
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
Krisya sangat sedih mendengar ucapan sahabatnya itu akan tetapi sebenarnya krisya pergi bukan karena pernikahan mereka akan tetapi karena tidak kuat untuk berdekatan dengan angg dan meisya.
"Kamu ngomong apa sih ca, gak ada sedikitpun rasa benci untuk kamu ca, aku pergi karena ayah memang sakit dan aku juga ingin membantu bisnis ayah karena ayah sudah sering sakit jadi aku gak mau sakit ayah tambah parah" ucap krisya.
"Tapi kenapa kamu seakan menghindari aku kris, kenapa kamu gak cerita ayah kamu sakit bagaimana pun om wijaya sudah aku anggap seperti ayah aku sendiri kris." ucap rosa dengan wajah sendunya.
"Maafin aku ca, aku janji gak ngulangin lagi deh" sahut krisya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
Mereka berdua pun membuat janji kelingking.
Brandon hanya diam memperhatikan wanita yg sangat disayanginya dan wanita yg sudah menjadi istri sah nya.
"Oh iya, kak brandon berdiri aja udah kaya bodyguard. Sini duduk kak pasti udah kangen banget kan sama istri tercintanya ini" ledek krisya kepada brandon yg membuat wajah rosa memerah karena malu akan godaan krisya.
Brandon pun duduk di sebrang krisya.
__ADS_1
"Oh iya kalian mau makan atau mau minum apa biar aku belikan di kantin rumah sakit?" tawar brandon memecahkan suasana yg agak canggung.
"Ahhh iya nih kak aku laper banget dan mumpung sekarang sahabat tercinta aku ini udah sadar dan kembali bersama kita, gimana kita pesan makanan yg banyak. Hehehe" ucap krisya sambil tersenyum lebar.
"Baiklah tapi aku mau makan seblak yg super pedas kris, mulutku terasa pahit sekali" rengek rosa.
"Nooooo kamu gak boleh makan pedas dulu ca, kamu nanti aku pesankan bubur aja ya" sahut brandon secara tiba tiba membuat rosa kaget.
"Baiklah aku nurut aja" jawab rosa.
Brandon pun segera membeli makanan untuk dua wanita yg sedang berreuni.
"Ecieeeee selama aku pergi udah ada kemajuan apa aja nih ca" goda krisya
"Kenapa mesti bingung. Kamu berdoa semoga sikap manisnya tidak akan pernah berubah lagi. Aku senang melihat kalian saling perhatian seperti ini" ucap krisya tersenyum.
"Makasih kris, aku bahagia punya sahabat sepertimu. Maaf karena aku... ucap rosa terpotong karena krisya buru buru memotongnya.
"Sudahlah ca, masa lalu gak boleh diingat lagi anggap aja itu sebagian bentuk perjuangan tulus kamu yg selama ini coba kamu lakukan" jawab krisya.
Mereka berdua pun berpelukan.
__ADS_1
"Oh iya kris tadi aku dengar loh semua cerita kamu saat aku masih tertidur" ucap rosa.
"Loh emang kamu dengar aku bicara apa aja?" tanya krisya bingung.
"Iyalah sebenarnya aku gak mau bangun lagi karena aku berpikir untuk apa aku hidup kalau orang orang yg aku sayangi meninggalkan aku termasuk sahabat aku ini" jawab rosa.
"Oke okeee aku menyesali, aku minta maaf nona cantik." sahut krisya meledek sahabatnya itu.
"Oh iya kamu sama kak angga gimana, dia pernah loh ke kampus nyariin kamu katanya kamu udah gak kerja lagi disitu?" ucap rosa.
"Ah masa sih, mungkin dia mencariku karena keadaan resto jadi sepi karena tidak ada krisya si bawel ini. hehehe" sahut krisya memecahkan ke canggungan.
"Kris kamu bakal tinggal di jakarta lagi kan?" tanya rosa dengan raut wajah sedihnya.
"Sepertinya untuk seminggu ini aku akan stay di jakarta untuk menemanimu. Ayah juga sudah mengijinkan." ucap krisya.
"Loh setelah seminggu ini kamu akan kembali lagi ke solo gitu?" Tanya rosa
"Hmmmm maybe ca, karena toko cabang batik ayah di solo tidak bisa aku tinggal lama lama ca, kan kamu tau ical di amerika, sedangkan kak lisna sudah tinggal Bersama suaminya" ucap krisya yg mendadak sedih di akhir kalimatnya.
"Kris, kamu pasti ketemu dia lagi ya?" tanya rosa sambil menatap mata sahabatnya itu.
__ADS_1
Krisya hanya diam tidak menjawab pertanyaan rosa, karena sebenarnya krisya enggan untuk bertemu kedua orang itu. Akan tetapi sang ayah tidak dapat ia tinggalkan lagi. Apalagi dengan keadaan yg sering sakit seperti sekarang.