
An Gu menunggu Chuxia untuk keluar dari ruangan nya , untuk membahas sesuatu yang sangat penting... Tak lama dari itu Chuxia dan Jin keluar dan menghampiri An Gu di salah satu ruangan VIP restoran mereka..
" Kakak mau membahas tentang apa ?" Chuxia duduk dan di ikuti Jin..
" Kakak mau menikah .. "
" Hah !? Menikah ? " Chuxia terkejut begitu juga Jin
" Iya Chuxia ... dan sebentar lagi dia akan datang . kamu juga kenal kok orangnya"
" Siapa ?"
" Hm.. dia __"
" Nona Tang telah tiba Tuan " suara seorang pelayan memberi tahu bahwa orang yang mereka tunggu sudah tiba.....
" Hai sayang,,, " Wanita itu langsung memeluknya dan mengecup bibir An Gu ..
" Gimana perjalanan nya ? seru..? " dan wanita tersebut mengangguk dengan manja..
" Tapi aku kesal Yang .. masa aku di suruh jadi model minuman yang agak gimana gitu" Dengan nada yang di buat buat dia mengadu kepada An Gu..
" Namanya itu kerja sayang "
" Makanya itu. kapan kamu mau nikahin aku"
" Sebentar lagi.. oh ya ini adik aku An Chuxia dan kekasih nya " Wanita itu menoleh dan mengulurkan tangan.. " Ke Ran .. Nama aku Tang Ke Ran .." dia tersenyum namun Chuxia tidak ..
" Chuxia " Dengan malas Chuxia menyapa
( Dasar anak kecil.. Lihat saja nanti. jika aku sudah menjadi nyonya An .. Heh! mati kamu KUBUAT ) Tang Ke Ran tidak menyukai An Chuxia..
" kak. kakak yakin mau menikah dengan nya "
" Chuxia, apa maksud kamu "
" Nggak. nggak ada apa-apa"... ( Cih.. dasar siluman!! awas aja nanti kalau sampai dia macam macam !!)
Chuxia dan Jin pergi meninggalkan An Gu yang sedang meladeni Tang Ke Ran yang bergelayut manja padanya...
" Sayang.. sepertinya Chuxia tidak menyukai diriku " dengan bibir yang mancung Tang Ke Ran mengadu ke An Gu..
" Itu tidak mungkin" An Gu menjawab seadanya...
" Tapi tadi dia melihat ku seperti melihat musuh"
" Ke Ran,,, jangan lupa posisi mu ! dan jangan pernah berpikir untuk mengusik adikku atau aku akan membunuhmu !!"
( ......)
...----------------...
". Teo.. langsung saja ke intinya dan jangan berbelit Belit ". Dengan mata yang melihat ke arah jam tangan Chuxia peringati Teo..
" Lusi \_\_". " Chuxia !! panggil aku Chuxia!"
" Baik baik baik .. Nona An Chuxia yang terhormat mungkin anda akan terkejut mengetahui orang yang ada di balik tabrakan yang menewaskan diri anda " Teo dengan santai menyeruput secangkir Teh yang dia pesan ...
__ADS_1
" Apa maksudmu ?" Chuxia menegakkan tubuhnya dan melepas kacamata yang sedari tadi melingkari mata nya ...
" Apa kamu kenal dengan orang ini ?" Teo menyodorkan sebuah foto dan Chuxia begitu terkejut melihat sosok yang begitu dia kenal..
" Jangan bercanda Teo !! "
" Chuxia.. apa kamu pikir aku sedang bercanda ?! " Teo menyeret Chuxia supaya masuk ke dalam mobilnya dan mengunjungi tempat yang sudah terdapat orang yang membunuh nya...
" Pak tua.. coba lihat siapa yang datang !" Teo menyeringai
" Hahaha!!!! jika kamu mau melakukan perbuatan yang tidak senonoh silahkan !! aku tidak masalah " Pria tua itu menertawakan Teo .
" Apa kamu percaya dengan keajaiban?"
" Aku tidak mengerti dengan ucapan mu!"
