Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 29 : PENDAKIAN (4)


__ADS_3

Aether dan Uriel saat ini masih dalam peristirahatan mereka, Aether yang sibuk rebahan sambil membaca novel sedangkan Uriel yang sibuk dalam handphone nya.


Setelah berisitirahat sejenak..,


Aether yang merasa jika istirahat nya sudah cukup . " Kita sudah istirahat cukup lama, Ayo kita lanjut jalan " Aether angkat bicara.


Uriel yang mendengar suara Aether langsung menatap ke arah Aether dan menjawab " Baiklah " Ucapnya lalu bersiap dan berdiri dari duduknya.


Aether juga sudah mengemas kembali barang bawaannya dan bersiap untuk melanjutkan pendakian.


" Ayo kita jalan " Ucap Aether dan kini mulai berjalan, Di belakangnya ada Uriel yang mengekorinya.


Aether terus berjalan kedepan menyelusuri jalan yang penuh dengan pepohonan, Hingga dia sadar dan berbalik menatap Uriel yang berjalan cukup lambat.


" Mengapa kamu berjalan begitu lambat? " Tanya Aether kepada Uriel.


Uriel tersenyum canggung dan berkata " Ah maaf, aku akan segera kesana " Ucap Uriel lalu mempercepat langkahnya.


Aether menatap Uriel dengan tatapan tajam, Uriel yang di tatap kini berkeringat dingin, " Apa aku melakukan sebuah kesalahan? " Batin Uriel, Meski Aether Menggunakan kacamata entah kenapa tatapannya bisa begitu terasa bagi Uriel.


Yah mungkin karena secara perlahan kekuatan Aether sedikit demi sedikit kembali ke masa primanya.


" Di mana yang sakit? " Ucap Aether tiba tiba membuat Uriel tersentak.


" Eh? apa? " Tanya Uriel heran.


Aether menatap sekujur tubuh Uriel dan matanya tertuju pada kakinya yang terluka, Aether mendekat lalu berkata " Sudah ku bilang jika ada yang sakit katakan padaku hahh... " Ucap Aether sembari menghela nafas.


" Ah maaf, Kurasa tak perlu karena hanya akan membebanimu " Ucap Uriel, " Aku kira dia marah karena apa " Batin Uriel.


" Kau ini bodoh atau bagaimana? Bagaimana jika lukanya menjadi lebih parah? " Ucap Aether sembari mengeluarkan plester yang dia simpan untuk jaga jaga, Setelah itu Aether menempelkan 2 plester pada kaki Uriel yang terluka.


Uriel yang merasakan cukup sakit dia tak mengeluh karena itu hanya akan merepotkan Aether, Jadi dia menahannya dengan mengedipkan satu matanya.


" Umm.., Terima kasih " Uriel berterima kasih pada Aether, Di pikirannya dia merasa Aether selalu membantunya sedangkan dia apa?, dia hanya merepotkannya.


Aether mengangguk lalu berkata " Ya sudah, Kemari " Ucapnya sembari berlutut membelakangi Uriel.


Uriel yang melihat posisi Aether langsung paham apa yang ingin dilakukan Aether.


" Eh- Tak perlu berlebihan, Aku masih bisa jalan " Ucap Uriel dengan cepat ingin menghentikan Aether.


" Ini lebih baik daripada kamu berjalan sangat lambat " Jawab Aether Singkat.

__ADS_1


" Tapi aku hanya akan membebanimu kau tau? " Lanjut ucap Uriel.


" Kebetulan aku ingin olahraga, Jadi bisakah kamu membantuku dengan menjadi pemberat badanku? " Ucap Aether.


" Eh- Itu tapi.. " Uriel menjadi gugup karena Aether.


" Apa kamu menolaknya? Padahal aku sudah minta bantuan? Apakah kamu tidak ingin balas Budi denganku? " Ucap Aether menyudutkan Uriel.


" Tapi tidak seperti ini kan? " Lanjut jawaban Uriel.


" Kenapa tidak? Aku tidak menyangka kamu menolak saat aku meminta bantuanmu " Ucap Aether sedikit sedih yah hanya akting.


Uriel yang melihat Aether sedih seperti itu kini merasa bersalah dan memutuskan untuk menerimanya.


" Ah aku tidak tau lagi, Baiklah tolong gendong aku " Ucapnya Dengan menjerit keras.


Aether tertawa kecil melihat tingkah laku Uriel.


" Yah terkadang yang seperti ini tidak buruk juga " Batinnya lalu mengangkat Uriel yang sudah naik di punggungnya.


