
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
•ANGGA POV•
Setelah kepergian keluarga meisya, orang tua angga benar benar sangat di pusingkan dengan tingkah anaknya.
"Papah gak mau tau kamu harus menikah dengan meisya, dan minggu depan kalian akan menikah. TIDAK ADA PENOLAKAN!" ancam papah angga sambil meninggalkan anak dan istrinya
"Sshiittttttt" teriak angga frustasi akan keputusan papahnya.
Mamah angga pun menghampiri putranya.
"Sabar nak, maafin mamah gak bisa bantu kamu kali ini. Karena semua bukti beserta video yg jelas jelas adalah kamu dan meisya jadi mau tidak mau kamu harus segera menikahi meisya." nasihat mamah angga menenangkan putranya.
Sebenarnya mamah angga tidak menyukai meisya karena meisya terlalu terobsesi dengan putra semata wayangnya itu.
Dan mamah angga juga tau kalau meisya mengkhianati anaknya dengan vian sahabat baik putranya itu.
"Angga gak mau nikahin meisya mah, angga punya wanita yg angga sukai sendiri" kata angga sambil memeluk mamahnya.
"Mamah tau nak rasanya menikah karena paksaan seperti ini tapi kamu harus kuat, kamu menikah dengan meisya setelah anak itu lahir kamu bisa langsung tes DNA untuk memastikan itu anak kandung kamu atau bukan tapi jikalau bukan semua keputusan ada di tangan kamu nak. Sekarang mamah harap kamu menyetujui keinginan orang tua meisya dulu" ucap sang mamah sambil mengelus rambut putranya.
Angga tidak berkata sedikit pun.
__ADS_1
.
.
.
.
.
H-2 sebelum pernikahan angga, angga memutuskan masih akan bekerja seperti biasa, sedangkan meisya sudah memulai cutinya terlebih dahulu.
Hari ini perasaan angga benar benar tidak enak. Saat melihat krisya yg sebenarnya saat ini satu shift dengannya merasa ini adalah pertemuan terakhir baginya.
Dan disaat store sudah tutup angga memperhatikan krisya yg asik sambil mendengarkan lagu dengan headsetnya tak lama angga melihat krisya keluar sepertinya ada panggilan masuk di ponsel krisya.
Akhirnya angga bertanya kepada surya.
"Sur lo liat aurel gak? tanya angga. Sebenarnya angga ingin bertanya keberadaan sang pujaan hati akan tetapi sangat tidak mungkin yg ada nanti teman temannya curiga.
"Oh tadi aurel keluar katanya ada urusan trus kalau udah waktunya pulang kita disuruh duluan aja" jawab surya sambil memainkam ponselnya.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan waktunya untuk pulang.
Angga pun memutuskan untuk menunggu krisya.
"Ngga ayo balik bareng gue mau nebeng ama lo, gue gak bawa motor soalnya." ajak surya.
__ADS_1
"Yah sur gue lagi ada urusan juga nih jadi lu duluan aja atau gak nebeng aldi gitu" jawab angga berbohong.
Akan tetapi surya tetap memaksa dan aldi juga bareng pacarnya. Mau tidak mau angga pulang duluan bersama surya.
("Besok aja deh gue tanya krisya langsung" pikir angga dalam hatinya)
.
.
.
.
.
Sampai besok harinya angga menunggu krisya datang akan tetapi kata aurel krisya mengajukan cuti dikarenakan ayahnya sakit.
Angga mencari tau dimana kampung krisya.
"Rel kampung si krisya dimana dah?" tanya angga.
"Kaga tau gue lagian mau ngapain lo nanyain kampung krisya. Inget ya gak lo besok udah mau nikah jadi mending sekarang lo fokus aja deh sama calon bini lo trus gue denger denger meisya bunting. Gue harap abis kalian nikah salah satu dari kalian mesti ada yg keluar karena udah jadi peraturan perusahaan. Lo pasti paham kan" ucap aurel sambil meninggalkan angga begitu saja.
"Dih dia kenapa dah, koq kayanya judes banget ngomong sama gue" gumam angga.
Angga merasa aurel agak berubah kepadanya entah apa yg membuat aurel menjadi berbeda.
__ADS_1
Angga memutuskan setelah menikah dengan meisya angga akan tetap bekerja di sini dikarenakan dengan tetap bekerja bisa menjadi alasan untuknya bertemu krisya setiap saat apalagi nanti meisya akan berhenti.