Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 30 : CAMP (1)


__ADS_3

Hari masih sangat cerah, 1 Jam berlalu saat Aether tertidur, Terlihat begitu banyak murid yang sudah datang, Mereka yang datang sangat mempertanyakan hubungan Aether dengan Uriel, Aether pasti tidak menyangka jika dia akan sangat menarik perhatian.


Bastian dan Ariana sudah terlihat, Pasangan itu terlihat begitu lesu, Baju mereka sangat basah, Keringan membasahi seluruh tubuh mereka.


Tapi rasa lelah itu di ganti dengan rasa penasaran saat melihat Aether dan Uriel yang bersama, Apa lagi mereka terlihat seperti pasangan.


Mereka mendekati Uriel dengan rasa penasaran yang tinggi.


" Wah wah apa ini? Apa kalian diam diam pacaran? " Tanya Ariana yang baru sampai dengan nafasnya yang masih memburu.


" Aku tidak menyangka Aether menyembunyikan fakta yang menarik seperti ini " Ucap Bastian memegang dagunya sembari mengangguk.


Uriel yang tiba tiba di tanyakan hal seperti tentu saja menjadi kesal " Aku hanya membiarkannya tidur karena dia lelah!! " Ucap Uriel kesal dan cemberut.


" Eh~ Benarkah? Tapi itu sangat aneh kan? Mengapa Aether yang lelah? bukannya kamu sebagai wanitalah yang harus lelah? mencurigakan " Ucap Ariana dengan seringai di wajahnya dia sangat yakin kalau Aether dan Uriel memiliki suatu hubungan, Bastian juga mengangguk setuju mendengar perkataan pacarnya itu.


Uriel menghela nafas panjang dan berkata " Dia lelah karena menggendong ku, Saat kami mendaki., Kakiku terluka jadi Aether menggendongku selama 3 jam kurang lebih " Ucap Uriel menjelaskan.


" Ups., apa itu benar? " Tanya Ariana, Dan kini melihat kaki milik Uriel yang di plester.


" Tentu saja " Ucap Uriel sembari memutar bola matanya kesal.


" Ahaha, Maaf karena sudah salah paham " Ariana benar benar salah perkiraan kali ini.


Bastian menatap lekat kepada Aether dan kini berkata " Ariana, Aether tertidur kan? Kita bisa membuka kacamatanya sekarang " Ucap Bastian.


Ariana yang dewasa itu tiba tiba matanya berbinar-binar terang dan merasa sangat penasaran " Benar! Bastian! Ayo buka kacamatanya!!! cepat cepat! " Sifat Ariana berubah drastis karena penasaran.


Bastian hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat sifat pacarnya itu.


" Hei dia tertidur, Tidak baik jika kita mengganggunya " Ucap Uriel menyela mereka.


Ariana merasa jika Uriel akan terus menghalangi nya jika seperti ini, Jadi dia berencana menyudut kan Uriel agar mengizinkannya membuka kacamata Aether.


" Heh~., Mengapa kamu membelanya? Apakah sebenarnya malaikat kecil kita ini sudah jatuh cinta pada Aether? " Tanya Ariana.


' Blush '


Pipi Uriel memerah padam mendengar ucapan Ariana, " Ti-Ti-Tidak mu-mungkin jang-jangan berbicara se-suatu yang.. asal asalan begitu!! " Ucap nya dengan begitu gugup.


Ariana tersenyum dan melanjutkan ucapannya " Lalu mengapa kamu membelanya? " Ucap Ariana.

__ADS_1


" Aku tidak membelanya sama sekali! Yasudah buka saja kacamatanya jika kamu mau! " Ucapnya dengan menutup kedua matanya karena masih malu.


Ariana tersenyum penuh kemenangan lalu menatap Bastian, Bastian yang paham kini mendekat ke arah Aether.


Dia mendekatkan tangannya untuk membuka kacamata Aether, Sedikit demi sedikit tangan Bastian mendekat dan hampir menyentuh kacamata nya.


' Puk '


Bastian berhasil menyentuh kacamata Aether dan tinggal menariknya untuk membukanya.


Dengan perlahan Bastian menariknya..


Deg!


Tiba tiba Aether terbangun dan menangkap tangan Bastian " Apa yang kamu lakukan? Jika aku tidak mengenali mu, Aku mungkin akan mematahkan tanganmu " Ucap Aether dengan suaranya yang masih serak.


Aether mendongak keatas dan iris matanya bertemu dengan iris mata Uriel, Dia baru ingat jika dia sedang berada di pangkuan Uriel.


" Ah maaf Aether, Aku berpikir ini kesempatan untuk melihat wajahmu " Ucap Bastian berkeringat dingin.


