
Jam menunjukkan pukul 18:22.
Aether seperti biasa, Demi mengisi waktu luangnya dia membaca sebuah novel, Aether membaca kurang lebih selama 2 Jam.
Karena sudah cukup lama Aether menutup bukunya dan menyalakan handphone nya untuk melihat berita apa saja yang terjadi, Mungkin ada sesuatu yang menarik terjadi bukan?.
Aether terus melakukan scroll dan menemukan salah satu Berita yang dirinya terlibat, Berita itu tentang di culiknya putri dari perusahaan Eustas.
Berita cukup gempar karena hal itu, Perusahaan ayah Uriel sendiri bisa dibilang cukup besar di negaranya, Dia memiliki Aset sebesar 11 Triliun.
Masih banyak perusahaan yang lebih hebat dari perusahaan Felipe, Tapi hanya dengan 1 Perusahaan itu sudah cukup bagi Felipe untuk mendominasi wilayah yang di tempati Aether, Felipe juga salah satu donatur Sekolah SMA S001.
Karena hal itu, Jika putri dari orang seterkenal dia diculik, Sudah pasti akan terjadi sesuatu yang gempar bukan?.
Aether merasa jika dia sudah terlalu banyak terlibat sesuatu saat ini, Aether menghela nafas dan berkata " Hahh~, Semoga saja Untuk camping nantinya tak banyak masalah yang terjadi, Jika bisa aku hanya ingin menikmati pemandangan sambil membaca buku novel dan menikmati kopi serta camilan " Ucap Aether penuh harap meskipun dia tau tak akan ada sesuatu yang seperti itu terjadi.
Tring~
Tiba tiba sebuah pesan dari orang tak di kenal muncul di layar handphone Aether.
' Halo ' Ucap orang yang berada di handphone Aether.
Aether mengerutkan keningnya lalu bertanya..
' Siapa? ' Tanya Aether singkat.
' Ini aku.., Uriel ' Ucap Seorang di handphone itu, dia adalah Uriel.
" Uriel? Apa Bastian yang memberikan kontakku padanya? " Batin Aether, Memang setelah Aether mengganti handphone nya, Bastian pernah meminta nomor barunya, Aether sendiri dengan senang hati memberikan nomor teleponnya.
' Uriel ya?.., Apa ada sesuatu hingga membuatmu mengirimiku pesan? ' Tanya Aether kepada Uriel di handphone nya.
' Ya, Itu sekali lagi aku benar benar berterima kasih ' Ucap Uriel.
Aether mengela nafas, Dia tak menyangka akan di hubungi hanya untuk minta maaf.
' Tak perlu memikirkan hal itu, Aku membantumu karena kebetulan terlibat ' Jawab Aether singkat.
' Ya, Aku minta maaf karena melibatkan mu ' Uriel meminta maaf pada Aether karena telah melibatkan nya di saat penculikan itu terjadi.
' Tak masalah, Apa yang harus kulakukan agar kamu tak terus minta maaf? Haiss ' Ucap Aether kepada Uriel yang terus-menerus meminta maaf dan berterima kasih.
' Kalau begitu, Sebagai rasa terima kasih ku dan kompensasi karena melibatkan mu, bagaimana jika besok kamu makan malam di rumahku saja, Ayahku juga mengundangmu ' Tanya Uriel.
__ADS_1
' Itu terlalu berlebihan ' Jawab Aether dengan wajahnya yang bosan terlibat masalah.
' Jika kamu tidak pergi, Sepertinya aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri karena melibatkan mu tanpa memberikan mu kompensasi, Jadi kumohon ' Ucap Uriel dengan memohon.
Aether kini di suguhi dengan 2 pilihan, Menerima undangan dan menyelesaikan makan malam tanpa masalah lalu pergi dengan aman atau Menolak ajakan Uriel dan terus menerus mendengar Uriel meminta maaf dan juga berterimakasih.
Aether menghela nafas dan berkata " Jika sudah begini, Pilihan pertama adalah yang terbaik bukan? Huhhh~ ".
' Baiklah aku akan datang besok malam ' Jawab Aether singkat.
' Baiklah, Terima kasih ' Ucap Uriel.
Aether mematikan teleponnya karena merasa lelah menghadapi sifat dari Uriel.
Disisi lain...,
" Yess!! Ayah! Aku berhasil membujuknya! " Ucap Uriel yang sangat gembira karena Aether menerima undangannya.
