
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
Krisya sekarang duduk di samping ranjang ayahnya.
"Ayah koq bisa kena serangan jantung, setahu aku ayah gak punya riwayat jantung selama ini?" tanya krisya.
"Mungkin penyakit tua ndo" jawab ayah krisya dengan wajah sendu.
Krisya merasa ada yg di tutup tutupi oleh ayahnya. Akan tetapi krisya tidak mau membahas karena kesehatan ayahnya lebih penting.
"Ayah udah makan sama minum obat belum?" tanya krisya
"Sudah ndo tadi ical yg menyuapi ayah" jawab ayah.
"Terus sekarang gimana keadaan ayah sekarang?" tanya krisya
"Ayah merasa sudah sembuh ndo, karena kedatangan putri kesayangan ayah ini. Seakan sakit ayah hilang dalam sekejap" ucap ayah krisya sambil tersenyum.
"Ayah mulai sekarang gak boleh kecapean banyak pikiran dan ayah semakin terlihat kurus sih sekarang?" tanya krisya dengan bawelnya.
"Iya anak ayah yg bawellll, mungkin efek umur ndo makanya ayah terlihat kurus begini" sahut ayah krisya.
Ayah krisya tampak senang kedatangan anaknya, karena ayahnya sering menyuruh krisya pulang tapi krisya kekeh tidak akan pulang sebelum menyelesaikan kuliahnya.
Tak lama faisal masuk bersama lisna.
__ADS_1
"Yah, Kak aku pulang dulu gapapa ya aku mau bawa pulang koper kakak yg berat ini" celetuk faisal.
"Yaudah kamu pulang gih istirahat biar kakak yg menjaga ayah disini" jawab krisya.
Lisna pun pamit kepada ayahnya juga karena lisna malas berlama lama di rumah sakit apalagi sudah ada krisya juga.
"Yah lisna juga mau pulang dulu, nanti sore lisna kesini lagi" ucap lisna
"Terus suamimu mana ndo, tadi kayanya ayah denger suara febi disini?" tanya ayah
"Mas febi sedang ke toilet, katanya minta sekalian pamitin ke ayah juga" sahut lisna ketus tanpa sedikitpun menatap kearah krisya.
Mereka berdua pun berjalan keluar meninggalkan krisya dan ayahnya.
"Maafin kakakmu ya ndo dia memang seperti itu mungkin kakakmu lelah" ucap ayah memecahkan keheningan.
"Yaudah ayah istirahat ya krisya bakal tungguin ayah selama ayah tidur" ucap krisya lagi.
Tak lama ayah krisya pun terlelap mungkin karena efek obat yg diminumnya.
Krisya merasa lapar pun keluar ruangan untuk ke kantin membeli makanan.
"Aduhh laparnya, aku ke kantin dulu deh mumpung ayah tidur" gumam krisya sambil berjalan menuju pintu.
CKLEKKK
saat krisya hendak keluar tiba tiba dikagetkan dengan sosok laki laki di masa lalunya yg sudah menghancurkan hatinya itu.
"Riss" panggil febi
__ADS_1
"Kak febi" sahut krisya kaget.
"Kamu apa kabar sudah lama tidak bertemu" tanya febi.
"Aku baik koq, maaf ya kak aku duluan mau ke kantin" ucap krisya menghindari berbicara dengan febi.
Jantung krisya berdetak dengan kencangnya, bukan karena masih cinta atau sayang akan tetapi tidak kuat bertatapan dengan laki laki yg mengenalkannya dengan indahnya cinta dan tiba tiba menghancurkan dalam sekejap perasaannya.
Rasanya ingin sekali krisya tonjok wajah sok polosnya itu! Akan tetapi bagaimanapun febi adalah kakak iparnya suami dari kakaknya.
Krisya pun memesan makanan dan duduk di kursi kantin.
"Hufttt hampir aja aku tonjok muka sok polos dan tidak bersalah itu!" gerutu krisya.
Tak lama makanan pun datang, krisya menyantapnya dengan begitu lahap karena memang sudah sangat kelaparan.
Krisya yg sedang asik makan dikagetkan dengan kedatangan orang yg membuatnya kesal.
"Aku boleh duduk disini ris?" ijin febi yg suddah duduk terlebih dahulu di depan meja krisya.
Krisya hanya diam tidak menimpali dan malah asik menghabiskan makananya.
"Pelan pelan dong ris, nanti tersedak. Kaya bakal diminta sama aku aja" ucap febi sok akrabnya.
Krisya masih diam saja, sampai akhirnya..
Uhhuukkkk uuhhuuukkkkkk
Krisya tersedak karena terburu buru makannya demi menghindari febi.
__ADS_1