
Uriel dan ayahnya Felipe tertegun mendengar ucapan dari Aether, Tapi mereka segera memaklumi bahwa Aether tak ingin terlibat dengan mereka.
" 1 Bulan? Itu terlalu lama, Dan kau tak layak bernegosiasi denganku, Aku dapat menghancurkanmu dengan mudah " Ucap Giles.
" Kamu yakin? Kamu bahkan tak mengetahui identitas ku dan berniat menghancurkan ku? Kau tak tau apa apa tentangku, Jadi bukankah lebih baik menghindari bertambahnya musuh dari pada menambah musuh? Aku sudah berbaik hati padamu " Ucap Aether dia hanya mengancam Giles padahal tidak ada yang spesial tentangnya kecuali system dan wajahnya.
Giles memikirkan bahwa apa yang di ucapkan Aether benar, " Bagaimana jika Aether sebenarnya orang kaya yang memiliki pengaruh lebih tinggi daripada diriku?, Bagaimana jika itu benar dan dia menghancurkan keluargaku dan aku jatuh miskin? " Giles memikirkan jika apa yang dikatakan Aether benar maka konsekuensi nya akan terlalu mengerikan.
Giles menatap Aether lalu berkata " Baiklah, Kamu tidak akan berhubungan dengan seluruh keluarga Uriel termasuk Uriel mulai besok dan aku tidak akan mengganggu Uriel selama 1 Bulan ini " Ucap Giles dan kini pergi ke mobilnya dan melaju pergi meninggalkan tempat itu.
Felipe yang sudah tidak melihat mobil Giles lagi kini menatap Aether lalu berkata " Maaf karena telah membuatmu terlibat dengan hal merepotkan ini " Ucap Felipe merasa bersalah.
" Tak masalah sama sekali, Kalian sekarang punya 1 Bulan untuk memikirkan rencana bagaimana menghadapi mereka, Gunakan waktu itu untuk memikirkannya baik baik " Ucap Aether.
" Aku berterimakasih untuk itu, Tapi tentang pemutusan hubungan itu apa kau yakin? " Ucap Felipe sembari menatap putrinya yang sedih saat ini.
Aether mengikuti tatapan Felipe yang menuju ke arah Uriel, Terlihat Uriel yang sedih, Aether kini berkata " Yah, Tak masalah selama tak ketahuan kan? " Ucap Aether lalu bergegas pergi dari sana.
Uriel dan Felipe yang mendengar itu bingung apa yang di maksud oleh Aether.
" Apa maksudmu? " Tanya Felipe.
" Tak masalah berkomunikasi melalui handphone karena itu tak akan ketahuan, Di sekolah juga kita bisa berkomunikasi dengan sembunyi sembunyi kan? Tak ada masalah selama tak ketahuan " Ucap Aether.
Uriel yang tadi sedih kini menjadi sangat senang tapi dia kini menjadi sedih lagi lalu berkata " Lantas bagaimana jika ketahuan? " Tanya Uriel.
" Jika itu terjadi, Maka kalian harus melindungi ku kan? " Ucap Aether bercanda tapi serius di mata Felipe dan Uriel.
Uriel dan Felipe membulatkan matanya seakan bingung melihat Aether, Mereka benar benar tak bisa menebak apa yang ada di pikiran Aether, Apalagi Aether selalu terlihat dingin.
Tapi meskipun begitu, Mereka berjanji satu hal pada diri mereka sendiri.
__ADS_1
" Aku akan melindunginya, Dia pemuda yang baik " Batin Felipe.
" Aku akan membantunya di saat dia susah, Dia adalah penyelamat ku " Batin Uriel.
"......
Disisi lain, Aether sudah pergi dari sana dengan motornya yang melambung tinggi di jalan raya.
Aether menyelusuri jalan raya sembari menikmati angin berhembus kencang di sekitarnya.
Dalam 20 Menit kurang lebih dia sudah sampai di villanya dan langsung masuk ke villanya itu.
Dia tak melakukan apapun saat pulang ke villanya, yang dia lakukan saat pulang hanya langsung menuju ke kamarnya dan membaringkan dirinya kasur yang nyaman nan empuk itu.
" Sial, Aku sudah terlibat terlalu jauh, Apalagi yang tadi itu, Mengapa aku merasa kasian padanya? Hal itu membuatku mengatakan hal yang seharusnya tidak kukatakan, Jika aku dan dia benar benar ketahuan masih berhubungan oleh Giles, Maka hidupku yang tenang akan menjadi merepotkan " Gumam Aether sembari menatap langit langit villanya.