Di rumahnya sendiri, Uriel adalah wanita yang sangat super aktif, Meskipun di sekolah dia agak tenang itu karena banyak saksi mata yang melihat, Berbeda dengan rumahnya yang hanya ada dia pelayan dan ayahnya.
Uriel berlari dan memeluk ayahnya karena senang Aether menerima undangan makan malam itu, Jujur saja ini pertama kalinya bagi Uriel mengundang seorang lelaki ke rumahnya.
Felipe yang melihat anaknya senang, Tentu saja dia juga ikut senang.
Uriel sendiri tak menolak hal itu.
".......
Kini di pagi hari yang cerah dan damai.
Aether sudah bersiap dan keluar dari villanya untuk berangkat sekolah.
Dia menyalakan mesin motornya, Lalu Melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan yang kosong dan masih sedikit gelap itu.
Aether melaju sambil menikmati angin yang berhembus kencang di sekitarnya.
20 Menit kemudian, Aether telah sampai di rumahnya yang bobrok itu dan memasukkan motornya lagi agar tak di maling.
Aether kini meninggalkan motornya dan hanya membawa kunci motornya lalu lekas pergi dari sana.
Berjalan menuju sekolahnya dengan kakinya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai.
Aether sudah berada di gerbang sekolah, Terlihat murid murid yang berlalu lalang, Susananya seperti biasanya, Terasa damai dengan beberapa suara murid yang tertawa di sekitar.
__ADS_1
Aether masuk ke gerbang sekolah dan terus berjalan menuju pekarangan sekolah.
" Aether! " Ucap seseorang dari belakang.
Aether berbalik dan melihat ke arah sumber suara itu.
" Uriel? " Gumam Aether, Ya dia adalah Uriel yang baru saja sampai di sekolah.
Uriel datang dan menghampiri Aether.
" Selamat pagi! " Ucap Uriel dengan senyum manisnya, Aether sendiri masihlah lelaki jadi terkadang dia juga sempat terpesona oleh Uriel, Tapi dengan cepat dia membuang pikiran yang banyak melintas di pikirannya itu.
" Mhm, Pagi " Jawab Aether singkat dan kini bergegas berjalan menuju ke gedung sekolah.
Banyak murid yang menatap iri dan marah kepada Aether karena merasa malaikat mereka sangat dekat dengan Aether.
Aether sendiri tak memperdulikan hal itu Dan Uriel sudah terbiasa mendengar hal seperti itu.
Mereka berdua berjalan menelusuri koridor dan tak sengaja bertemu dengan Bastian dan Ariana yang sedang berjalan menuju ke kantin.
" Oh, Ariana! " Ucap Uriel memanggil Ariana.
" Uriel?!, Apa kau baik baik saja? Mengapa kau langsung pergi berangkat sekolah? " Tanya Ariana khawatir karena tau jika kemarin itu, Uriel adalah orang yang di targetkan.
" Mengapa menanyakan hal itu padaku? Aku tak terluka, Melainkan Aether yang terluka tapi dia tetap bersekolah " Ucap Uriel sembari menatap Aether yang terlihat culun tapi nyatanya dia cukup kuat sampai masih pergi ke sekolah saat kakinya tertusuk oleh sebuah paku.
" Ah benar juga, Aether apakah k- " Ariana tak sempai menyelesaikan ucapannya karena Aether memotongnya.
" Hah~, Kamu seharusnya sudah tahu kan jika ujungnya aku akan menjawab ' Aku baik baik saja ', Jadi tak perlu menanyakannya lagi " Ucap Aether.
" Benar juga, Hanya saja jika aku tak bertanya rasanya aku seperti manusia tanpa perasaan " Ucap Ariana.
" Ya sudah, Oh ya Bastian lain kali jangan sembarangan membagikan kontakku " Ucap Aether menatap iris mata Bastian.
" Aku tak akan memberikannya kepada orang tak dikenal, Tapi karena Uriel dan Ariana bukan orang asing jadi tak apa apa kan? " Ucap Bastian.
" Hah~, Baiklah terserahmu " Jawab Aether lelah dan kini berjalan duluan menuju ke ruangan kelasnya meninggalkan ketiga temannya itu.
~ BERSAMBUNG.
HARI RABU
JAM PUKUL 06:45.
__ADS_1