
" Kumohon beri aku waktu untuk menjelaskan nya " Chuxia sudah mulai berkaca-kaca dan memegang tangan Abdi
Namun tangan mungil itu langsung di tepis oleh empunya . " Jangan sentuh aku SIALAN!"
lagi-lagi Chuxia terkejut , dia mera"sa takut menghadapi Abdi yang ini . " apa yang sudah dia alami ?? " An Chuxia merasa bersalah namun itu juga bukan kesalahan nya .
Dia merasa bingung harus bagaimana cara mengatakannya ..
" KATAKAN !! APA URUSANMU ! " dengan perlahan dia mendekati Chuxia. Chuxia mulai mundur kebelakang dan berhenti di tembok .
Abdi yang kini tepat di hadapannya dan hanya beberapa cm jarak di antara mereka.
" Siapa kamu sebenarnya " Abdi juga sudah mulai berkaca-kaca dan menggenggam tangan Chuxia ." Apa kamu pikir aku tidak berusaha ? memangnya kamu tahu apa ? "
" Abdi " Chuxia memberanikan diri memanggil nama itu .
" Jangan sebut namaku " dengan kuat mencengkram tangan Chuxia
" Apa kamu percaya reinkarnasi ? "
" Apa maksudmu ? "
" Aku LUSI . aku adalah Lusiana " Chuxia mendongak ke arah Abdi
" Heh !! Kamu pikir aku percaya kah ??? "
" Jangan menipuku ! sekarang kamu pergi dari sini " dengan penuh penekanan Abdi mengusir Chuxia ...
__ADS_1
" Kamu Pikir aku ini anak kecil ? " dengan mendorong tubuh Chuxia hingga keluar . dia juga langsung mengunci nya .
" Reinkarnasi ? Heh. memangnya aku ini bodoh ? jelas jelas Lusi sudah ____ " Abdi menghentikan gumamaan nya dan berpikir kembali .. dia teringat awal mula mereka saling follow dengan tidak di sengaja , dan bertukar chat juga tidak di sengaja
( maaf . tadi saya hanya salah tekan . )
( saya juga minta maaf karena sudah lancang follback anda ) *
( btw . apa kalian sepasang kekasih ? ) *
( iya . dia kekasih saya . namun dia sudah pergi jauh dari saya )
( memangnya dia kemana ? ) *
( kesurga ) *
( Apa kamu yakin . bisa saja lho dia masih hidup tapi berada sangat jauh dari kamu )*
( Apa kamu sakit ? )*
( Tidak . tapi kamu tahu tidak . di dunia ini bisa saja apa yang kita pikir tidak masuk akal justru terjadi ) *
( dasar orang aneh )
isi chat itulah terus melintas di kepala Abdi , dan dia memutuskan untuk mengajak Chuxia bicara namun orang yang dia cari sudah pergi.
" Arrgghh " dia menghisap rambutnya frustasi . " Cepat cari wanita itu !! " perintah nya . dan seluruh anak buahnya yang khusus bekerja menjadi mata mata langsung turun tangan .
" Chuxia . udah dong , kamu kan udah bahagia sekarang " Lisa mengusap punggung Temannya itu pelan . dia juga tidak bertanya karena saat dia keluar dari ruangan orang itu Chuxia sudah menangis sambil berjalan .
". Apa katamu ? adikku menangis ? "
__ADS_1
" Benar tuan . saya tidak tahu kenapa tapi nona muda terlihat menangis setelah keluar dari gedung ** itu . "
" Kurang ajar !!! " An Gu tampak murka mendapatkan kabar adik satu-satunya menangis