Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 37 : SANTAI


__ADS_3

Di bawah matahari pagi yang cerah , Kelompok Aether masih menelusuri hutan untuk mencari bendera merah yang di sembunyikan.


Sebelumnya kelompok Aether sudah mendapatkan 2 Bendera, Aether menemukan 1 dan Bastian juga menemukan 1.


Mereka berjalan dan terus berjalan Maju sembari memperhatikan sekitarnya.


" Kalian tau jalan pulang kan? " Ariana tiba tiba bertanya kepada teman teman sekolompok nya itu.


" Eh? Aku tidak tau " Jawab Uriel, Bastian sendiri menggeleng kan kepalanya , Tak lama setelah itu mereka bertiga terdiam di tempatnya saling menatap satu sama lain.


" Aku juga tidak tau jalan pulangnya " Ucap Ariana sembari menunjuk wajahnya sendiri.


" eh? " Wajah Uriel masih datar memproses apa yang sedang terjadi sekarang.


" Bagaimana kita akan pulang? " Bastian angkat suara membuat Uriel dan Ariana menjadi panik, Apakah mereka tersesat? Pikir mereka.


"....." Uriel dan Ariana terdiam sembari menatap satu sama lain, Lalu mengalihkan pandangan itu menuju ke arah Aether yang sedari tadi diam.


Aether terdiam sejenak lalu berkata "...., Aku tau jalannya, Mau pulang saja? " Jawab Aether kepada Uriel dan Ariana yang sedang panik saat ini.


" Benarkah? Bagus! Tapi bagaimana dengan benderanya? " Tanya Uriel yang tadi senang kini wajahnya mulai mempertimbangkan apakah akan memilih pulang atau melanjutkan pencarian.


Brshh Brshh Brshh


Selama mereka berbincang, Tiba tiba terdengar suara semak semak tebal yang bergoyang goyang, Hal itu sukses membuat mereka menatap ke arah semak semak itu.


" Apa itu? " Tanya Uriel sembari melihat semak semak itu.


" Aku tidak tau, Mau mengeceknya? " Tawar Ariana pada Uriel, Uriel yang merasa penasaran kini mengangguk setuju.


" Lebih baik jika kalian tak melihat apa yang ada di balik semak semak itu, Atau kalian akan menyesal " Ucap Aether tiba tiba, Hal itu membuat Ariana dan Uriel semakin penasaran, Bastian sendiri hanya tertawa kecil karena sudah tau apa yang ada disana.


" Kenapa? Memangnya apa yang ada di sana? " Tanya Ariana dengan penasaran.


Aether hanya menaikkan bahunya. Hal itu membuat Ariana malah semakin penasaran apa yang ada disana.


" Aku tak peduli, Aku akan mengeceknya! ayo Uriel! " Ucap Ariana menarik tangan Uriel menuju ke tempat semak semak itu.


" Larangan adalah perintah? Hah... " Batin Aether sembari menghela napas.

__ADS_1


Tak lama kemudian....


Uriel dan Ariana sudah kembali setelah melihat semak semak itu, Mereka kembali dengan keadaan berkeringat dingin.


" Bagaimana? apakah kamu suka? " Tanya Aether Membuat Bastian tertawa terbahak bahak.


" Ka-kalian jika sudah tau mengapa malah tak memberitahukan kami? " Ucap Uriel yang wajahnya berkeringat dingin sekaligus memerah.


" Memang apa yang kalian lihat? " Bastian penasaran dengan pemandangan yang mereka lihat meskipun sudah tau apa yang terjadi disana.


" Kamu sudah tau tapi masih bertanya? " Ariana angkat suara memarahi pacarnya itu, Hal itu sukses membuat Bastian terdiam.


" Bukankah sudah kularang tadi? " Aether kali ini berbicara lagi.


Uriel dan Ariana semakin kesal melihat tingkah Aether, Ditambah dengan apa yang mereka lihat di semak semak itu benar benar menjijikkan.


Uriel dan Ariana melihat Seorang lelaki dan Wanita yang sedang..... Yah begitulah.


Aether menghela nafas melihat kedua wanita itu yang marah terdiam lalu berkata " Baiklah karena mood kalian buruk, Bagaimana kalau kita kembali ke tenda saja? " Tanya Aether.