Ariana sendiri malah pura pura tidak tau apa yang terjadi.


Aether menatap malas ke arah sahabatnya itu, Aether merasa tubuhnya masih lemas karena baru bangun dari tidurnya.


Uriel menjawab " Sekitar 1 Jam kurang lebih ".


1 jam? Hal itu membuat Aether tersentak, dia menatap sekitar dan terlihat sudah banyak murid murid yang datang beberapa juga memperhatikan Aether dengan tatapan bermusuhan.


Aether menepuk jidatnya dan menghela nafas " Mengapa tak membangunkan ku saat murid murid sudah datang?, Bagaimana dengan kakimu? apa kau lelah? " Ucap Aether dan kini bangun dari pangkuan Uriel.


" Kamu tertidur begitu lelap, Bagaimana mungkin aku tega membangunkanmu?, selain itu aku sama sekali tidak lelah karena yang ku lakukan adalah untuk membalas Budi padamu " Ucap Uriel dengan senyum manis terpampang di wajahnya.


Aether menghela nafas lalu berkata " Aku tidak tau lagi, Kau ini bodoh atau bagaimana? ".


Uriel hanya tertawa mendengar hal itu.


Aether yang merasa tenaganya sudah cukup pulih dan tak terlalu lemas lagi kini menatap ke arah Bastian " Haish, Sebaiknya kau tak melakukan hal seperti itu lagi nantinya " Ucap Aether.


Bastian mengangguk dengan keringat dingin yang menjalar di tubuhnya.


" Aether apa kau benar benar tak memiliki hubungan apapun dengan Uriel? seperti pacar atau tunangan? " Tanya Ariana.

__ADS_1


Aether dan Uriel yang mendengar itu mengkerut kan dahinya.


" Kau sedang mimpi? Mana mungkin ada yang seperti itu " Jawab Aether dan Uriel mengangguk setuju.


" Yah, itu karena kau terlihat lebih sedikit perhatian pada Uriel di banding sebelumnya " Ucap Ariana sembari mengetuk ketuk pipinya.


Aether memikirkan apa yang di ucapkan Ariana, Apa dia benar benar sudah terlalu baik pada Uriel? Entahlah dia tak merasakannya sama sekali..


" Aku tidak tau, Aku hanya memperlakukannya seperti biasanya saja " Jawab Aether singkat.


" Hmm, Sebenarnya ini juga terjadi pada Uriel tau? Dia terlihat menjadi lebih perhatian padamu " Ucap Ariana.


Bulu kuduk Uriel bergidik.


" Mana mungkin ada yang seperti itu! " Uriel angkat bicara dengan dahi yang mengkerut ditambah wajah yang memerah.


" Ada kok " Jawab Ariana kepada Uriel sembari tersenyum.


" Apa yang ada? " Uriel bertanya penasaran tentang apa yang di maksud Ariana.


" Ini " Ucap Ariana lalu menunjukkan sebuah kertas, Itu adalah makanan yang ingin Uriel buatkan untuk Aether saat pergi di sekolah nantinya.


" Nah bagaimana kamu akan menghindar sekarang? " Ucap Ariana kepada Uriel dengan senyum kemenangan.


Uriel membelalakkan matanya dan menatap di sekitarnya ya! dia sudah kehilangan catatan yang dia catat untuk rencana membuatkan bekal pada Aether disaat Aether masih tertidur tadi.


Wajahnya menjadi merah dan pucat sekaligus, Dia menatap Aether dan takut Aether akan membencinya, Terlihat Aether yang masih dengan wajah tenangnya.


Aether mengela nafas " Hanya itu? Mungkin saja itu hanya semacam balas Budi " Ucap Aether dengan santai.


Uriel yang mendengar itu kini wajahnya menjadi cerah, Untung saja Aether tidak marah.


" Ya, Sebenarnya aku selalu bingung bagaimana harus membalas Budi pada Aether, Dan pada saat aku tau jika pola makanan Aether tidak sehat, maka setidaknya aku akan membuatkannya bekal agar dia memakan makanan yang sehat " Ucap Uriel panjang lebar menjelaskan.


" Jadi begitu, Maaf sepertinya aku sudah salah paham, Ya sebenarnya tak buruk juga melihat reaksi panik Uriel " Ucap Ariana sembari tertawa lucu.


Dari tadi Bastian tak mengalihkan pandangannya dari sang pacar, Rasanya dia benar benar sudah disihir oleh Ariana.


~ BERSAMBUNG.


HARI SENIN.

__ADS_1


JAM PUKUL 01:14


__ADS_2