Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 32 : CAMP (3)


__ADS_3

Waktu berlalu cukup lama, Sebelumnya saat guru olahraga Aether pergi, Kelompok Aether berisitirahat di dalam tenda dengan beberapa perbincangan ringan yang mereka lakukan.


Sekarang waktu sudah gelap, Dan waktunya bagi mereka untuk keluar dan menyalakan api unggun.


" Perhatian!! Sekarang malam telah tiba Dan para murid di beri tugas untuk menyalakan api unggun! " Teriak seorang guru yang keluar dari tendanya, Kali ini bukanlah guru olahraga.


Aether dkk mendengar suara guru mereka lalu saling menatap satu sama lain.


" Bawa korek? " Tanya Uriel.


Ketiga orang yang di tanya itu menggeleng, Lalu mereka semua terdiam dan hanya terdengar suara jangkrik yang berbunyi di malam itu.


" Hahhh " Suara helaan nafas Aether terdengar, " Biar aku saja yang menyalakannya " Ucap Aether lalu bergegas keluar dari tenda.


Teman temannya saling menatap satu sama lain terlebih dulu lalu ikut keluar dari tenda mengikuti Aether, Mereka penasaran apa yang ingin Aether lakukan.


" Apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Uriel pada Aether yang berdiri di luar.


Aether berbalik menatap ke arah Uriel dan Ariana lalu berkata " Karena kita tidak mempunyai korek, Maka kita hanya perlu meminjam pada yang lainnya " Ucap Aether, Bastian mengangguk setuju.


" Bagaimana jika mereka tak mau meminjamkannya " Ucap Ariana.


" Mereka akan meminjamkannya jika yang pergi adalah kamu dan Uriel " Ucap Aether sembari menunjuk Ariana dan menyebut nama Uriel.


Ariana dan Uriel bingung apa yang dimaksud Aether.


" Mengapa mereka akan meminjamkannya jika Ariana dan Uriel yang pergi? " Bastian yang penasaran tak mampu menahan mulutnya lagi dan angkat bicara.


Aether menghela nafas lalu berkata " Awalnya saja banyak yang ingin membentuk kelompok dengan kalian berdua, karena apa? Ya paras kalian, Jika kalian meminta mereka untuk meminjamkan korek api, Tentu saja mereka pasti meminjamkannya " Jelas Aether.


" Masuk akal! " Ucap Bastian sembari membentuk Kedua tangannya layaknya pistol lalu menunjuk ke arah Aether.


" Apa? Bukankah itu sedikit jahat? " Ucap Uriel.


" Hmm, Tapi jika kita tak melakukannya, api unggun kita takkan menyala kan? " Ucap Ariana ragu dan mempertimbangkan ucapan Aether.


" Yah terserah kalian, Apakah kalian mau mencoba meminjam atau tidak " Ucap Aether.


Setelah beberapa menit berpikir, Cuaca sekitar mulai dingin, Uriel dan Ariana yang sudah tak kuat merasakan angin malam kini bicara " Ahh- aku sudah tak kuat, Lebih baik kita mencobanya! " Ucap Ariana.


" Itu benar, ini sangat dingin!! " Uriel juga angkat bicara dengan tangan yang memeluk tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Aether memutar bola matanya dan berkata " Lebih bagus jika kalian mau melakukannya dari tadi " Ucap Aether.


" Tsk diamlah " Ariana mendecih dan kini mengajak Uriel pergi.


Karena koreknya tinggal di tunggu saja kini Aether bersiap untuk membuat api unggun.


" Bastian, Bisakah kau mengambil 2 Ember Air? " Tanya Aether pada Bastian.


" Tak masalah " Jawab Bastian dan kini menuju ke tempat para guru untuk meminjam 2 Ember air, Lalu pergi mengambil air di sungai.


Aether melihat sekitar untuk menentukan lokasi api unggun yang cukup jauh dari benda yang muda terbakar atau tanaman menggantung.


Lalu setelah mendapatkan posisi yang pas, Aether menjauhkan seluruh barang yang mudah terbakar sejauh 2,5 meter.


Aether menggali lubang yang cukup dalam agar api terkendali dan bara mempunyai tempat untuk jatuh, Lubang yang lebih dalam juga akan membuat kayu tidak jatuh ke luar melainkan ke tengah.


