
Di hutan yang gelap, Malam yang dingin dan sunyi, Kini Hutan itu menjadi terang, Malam itu menjadi hangat dan ramai.
Kehadiran murid murid dengan sifat ceria mereka menikmati malam hari, Tak terasa waktu yang berlalu begitu cepat dan mereka sudah mulai merasa perut mereka lapar.
Guru guru sendiri sudah selesai membantu para murid untuk menyalakan api unggun, Dan setelah berisitirahat sebentar, Para guru mulai berdiri dan memberikan alat-alat kepada masing masing setiap kelompok.
Alat itu terdiri dari Kompor portabel, 2 Gas kaleng, Cooking set, Pisau lipat Dan sendok dan garpu lalu beberapa piring atau mangkuk. Lalu guru juga memberikan Meja untuk mereka, Juga sebuah ember untuk air.
Murid menatap Barang barang di depan mereka dengan bingung adapun yang sudah paham apa yang akan terjadi, Kini hanya bisa menghela nafas.
" Aether kenapa kau menghela nafas? " Tanya Bastian yang melihat Aether menghela nafas.
" Alat masak, Meja masak, Mungkin kita akan disuruh memasak makanan untuk kita makan " Ucap Aether lelah.
" Apa?! " Ariana yang tidak bisa memasak tiba tiba berteriak histeris yang sukses menarik perhatian sekitar, Tapi dia menghiraukan nya.
" Aku tidak bisa memasak, Apa yang akan kita lakukan sekarang? " Tanya Ariana panik.
Kini sang malaikat datang membawa harapan " Aku bisa memasak, Meski masih pemula " Ucap Uriel membuat mereka lega.
" Benarkah? Apa kau yakin tak akan membuat racun? " Tanya Ariana.
Uriel kesal dengan apa yang di ucapkan Ariana dan berkata " Apa? Aether sendiri bilang dia suka pada masakan ku! " Ucapnya cemberut.
Aether merasa akan ada hal buruk yang terjadi lagi saat ini.
" Eh? Apa maksudnya, Mengapa Aether suka dengan masakanmu? " Tanya Ariana penasaran, Bastian juga kini menatap intens kearah Uriel.
Uriel yang keceplosan tiba tiba membekap mulutnya sendiri, Lalu menggelengkan kepalanya panik dan gugup.
" Astaga!!, Aku keceplosan apa yang akan mereka pikirkan jika aku menyuruh Aether memakan bekalku? Apalagi Ariana tau jika aku cuma membawa 1 alat makan " Batinnya panik.
Ariana yang curiga dan kini menyimpulkan jika Uriel mungkin pernah memasakkan makanan pada Aether atau mengajak Aether memakan bekal miliknya bersama?.
Ariana tersenyum iblis, Uriel semakin panik dan tak berani menatap Ariana.
" Apa kamu memberikan bekalmu pada Aether? " Ucapnya dengan seringai di wajahnya.
__ADS_1
Uriel semakin panik lalu berkata " Ti-Tidak! Mana mungkin aku memberinya, Kamu tau aku cuma membawa satu alat makan?! " Ucap Uriel, Ah!! Dia keceplosan lagi!.
Jika seperti ini Aether pasti akan tau jika dirinya telah menggunakan sendok bekas miliknya.
Tanpa perlu waktu lama Aether langsung tau. " Apa? Bukankah tadi aku memakan bekalnya? Ah pantas saja tadinya dia terlihat gugup begitu " Ucapnya sambil menampar jidatnya lagi.
Hal itu tak luput dari penglihatan Ariana, Ariana semakin yakin, Dan kini mencoba mengoreknya lagi.
" Kalau tidak, Mungkinkah kamu memasakkan makanan untuk Aether? " Ucap Ariana.
Terlihat Uriel yang merasa lebih lega, Dengan ini dia bisa menggunakan dalih jika dia memasak untuk ayahnya dan Aether agar dia bisa membalas Budi Aether saat itu.
" Ya! Ya!, Saat itu aku memasakkan makanan untuk Aether dan ayahku! " Ucapnya dengan senyuman lega dan tangannya yang memainkan rambutnya.
Ariana semakin tersenyum iblis lalu berkata " Uriel kebiasaan mu saat berbohong masih seperti biasanya " Ucap Ariana.
Deg!
