
Maaf kalo ada kesalahan dalam membuat ceritanya.
Dikarenakan ini hasil karya novel saya yg pertama :)
HAPPY READING
*ANGGA POV*
Hari ini angga satu shift dengan wanita yg sangat dia cintai sekaligus calon istrinya siapa lagi kalau bukan krisya dan meisya.
Di setiap waktu angga selalu mencuri pandang terhadap krisya, sebenarnya sangat berat bersikap acuh terhadap gadis pujaannya akan tetapi meisya selalu mendesak angga untuk menikahinya dikarenakan meisya hamil, angga menyadari sebulan lalu saat meisya datang angga tidak memakai pengaman apapun.
*FLASHBACK*
Sebulan setelah kejadian krisya memergokinya berselingkuh dengan meisya.
Meisya datang ke rumahnya dengan membawa bukti hasil laporan pemeriksaan meisya dari dokter kandungan bahwa meisya sedang mengandung sekitar 3 minggu.
"Aku hamil ngga! Hamil anak kamu dan aku gak mau tau kamu harus tanggung jawab aku mau kita menikah kalau kamu menolak aku pastiin hidup kamu akan penuh dengan penderitaan dan aku juga bakal buat perempuan sialan itu menderita! ancam meisya kepada angga sambil melemparkan kertas hasil pemeriksaannya.
"GUE GAK BAKAL MAU NIKAHIN LO! LAGIAN EMANG YAKIN TUH BENIH DI RAHIM LO HASIL BENIH GUE! BUKAN BENIH LAKI LAKI LAIN?" bentak angga.
Raut wajah meisya mendadak berubah seperti ketakutan.
__ADS_1
"MAKSUD LO APA HAH! LO INGET INGET AJA KEJADIAN SEBULAN LALU KITA BERCINTA LO KAN GAK PAKE PENGAMAN! sahut meisya sedikit berteriak sambil tersenyum licik.
"IYA TAPI KAN BARANG LO MURAHAN SIAPA AJA MASUK! BISA JADI ITU ANAKNYA SI BRENGSEK IVAN COWOK IDAMAN LO ITU KAN! sungut angga.
"Yaa....enggalah...udahh lama gue gak maen sama ivan tuh" jawab meisya dengab terbata bata.
"INGET! GUE GAK BAKAL MAU NIKAHIN JALANG KAYA LO! LAGIAN WAKTU ITU LO KAN YG JEBAK GUE! sahut angga kesal.
"JALANG JALANG BEGINI LO NIKMATIN SETIAP GOYANGAN GUE KAN! UDAHLAH GAK USAH MUNAFIK GUE TAU KOQ LO MASIH CINTA SAMA GUE! DAN DENGAN ADANYA ANAK INI KITA BISA BERSAMA LAGI! sahut meisya sambil tersenyum liciknya.
"GAK! GUE GAK BAKAL MAU NIKAHIN WANITA MURAHAN KAYA LO! bentak angga dan langsung meninggalkan meisya begitu saja.
Saat angga sedang berada di rumah surya papahnya menelpon.
"Papah ada dirumah, kamu cepet pulang ada yg mau papah omongin" ucap papah angga dan langsung mematikan telpon nya sebelum angga menjawab.
Angga pun langsung melajukan motornya ke arah rumahnya dan sesampainya dirumah. Keadaan rumah angga begitu ramai.
Angga memasuki rumahnya, di ruang tamu ada dua orang suami istri yg tak lain mamah papah angga dan sepasang suami istri yg tak lain adalah orang tua meisya karena ada meisya juga disitu.
"Angga duduk ada yg ingin papah bicarakan" perintah papah angga.
Angga pun duduk di sebelah meisya karena yg kosong hanya sofa sebelah meisya.
__ADS_1
"Angga apa benar kamu menghamili meisya?" tanya papah angga tegas.
"Kata siapa? Aku gak pernah menghamili dia" ucap angga
Papah angga pun melemparkan bukti yg tadi pagi meisya berikan kepadanya beserta sebuah kamera yg berisikan video percintaan angga dan meisya.
Wajah angga mendadak masam.
"Apa apaan ini mei! Lo gak punya malu banget sih jadi perempuan! Dengan pedenya lo kasih liat video beginian ke orang tua kita! DASAR JALANG! sahut angga dengan nada mengejek.
Sontak papah angga berdiri karena tidak terima anaknya di rendahkan oleh angga.
"APA APAAN KAMU ANGGA! BILANG ANAK SAYA JALANG! UDAH MENGHAMILI MEISYA SEKARANG BILANG MEISYA JALANG! DIA MELAKUKAN ITU PASTI ATAS DASAR CINTANYA SAMA KAMU! bentak papah meisya tidak terima.
Angga pun ikut berdiri.
"Maaf om, emang kenyataan anak om itu JALANG! DIA TIDUR BUKAN CUMA SAMA SAYA TAPI SAMA BANYAK LAKI LAKI TERMASUK SAHABAT BAIK SAYA! OM BISA TANYA ANAK KESAYANGAN OM ITU DAN SAYA JUGA GAK YAKIN ANAK YG DIKANDUNG MEISYA ADALAH ANAK SAYA! ucap angga dengan tegas.
Papah meisya kaget dan langsung memegang dadanya.
Begitupun orang tua angga juga kaget dengan perkataan anaknya.
"SAYA GAK MAU TAU KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB DENGAN ANAK YG DIKANDUNG MEISYA! ATAU GAK SAYA AKAN SEBAR BERITA INI KE MEDIA BIAR KELUARGA KALIAN HANCUR! ancam papah meisya yg masih memegang dadanya.
__ADS_1
Meisya beserta orang tuanya pergi meninggalkan rumah angga