" Jika itu terjadi maka aku harus menyusun rencana sedari awal agar bisa melindungi diriku sendiri " Lanjut gumam Aether sembari memikirkan apa yang harus dia lakukan agar bisa menjatuhkan Giles di saat dia ketahuan berhubungan dengan Uriel dan Felipe.
Di sisi lain...
Nampak seorang pemuda yang sedang memainkan sebuah game dengan begitu antusias.
" Ayo! Aku pasti bisa mengalahkan Vortex ini! " Ucapnya sembari menekan nekan tombol di laptopnya, Dia saat ini sedang memainkan sebuah game yang bernama ' Street knight in a realistic world ', Itu adalah game Yang di public oleh seorang dengan menggunakan nama ' Alke Development '.
" Sedikit lagi sedikit lagi!! Yes!!! Aku mengalahkannya! hahaha game ini cukup try hard tapi sangatlah menyenangkan! Aku penasaran siapa pembuat game ini sebenarnya! jika bisa aku ingin menghubungi nya! " Ucapnya dengan penuh antusias, Dia adalah penggemar berat game buatan Aether.
Game Aether sendiri memiliki banyak karakter wanita dan lelaki yang sangat cantik dan tampan membuat orang orang tertarik untuk bermain dan beberapa orang mulai menganggap karakter dalam game itu adalah pacar mereka.
Karena Game Aether sendiri memiliki grafik HDR membuat semuanya terlihat nyata bahkan karakternya.,
Pemuda ini bernama Ilias Jerome, Dia adalah tuan muda ke 2 Dari perusahaan Jero Game Inc, Sebuah perusahaan yang berfokus dalam pembuatan sebuah game dan mengunggahnya di banyak platfrom seperti playstore/AppStore/steam dll.
__ADS_1
Illias Jerome memiliki 1 Kakak laki laki yang sangat hebat dalam mengelola perusahaan karena itu mereka merasa kakak dari illias itu sudah cukup untuk mengelolah perusahaan dan illias di biarkan bebas untuk melakukan apa saja yang dia inginkan.
Orang tua illias sudah meninggal saat beberapa bulan kemarin dan kini kakaknya lah yang sekarang memegang kendali perusahaan.
meskipun mereka berdua adalah pewaris, Tapi yang di berikan malah kakak dari illias, Tentu saja itu terjadi karena mereka akrab jadi tak mempermasalahkan hal itu dan kakak illias juga sangat baik pada illias.
Kakak dari illias bernama Ian Jerome, Dia adalah pemuda yang tampan dan memiliki reputasi yang bagus di kalangan sosial.
Berbeda dengan illias yang sibuk dengan gamenya dan tidak peduli apa yang terjadi diluar karena kakaknya lah yang akan menyelesaikan semua itu.
" Aku merasa lapar " Ucap illias dan kini berdiri dari duduknya dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
Saat berjalan dia mendengar suara dari kamar kakaknya, Dia merasa penasaran dan kini mencoba mendengar apa yang mereka katakan.
' Bagaimana? ' Tanya seorang pria didalam sana, dia adalah Ian Jerome.
' Illias tak membuat pergerakan mencurigakan apapun, Dia menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game ' Ucap orang yang berbicara dengan Ian.
Illias cukup bingung, Kenapa namanya di sebut sebut di tempat ini?.
' Dia benar benar bodoh ' Ucapan Ian membuat illias menjadi terkejut bukan main, Pasalnya kakaknya yang paling menyayanginya itu menyebutnya bodoh?.
' Baguslah jika dia tak menyadari jika ada yang aneh tentang kematian orang tua ku, Soalnya yang membunuh mereka kan aku ' Ucap Ian dengan senyum mengerikan diwajahnya.
Illias yang mendengar itu menjadi bernafas tak stabil, Nafasnya memburu, Dadanya terasa sakit tapi tak berdarah, Sedih? Sedih!, Sakit hati? Sakit hati!!, Kecewa? Kecewa!!, Marah? Marah!!, Itu yang sedang dirasakan oleh illias saat ini siapa yang menyangka kakak yang begitu dia sayangi ternyata membunuh orang tuanya demi kekuasaan dan perusahaan itu.
~ BERSAMBUNG
HARI RABU
JAM PUKUL 11:22 MALAM
__ADS_1