" Nona An , coba sebutkan namanya"! Seringai di wajah Teo masih belum pudar..
" Pak Burhan " Pria itu terkejut.
" Apa kita pernah bertemu nona ?"
" Saya Lusi "
" HAHAHAHA !! Apa kamu gila nak ? Siapa namamu tadi .. Lusi !! HAHAHAHA"!!
Dor..... seketika suara tawa itu berhenti begitu saja.. " Apa aku menyuruh mu tertawa?!!"
" Aku hanya merasa lucu nak . jelas jelas waktu itu Lusi mati di tempat "
" Jadi bapak yang membunuh nya ?" Dengan tangan terkepal Chuxia bertanya..
" Aku hanya di perintah " Burhan juga menjawab sepele..
" Bos .. gadis itu sudah kami tangkap" beberapa bawahan Teo masuk dan menyeret seorang gadis yang begitu Lusi kenal
" Shinta !!"
" Siapa kamu ?!
" Ada apa ini ?" Chuxia merasa mual membayangkan peristiwa yang terjadi kepada nya dahulu... Dia terhuyung ke belakang dan di papah oleh Teo ke sebuah kursi...
__ADS_1
Jin dengan sabar mendengarkan Pembicaraan Chuxia.. karena selama Chuxia tertidur dia meretas ponsel Chuxia supaya dia bisa mengetahui apapun yang terjadi kepada nya... Dengan bantuan alat penerjemah dia terus mendengarkan..
" Teo.. siapa wanita itu ?" Shinta terus memberontak karena dia di himpit dua pria bertubuh besar..
" Apa aku pernah melakukan kesalahan?" Chuxia kembali bertanya kepada Shinta...
" Maaf nona. anda mungkin salah orang "
" Shinta.. apa kamu sudah melupakan aku ?"
" Teo .. apa wanita ini gila !!"
" Dia Lusi Shinta... Lusiana yang dahulu sering kamu temani dan ajak jalan jalan "
" Ffffftt." " DIAM !!" bentak Teo
" Teo.. jelas jelas Lusi sudah mati. dia mati Teo " Shinta masih melakukan pemberontak kan..
" Apa yang membuat kamu melakukannya Shinta ?"
" ( ....... ) "
" Apa karena Abdi menolak perasaan mu ?" Pertanyaan itu membuat wajah Shinta memerah dan menunduk..
" Oh ! Ternyata benar yah !" Chuxia mendekati Shinta dan menatap dirinya dengan penuh pertanyaan..
" Iya . aku cemburu dan tidak menyukai dirinya ! dia sudah merebut segalanya dariku ... Mulai dari perhatian sampai merebut Abdi dariku ! aku tidak terima " Shinta mengamuk dan berteriak ...
" Lalu apakah sekarang Abdi melihat dirimu ? " Chuxia merasa kasihan kepadanya
" Lalu apakah menurut mu Lusi sudah mati ? bagaimana jika dia masih hidup.. dan bagaimana jika dia sudah mengetahui semuanya .. lalu apa sekarang laki laki yang kamu inginkan berada di sisi kamu ?!!"
" Setidaknya aku tidak melihat anak yatim-piatu itu !"
Plak..... " Itu hukumannya " plak... " Itu akibat kamu berpura-pura baik kepada ku " Plak... " Itu karena kamu sudah merencanakan sesuatu kepada ku " Plak ... " itu karena kamu menginginkan kekasih sahabat kamu sendiri "
Dan Plak.... Plak ... Plak.... " Untuk apalagi ya " Chuxia kebingungan karena alasan nya sudah habis ... Wajah Shinta lebam dan babak belur , Burhan juga sudah tidak tahan melihat anak nya di perlakukan seperti ini...
" Lalu apakah bapak juga ingin merasakan hal yang sama ? atau haruskah aku menembakkan kepala anda ?" Melihat keberanian Chuxia membuat Teo bertepuk tangan...
__ADS_1
" Sayang ku memang luar biasa" Jin juga memuji dari negara yang berbeda...