Uriel semakin panik, Dia lupa kalau Ariana tau jika dia berbohong pasti dia akan memainkan rambutnya.
" Uriel benar benar lucu saat di jahili " Batinnya.
" Jadi, Aether memakan bekalmu kan? Apakah dia menggunakan sendok milikmu dan kamu secara tidak langsung berciuman dengannya? " Ucap Ariana yang berniat terus menyudutkan Uriel.
Bastian hanya diam dengan camilan yang dia ambil di tas milik Aether.
Disisi lain, Para guru juga sudah menyiapkan bahan makanan yang akan mereka gunakan untuk malam ini.
Terlihat ada beras sebanyak 12 Liter, 1 bungkus kaldu bubuk, 4 Telur yang belum di rebus, beberapa sayuran, Dan juga bahan lainnya seperti Garam, Gula, Terasi, kecap, saos, minyak, dll.
Karena tidak ingin mendengar ucapan Ariana lebih jauh, Aether angkat bicara " Para guru sudah menyuruh kita memasak, Ayo aku lapar " Ucap Aether.
Ariana berhenti menjahili Uriel, Dan Uriel merasa lega dengan bantuan Aether.
" Baiklah! Ayo kita mulai memasak " Ucap Ariana semangat meskipun tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Bastian sendiri hanya planga plongo karena bingung apa yang harus dia lakukan?.
__ADS_1
Dia bahkan tidak pandai mencuci pakaiannya sendiri atau membuat mi instan , apalagi memasak sebuah hidangan?.
Jadi dia hanya memutuskan untuk yang mudah seperti mencuci piring, Meskipun dia hanya akan menaruh sabun lalu membilasnya.
Di sisi lain..,
Ada Aether yang sedang menatap intens bahan yang ada di depannya, " Bagaimana cara memasak bahan makanan ini? Jika dulu di alam liar, Aku akan memasak hewan yang di buru aku tak memakai hal seperti garam atau apalah yang ada di meja ini, Memasak benar benar merepotkan " Batin Aether.
Ariana sendiri, Dia memikirkan jika dia akan berhasil memasak makanan enak malam ini dan akan memberikannya pada Bastian, " Hehe apa yang harus di masak?, Dengan bahan ini aku bisa membuat banyak hidangan kan? Dan cara menggoreng telur, Seingatku membutuhkan gula dan garam, Lalu sedikit terasi mungkin? " Pikir Ariana.
Ariana hanya memikirkan jika dia perlu memasukkan bahan apa saja yang ada di depannya, Karena menurutnya itu akan memberikan rasa yang sangat banyak dan akan terasa sangat enak dimakan.
Adapun Uriel, Dia menatap sekitarnya.
Persediaan sudah lengkap, Seperti pisau, Nesting yang bisa dia gunakan untuk membuat nasi putih, Atau juga sayuran, Ada juga telur yang bisa dia goreng.
" Hmm, Sebaiknya aku membuat Hidangan apa ya?, Dengan bahan bahan yang sekarang ini, Aku hanya bisa membuat hidangan pas Pasan " Batin Uriel sembari menatap bahan.
Uriel menatap ke arah teman temannya yang juga terlihat terbenam dalam fantasi mereka sendiri.
" Hei, Dengan bahan ini, Kita cuma bisa membuat nasi putih lalu telur goreng dan juga sayur sayuran, Apa kalian tak masalah dengan itu? " Tanya Uriel kepada teman temannya.
" Aku tak masalah, Lagipula aku tak tau memasak " Ucap Aether yang bingung dengan peralatan didepannya, Ya di Medan perang dia hanya akan memanggang atau merebus bukan memasak.
" Eh apakah kita tidak bisa membuat banyak hidangan? Seperi telur yang di beri garam gula dan terasi? " Tanya Ariana.
" Mana mungkin!, Itu hanya akan merusak masakan " Ucap Uriel dengan keras mendengar ucapan Ariana.
" Ah, Benarkah? Aku kira hasilnya akan enak, Baiklah kami akan mengikuti mu saja " Ucap Ariana.
Bastian planga plongo menatap mereka, Yah dia akan makan apa saja asal dia tak perlu repot karena memasak adalah hal yang sangat sulit baginya.
~ BERSAMBUNG.
HARI SENIN.
JAM PUKUL 09:11.
__ADS_1