Aether dan Uriel kini lanjut menulusuri jalanan.


Aether bisa merasakan nafas milik Uriel di lehernya membuat jiwa lelakinya bergetar hebat.


Mereka terus berjalan di bawah indahnya matahari yang menyengat itu.


".....


Pendakian terus berlanjut selama 3 Jam, Akhirnya Aether dan Uriel sampai di akhir dari tempat pendakian mereka, Terlihat 2 Kelompok yang juga sudah sampai duluan.


Disana juga terdapat guru olahraga hali yang sudah sampai duluan.


2 Kelompok itu menatap ke arah Aether dan Uriel yang baru saja sampai.


" Wow sudah ada yang datang lagi! "


" Dia mendaki sambil menggendong orang? itu gila "


" Wajar saja dia mau menggendong orang, Yang dia gendong sendiri adalah Uriel bagaimana mungkin dia menolak kesempatan seperti itu? ".


Berbagai macam reaksi terdengar di telinga Aether dan Uriel tapi mereka mengabaikan mereka dan lanjut mendekat.


" Kalian dari kelompok berapa? " Hali selaku guru kini bertanya pada Aether.

__ADS_1


" Kelompok 13 " Ucap Aether sembari menurunkan Uriel di punggungnya.


" Bagus, Kalian bisa beristirahat " Ucap hali lalu mengambil sebuah kertas untuk mencatat.


Adapun Aether dan Uriel yang kini pergi istirahat " Terima kasih sudah mengantarku sampai sini " Uriel angkat suara untuk berterima kasih pada Aether.


Aether saat ini bajunya penuh dengan keringat, " Yah, Tak masalah lagipula aku yang menawarkannya, Jadi aku hanya menyelesaikan apa yang sudah ku perbuat tadi " Jawab Aether.


Aether dan Uriel saat ini berada di lokasi mereka akan camping, Aether dan Uriel takjub menatap sekitar mereka, Karena saat mereka mendaki, Gunung yang mereka lalui sangat berantakan penuh semak semak dan pepohonan, Tapi di tempat ini semak semak tak terlalu banyak dan pohon pohon juga berserakan tapi menyisakan banyak tanah kosong untuk camping, Dan ada sungai yang mengalir begitu bersih tak jauh dari sana.


" Hahh, Aku mengantuk " Gumam Aether yang mengantuk karena angin sepoi Sepoi yang berhembus di sekitarnya.


Uriel sendiri dapat mendengar gumam Aether.


" Kalau begitu tidur saja terlebih dulu " Ucap Uriel dengan senyum nakal lalu menepuk nepuk pahanya.


Ya itu adalah sebuah tawaran untuk tidur di paha wanita tercantik di SMA Aether.


Aether menatap iris mata Uriel, Sedangkan yang Clea lakukan sedikit memiringkan kepalanya lalu tersenyum untuk menghiasi wajahnya.


Aether yang mengantuk merasa tak dapat menolak godaan ini dan berkata " Bangunkan aku jika sudah banyak murid lainnya yang datang " Ucap Aether.


" Tentu " Uriel menjawab lalu memperbaiki posisi duduknya agar Aether bisa tidur dengan nyaman.


Aether mengambil posisi lalu membaringkan kepalanya di pangkuan Uriel, Sedangkan untuk tubuhnya.., Dia sudah melebarkan sebuah karpet agar bisa dia tempati istirahat sebelumnya, Dan beruntung dia bisa tidur dengan nyaman lagi saat ini.


Uriel Menatap Aether yang sedang tertidur pulas di pangkuannya.


Dia kini memikirkan sesuatu yang jahat saat ini.


" Jika aku membuka kacamatanya sekarang, Bukankah aku dapat mengetahui apa yang di sembunyikan oleh Aether? " Ucapnya dengan sembari mengetuk bibirnya.


Tapi setelah itu dia mulai membuang pikiran jahatnya Karena Aether sudah sangat baik kepadanya.


tak lama kemudian 2 Kelompok yang sudah sampai duluan tadi menghampiri Uriel dan mengajak Uriel berbincang.


Tentu saja Uriel memperingati mereka untuk tidak ribut karena Aether bisa saja terbangun.


Apa yang mereka bahas adalah hubungan antara Uriel dan Aether, Tentu saja Uriel menjawab mereka dengan jujur jika dia dan Aether hanyalah teman.


~ BERSAMBUNG.


HARI SENIN.

__ADS_1


JAM PUKUL 12:12.


__ADS_2