Setelah itu, Aether membuat pembatas dengan batu yang berfungsi untuk menahan api unggun sekaligus memberi batas di antara kayu yang dibakar dengan benda-benda lain yang mudah terbakar.


Tak lama kemudian Ariana dan Uriel telah kembali dengan membawa 1 korek api.


" Kalian sudah kembali? " Ucap Aether melihat Uriel dan ariana.


" Ya, Kami mendapatkan korek apinya " Jawab Uriel sembari menunjukkan korek api ditangannya, Aether tersenyum lalu berkata " Bagus! " Ucapnya.


Tiba tiba dari belakang Datang Bastian dengan 2 Ember air penuh yang dia angkut.


" Mencariku? " Tanya Bastian yang mendengar ayangnya mencarinya.


Ariana dan Uriel secara reflek berbalik melihat sumber suara itu.


" Bastian? Darimana kamu?..., Ah kamu mengambil air? untuk apa? " Ucap Ariana dengan banyak pertanyaan, Uriel juga penasaran.


" Aether memintanya " Jawab Bastian singkat lalu meletakkan ember air itu di dekat Aether.


Ariana dan Uriel kali ini menatap Aether dengan mata penasaran.


Aether mau tak mau langsung menjawab " air untuk berjaga-jaga jika api merembet ke tempat yang tidak diinginkan, Bagaimana jika malah terjadi kebakaran? " Ucap Aether.


" Begitu, Aku tak menyangka kamu hebat dalam bertahan hidup " Ucap Uriel dengan kagum, Ariana dan Bastian mengangguk setuju.


" Tentu saja, Sebelumnya aku ini tentara " Batin Aether, Tapi di permukaan dia hanya membalas dengan senyumannya.

__ADS_1


Aether mulai menyusun ranting kayu dan menyandarkan ranting ranting pada satu sama lain membentuk sebuah piramida. Lalu Aether meletakkan lebih banyak ranting sampai struktur Piramida kukuh.


Kemudian, Aether menambahkan potongan kayu bakar yang lebih besar untuk membuat struktur yang lebih besar.


Lalu Aether menyisakan celah di sela-sela kayu yang membentuk dinding piramida agar angin bisa berhembus dan menyalakan bara api yang ada di tengah tumpukan kayu.


Lalu setelah itu, Aether kini menyalakan korek apinya dan menyalakan api unggun yang sudah siap di nyalakan itu.


Api unggun kelompok Aether kini menyala lebih cepat dari yang lainnya, Mereka semua sudah menyusun dari tadi tapi sampai sekarang tak ada satupun dari mereka yang berhasil.


Sedangkan kelompok Aether, Mereka hanya mencoba sekali dan berhasil.


Api itu menyala dengan bara api yang berjatuhan, Di sekitar tenda mulai terasa hangat dan lebih terang di malam hari ini.


" Wah!! Berhasil!! Kamu hebat!! " Ucap Uriel dengan antusias.


" Aku tak menyangka kamu begitu hebat dalam hal ini, Apakah kamu dulu sering melakukan camping? " Tanya Ariana penasaran.


" Yah, Aku dulu cukup sering camping " Jawab Aether singkat, Tentu saja itu hanya di kehidupan terdahulunya.


" Kau tak mengajakku? " Ucap Bastian.


" Untuk apa? Kita sendiri belum kenalan saat itu " Ucap Aether, Karena memang saat dia tentara Bastian tak mengenalnya kan?.


" Benarkah? " Ucap Bastian yang mengira dia ditinggalkan oleh sahabatnya itu.


Aether hanya mengangguk.


" Kalian sudah selesai? " Tiba tiba guru olahraga mereka, Yaitu hali datang mendekat karena melihat api yang menyala di kelompok Aether.


Kelompok Aether mengangguk karena api unggun mereka sudah Selesai.


Guru olahraga mereka menatap Api unggun buatan Aether yang terlihat sangat berpengalaman, Matanya menatap kagum ke arah kelompok itu.


" Hebat, Kalian akan mendapat nilai sempurna untuk pembuatan tenda dan juga api unggun " Ucapnya dengan senyum lebarnya.


Uriel dan Ariana yang sering mempersalahkan nilainya kini merasa sangat senang, Kini mereka melakukan beberapa perbincangan ringan sembari menikmati angin malam dan sengatan hangat dari api unggun.


~ BERSAMBUNG.


HARI SENIN.

__ADS_1


JAM PUKUL 08:33


__ADS_2