
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
*KRISYA POV*
Hari ini ialah hari dimana krisya akan mengadakan acara wisuda kelulusan krisya.
Krisya berencana akan melanjutkan kuliah di Jakarta dan mencoba melupakan masa lalunya. Apalagi seminggu lagi mantan kekasih dan kakaknya itu akan melakukan lamaran sekaligus pernikahan.
Krisya mencoba meminta ijin kepada ayahnya.
"Ayah" panggil krisya.
" Ada apa ndo?" tanya ayah krisya yg sedang duduk di teras sambil membaca koran.
"Ayah aku ingin melanjutkan kuliah di Jakarta, aku harap ayah mengijinkannya" pinta krisya dengan mata yg berkaca kaca.
Krisya mencoba agar tidak menangis di depan ayahnya.
Ayah krisya sangat kaget dengan permintaan putri kesayangannya akan tetapi ayah krisya mengerti alasan krisya ingin tinggal di jakarta.
__ADS_1
"Kenapa harus di jakarta ndo? kenapa tidak di amerika saja bersama faisal disana?" tanya ayah krisya.
"Aku gak mau di amerika yah, itu sangat jauh nanti kalau sewaktu waktu aku kangen sama ayah, aku susah untuk pulangnya dan harus memakan banyak waktu." rengek krisya.
Krisya memang sangat manja terhadap ayahnya.
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu ndo, ayah hanya berharap kamu menjaga diri dan jangan tinggalkan shalatmu. Maaf kan ayah yg belum bisa menjadi ayah yg baik untuk kalian semua. Dan maafkan ayah tentang kejadian itu... ucap ayah krisya terpotong
"Stop yahh, aku gapapa koq kebahagiaan kakak lebih baik, lagian untuk apa mempertahankan seseorang yg tidak mencintai kita lagi." jawab krisya dengan mata yg hampir menitikan air matanya.
"Kemarilah ndo, ayah ingin memelukmu karena entah kapan ayah akan bisa memelukmu lagi." ucap ayah krisya sambil memeluk putri kesayangannya
"Ayah jangan menangis, risya gak mau lihat ayah sedih." ucap krisya.
"Aahhh ayah waktu isal ke amerika ayah tidak menangisinya seperti ini. Kenapa ayah sekarang mendadak cengeng seperti ini?" tanya krisya meledek ayah nya itu.
"Tapi ndo kamu mau tinggal dimana, atau ayah siapkan kamu rumah dulu?" tanya ayah khawatir.
"Eitttt risya gak mau ya kalau kehidupan risya dijakarta harus ada sangkut pautnya dengan keluarag wijaya pengusaha batik sukses di solo" jawab krisya.
"Loh memang kenapa ndo, kamu tidak senang menjadi putri keluarga wijaya?" tanya ayah sedihh.
"Tidak ayah sayanggg, aku hanya ingin mandiri. Aku ingin kuliah sambil kerja aku gak mau terus menerus mengandalkan uang ayah." ucap krisya.
__ADS_1
"Trus apa gunanya ayah kalau ayah melihat keadaan putrinya di kota orang menjadi rakyat biasa." tanya ayah bingung
"Aku bukannya gak mau dibiayai ayah cuman biarkan aku mandiri, jika suatu saat nanti aku membutuhkan bantuan ayah aku pasti akan mengabari ayah" rengek manja krisya menenangkan ayahnya itu.
"Baiklah tapi ayah tiap bulan akan mengirimimu uang, terserah mau kau apakan uang pemberian ayah itu. Oke tidak ada penolakan. Kalau risya menolak ayah tidak akan mengijinkanmu tinggal di kota orang itu." ancam ayah krisya.
Pagi pun tiba.
"Ndo kamu yakin mau tinggal di jakarta seorang diri?" tanya ayah sambil mengantar putri kesayangannya sampai depan rumahnya.
"Yakin ayahhh sangat yakin malah" jawab krisya
"Baiklah tapi kamu jangan lupa pulang ya ndo, kalau ada waktu sempatkanlah untuk pulang. Dan apa kamu akan datang ke acara pernikahan kakakmu nanti?" tanya ayah krisya.
"Insyaallah kalau aku tidak sibuk yah, akan tetapi pasti aku akan sibuk kan aku akan bekerja sambil kuliah. Hehehe" jawab krisya.
Krisya memang sengaja pergi karena tidak ingin terpuruk akan kesedihannya nanti.
Pagi itu krisya pergi dengan di antar supir.
Sekalian mendaftar kuliah di kampus yg di inginkan sekaligus mencari kostan terdekat dengan kampusnya.
Mulai hari dimana ia menginjakan kaki di Jakarta, krisya akan melupakan kenangan pahitnya bersama mantan kekasihnya yg tak lama lagi akan menjadi kakak ipar krisya.
__ADS_1
*KRISYA POV END*