
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
"Mahh....Apa itu mamah" tanya angga yg masih dengan raut wajah kebingungannya.
"Nak ini mamah, mamah ada disini" jawab sang mamah sambil melambaikan tangan di depan wajah angga.
"Mas angga, apa yg ada lihat sekarang" tanya sang dokter.
"Hmm silau." jawab angga
"Baiklah kalau begitu saya periksa dulu. Ibu dan bapak mohon tunggu diluar" ucap sang dokter.
Mamah angga yg sangat khawatir dengan keadaan putranya itu pun engga untuk keluar.
"Pah, mamah gak mau keluar mamah mau disini lihat keadaan angga." ucap mamah angga.
__ADS_1
"Mah, kita percayakan semuanya sama dokter irham. Lebih baik kita keluar dulu agar dokter irham memeriksa angganya juga lebih akurat." jawab papah angga meyakinkan istrinya.
Akhirnya mereka berdua pun keluar.
Selang 15 menit, dokter beserta suster pun keluar.
"Dok bagaimana keadaan anak saya sekarang" tanya mamah angga dengan wajah cemasnya.
"Hmmm bapak dan ibu bisa ikut saya ke ruangan. Saya akan menjelaskannya" jawab dokter irham
Mereka pun sudah sampai di ruangan dokter irham.
"Begini pak bu, setelah saya melakukan serangkaian pemeriksaan mas angga mengalami kebutaan sementara. Akibat dari benturan dari kecelakaan membuat pengelihatan menurun. Penurunan pengelihatan dapat terjadi jika ada proses pengelihatan yg terganggu, dan itu bisa terletak dimana saja dari semenjak cahaya pertama kali menyentuh bagian terluar mata, berada di dalam bola mata, mencapai retina dan saraf mata dibelakang bola mata melewati jalur pengelihatan di sepanjang otak hingga ke pusat pengelihatan di otak bagian belakang." penjelasan sang dokter sambil menunjukan hasil pemeriksaan angga.
Kedua orang tua angga sangat kaget bahkan syok. Bagaimana tidak bahwa anaknya buta dan sekarang amnesia.
"Trussss...anak saya akan bisa melihat dan mengingat kembali kan dok?" tanya mamah angga sambil menangis.
"Iya dok, saya mohon sembuhkan anak saya berapapun biayanya akan saya berikan bahkan sekalian cari donor mata yg pas untuk anak saya" sahut papah angga yg cemas sambil merangkul pundak sang istri.
__ADS_1
"Tidak perlu donor mata pak, ini hanya buta sementara, kami team dokter dan saya akan coba untuk konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mencari cara agar dapat membuat pengelihatan mas angga kembali seperti semula. Dan kalau untuk ingatan mungkin lambat laun akan kembali karena ini juga hanya sementara mungkin karena sewaktu kecelakaan mas angga sedang depresi atau semacamnya" jawab dokter irham.
"Baiklah dok, terima kasih" ucap papah angga.
"Oh iya satu lagi ya pak, biarkan semua nya berjalan sesuai keinginan hati dari mas angga agar mas angga tidak merasa tertekan dengan segala yg menimpanya ini" nasihat dokter irham kepada kedua orang tua angga.
Setelah penjelasan dokter, kedua orang tua angga kembali ke ruang rawat angga. Karena saat ini anaknya membutuhkan dukungan dari kedua orang tuanya.
CKLEKK
"Son" panggil papah angga kepada putranya yg sedang duduk diatas tempat tidurnya.
Angga pun menoleh ke arah sumber suara tanpa menjawab panggilan papahnya.
Mamah angga yg hanya diam karena terpukul akan keadaan putra kesayangannya itu.
("Ya allah banyak sekali cobaan yg menimpa anak ku, di selingkuhi istrinya, kecelakaan, amnesia bahkan sekarang buta. Entah bagaimana kelanjutan hidup anakku nanti" ucap mamah angga dalam hatinya sambil menahan tangis)
Papah angga yg melihat keadaan sang istri hanya merangkul agar sang istri kuat di hadapan anaknya itu.
__ADS_1
"Sudah mah, kita harus kelihatan tegar di depan angga. Walaupun angga tidak bisa melihat pasti angga tahu kalau mamahnya tidak baik baik saja. Kita harus jadi kekuatan untuk anak kita" bisik papah angga pada istrinya agar angga tidak mendengarnya
Diruangan mereka bertiga hanya diam dalam pikiran yg entah berbeda beda.