
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
"itu kak" ucap krisya.
"Apa sayanggg?" tanya angga penasaran.
"Tadi yg di bilang kak meisya itu apa ?" tanya krisya.
"Yang mana sayang?" tanya angga lagi
"CALON ISTRI" ucap krisya.
Sontak angga merasa kaget dibuatnya.
"Oh kamu kepikiran soal omong meisya, udah ahh gak usah dibahas. Dan gak usah percaya omong kosong perempuan itu." jawab angga
"Emang kenapa kak?" tanya krisya lagi.
"Ya gapapa dia tuh omongannya gak bisa di percaya. HALU lebih tepatnya" jawab angga datar.
"Tapi kenapa kakak gak respon omongan kak meisya berarti kan kakak mengiyakan ucapan kak meisya itu" ucap krisya ngotot.
"Aku males aja berdebat sama dia, dia tuh gak mau ngalah jadi percuma aja kalau aku ngerespon yg ada malah makin panjang." jawab angga
"Oh" ucap krisya singkat.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya kak udah malem juga. Bye" ucap krisya berlalu meninggalkan angga yg masih mematung.
Krisya sangat tidak yakin dengan ucapan angga, karena krisya tau kalau antara angga dan meisya ada yg tidak beres. Mengingat mereka telah bersama selama 2tahun.
Apalagi orang tua angga juga sudah mengenal meisya, membuat krisya sangat tidak nyaman dibuatnya.
"Kira kira apa yg akan dibicarakan orang tua kak angga ya. Sampai repot repot pulang hanya untuk membicarakan sesuatu" gumam krisya pada dirinya sendiri.
Angga sudah sampai dirumahnya, dan meisya masih diruang tamu malah bersama dengan kedua orang tua angga.
"Son duduk dulu ada yg mau papah bicarakan dengan kalian" ucap papah angga.
Angga pun duduk di ruang tamu.
"Ada apa pah?" tanya angga datar
Meisya pun langsung menjawab.
"Hubungan kami baik baik aja pah, malah makin lengket aja." ucap meisya tidak tahu malunya
Papah angga pun tersenyum.
"Hhmmm bagusss,, papah dan papahnya meisya sudah membicarakan kelanjutan hubungan kalian." ucap papah angga.
"Papah mau bulan depan kalian bertunangan dan seminggu kemudian melangsungkan pernikahan." ucap papah angga lagi.
Sontak angga kaget bagaikan di sambar petir. Meisya hanya tersenyum penuh kemenengan karena sebentar lagi akan menjadi istri angga.
"APA PAHH!!! AKU GAK MAU PAH! HUBUNGAN AKU DAN MEISYA SUDAH.. ucapan angga terputus
__ADS_1
"Sayang kamu apa apaan sih, gak boleh kasar gitu dong sama papah kamu. Oh iya pah, aku mau bicara diluar sebentar dengan angga" ucap meisya.
"Baiklah kalian rundingkan dahulu keputusan papah ini" jawab papah angga
Meisya pun mengajak angga untuk berbicara diluar.
"Lo apa apaan sih mei, hubungan kita tuh udah berakhir setahun yg lalu! bentak angga
"Iya aku tau, tapi kalau sampe kamu bilang papah kamu dan menolak pertunangan ini aku bisa pastikan krisya akan tau semua tentang kita begitu pun orang tuamu kamu pasti tau kan akibat dari semua itu." ancam meisya.
"DASAR CEWEK GILA!!! bentak angga.
Meisya pun kembali ke ruang tamu meninggalkan angga begitu saja.
SHITTTTTTTT
"Apa yg harus gue lakuin gak mungkin gue nikah sama cewek gila itu tapi kalau gue nolak pasti krisya bakal tau dan benci bahkan jijik sama gue" ucap angga merutuki nasibnya.
Angga pun masuk kedalam dan langsung masuk ke kamarnya.
"Angga mau kemana kamu papah belom selesai bicara" panggil papah angga.
"Udahlah pah biarin angga berpikir sejenak mungkin dia syok akann keputusan papah ini yg tiba tiba" ucap mamah angga menenangkan suaminya itu.
"Yaudah pah mah aku pamit pulang dulu ya sudah malam" pamit meisya.
"Iya nak hati hati dijalan ya" jawab papah angga.
Sebenarnya mamah angga tidak menyetujui keputusan suaminya itu Karena angga sepertinya juga tidak menginginkan pernikahan ini.
__ADS_1