Kedua wanita itu mengangguk dan berniat kembali karena pemandangan itu membuat mereka jijik.


" Baiklah kalian bisa mengikutiku " Ucap Aether, Dan kini Aether mulai berjalan menelusuri hutan di ikuti oleh teman temannya di belakangnya.


Sekitar 10 Menit, Mereka kini telah sampai kembali di camp mereka, Ternyata sudah banyak siswa yang kembali dari hutan.


Aether berjalan ke arah guru dan menyerahkan 2 Bendera merah yang mereka dapatkan, Setelah itu dia kembali ke tenda miliknya.


Aether masuk ke tenda itu dan terlihat kedua wanita yang masih marah karena hal itu, Aether hanya tertawa tipis melihat hal itu, Lalu dia merebahkan dirinya dan membaca buku novel.


Disisi lain..,


Bastian sendiri sedang duduk menghadap ke arah kekasihnya itu, Ariana cukup marah karena Bastian yang adalah pacarnya sendiri malah membiarkannya melihat hal seperti itu.


Bastian sendiri jika di marahi oleh pacarnya itu, Dia hanya bisa terdiam sembari menunggu kemarahan sang pacarnya menghilang.


Waktu berlalu cukup lama, Kelompok Aether mendapatkan posisi ke 5 dalam pencarian bendera merah.


yah wajar saja karena mereka hanya mendapatkan 2 Bendera dan sudah berniat untuk pulang, Kelompok yang mendapatkan juara 1 sendiri mendapatkan 13 Bendera merah, Sungguh perbedaan yang jauh.

__ADS_1


Lalu tak lama setelah perlombaan itu, Kini mereka mendapat kan waktu bebas selama beberapa jam.


Hal itu membuat para murid bersorak ria, Aether sendiri juga senang karena akhirnya dia bisa istirahat tanpa gangguan.


Aether membawa beberapa camilan lalu mengambil 2 buah buku novel.


" Aku akan beristirahat di tempat lain " Ucap Aether kepada ketiga teman sekelompok nya itu, Lalu teman sekelompok nya menjawab dengan anggukan karena mereka sibuk dengan diri mereka sendiri.


Aether berjalan menelusuri hutan, Melihat sekitar apakah ada tempat yang bisa dia tempat untuk beristirahat dengan nyaman?.


Tak lama kemudian, Aether sampai di sebuah sungai, Di dekat sungai itu terdapat pohon yang cukup besar, Aether memilih Tempat itu sebagai tempat peristirahatan nya.


Dia menggulung kain baju yang menyelimuti tangannya, Lalu mulai memanjat pohon di depannya, Dengan mudah Aether kini berada di atas pohon itu.


Aether berjalan dengan hati hati me menuju ke dahan yang cukup kuat dan besar untuk dia Baringi.


Lalu setelah merasa pas, Aether merebahkan dirinya lalu mulai membuka novel sembari menikmati camilan yang dia bawa.


Aether bersantai di atas pohon dengan angin sepoi Sepoi yang berhembus di sekitarnya, Matahari tak mengenainya karena keberadaan pohon yang dia tempati melindunginya.


Suara Air sungai yang mengalir terdengar sangat indah dengan beberapa ikan yang terkadang melompat lompat di sungai itu.


Sekitar beberapa menit kemudian...


" Ah, Kamu disini rupanya.... " Ucap Seorang wanita yang mengarahkan suaranya kepada Aether yang bersantai di atas pohon.


Aether yang mendengar suara itu kini menghentikan aktivitas nya lalu menatap ke arah sumber suara yang memanggilnya.


Aether menatap heran kepada seorang wanita yang memanggilnya itu Lalu Aether bertanya " Apa ada sesuatu? " Tanya Aether kepada wanita yang memanggilnya itu.


" Ya, Aku ingin menanyakan sesuatu, Tapi aku tak menemukan waktu yang tepat untuk mengatakannya sebelumnya, Tapi sekarang menurutku adalah waktu yang pas untuk mengatakannya " Ucap wanita itu, Dia adalah Uriel.


" Baiklah katakan apa yang kamu inginkan " Ucap Aether.


~ BERSAMBUNG.


HARI SELASA.


JAM PUKUL 09:22.

__ADS_1


__ADS_2