Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 27 : PENDAKIAN (2)


__ADS_3

20 Menit berlalu saat pemberangkatan Bus, Kini ke 4 Bus itu telah sampai di lokasi tujuan, Para murid sudah berbondong bondong turun dari bus, Sedangkan Aether...


" Bagaimana aku harus membangun kan nya? dia tertidur begitu pulas " Ucap Aether menatap Uriel yang tertidur pulas, Dia merasa tidak enak jika harus menganggu tidurnya.


" Tunggu.., tunggu.., Mengapa aku menjadi tidak enakan begini? Bukankah lebih baik jika aku mengurus diriku sendiri saja dan tak memperdulikan yang lainnya " Gumam Aether dan mengangguk, Kini dia memutuskan untuk membangunkan Uriel yang tertidur.


Aether menepuk lembut pipi Uriel " Uriel, Bangunlah kita sudah sampai " Ucap Aether.


Aether melakukan itu sebanyak 3x dan kini perlahan Uriel mulai membuka matanya...


Uriel POV..,


" Uriel Bangunlah kita sudah sampai " aku mendengar suara seseorang yang memanggil ku, Tapi siapa dia?.


Suara itu terus berlanjut, Aku merasa terganggu dengan suara itu dan dengan perlahan aku mulai membuka mataku.., Aku menatap ke bawah dan melihat anggota badan entah siapa itu?.


" Ahh- benar aku tadi tertidur " Batinku, Lalu menatap keatas pemilik anggota badan itu.


Deg!


Dadaku bergetar hebat, Ini sangat memalukan karena aku tertidur di bahu seseorang lelaki?, Bahkan lelaki itu membiarkanku tertidur di bahunya dan juga membangunkanku?, Ini semua adalah pertama kalinya untukku, Apa yang harus kulakukan?...


Wajahku pasti sudah memerah karena itu aku memutuskan untuk segera bangun...


" Ehh, Ma-Maaf aku tidak menyangka akan tertidur begitu pulas sampai menjadikanmu sandaran " Ucapku dengan tidak tulus karena rasa malu yang kurasakan sekarang sangat bergejolak di hatiku.


" Tak masalah, Kita sudah sampai sekarang " Aether berkata tidak masalah, Tapi bagiku ini benar benar masalah kau tau...?.


Aku merasa sangat malu sekarang dan melihat keluar jendela yang terdapat toilet umum yang disediakan untuk para pendaki.


Aku akan menggunakan itu sebagai pelarian.


" Aether aku akan pergi toilet sebentar " Ucapku dan terburu buru keluar dari bus dan memasuki toilet, Aku mengunci pintu toilet itu dan duduk di kloset yang tersedia..


Aku merasakan jika nafasku memburu, Jantungku berdetak begitu kencang, Tapi perasaan apa ini? Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, Apakah aku memiliki sebuah penyakit?.


Aku membuang pikiran tentang apakah aku memiliki penyakit atau tidak, Karena pikiranku sekarang terpenuhi oleh Aether, Aku benar benar tidak tau apa yang terjadi sekarang.


" Jangan bilang aku sudah gila?! " Gumamku.


....


Author POV.

__ADS_1


Disisi lain, Aether yang ditinggalkan oleh Uriel hanya bisa menatap bingung kearah Uriel.


" Ah sudahlah, Lebih baik aku turun dari bus ini juga " Ucap Aether sembari menatap sekitar dan melihat jika bus ini sudah kosong dan hanya menyisakan dia.


Aether turun dari busnya dan langsung di hampiri oleh Bastian dan Ariana.


" Hei, Tadi Uriel berlari menuju toilet, Apa terjadi sesuatu? " Tanya Ariana kepada Aether sembari mendekat ke arah Aether.


Aether menggelengkan kepalanya dan berkata " Tadi dia tertidur, Jadi mungkin saja saat bangun dia merasa ingin buang air kecil? " Ucapnya.


Ariana mengangguk dan merasa apa yang didengarnya dari Aether itu benar.


Tak lama kemudian, Uriel yang sudah menenangkan diri kini keluar dari toilet dan menghampiri Aether dan Bastian serta Ariana.


" Ah, Aether terima kasih, Aku lupa berterima kasih tadi " Ucap Uriel saat sampai disana.


" Mhm, Tak masalah " Jawab Aether Singkat.


" Uriel! " Ucap Ariana sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Uriel.


Uriel yang baru melihat Ariana yang menyapanya Karena kini menyapanya kembali.


"....


Para murid kini berkumpul..,


" Baik, Sekarang kita akan menentukan pemilihan kelompok, 1 Kelompok berisi 4 Orang, mereka akan mendaki dan melakukan camping bersama " Ucap guru Hali itu, Dan kini dia mengambil sebuah kertas.


" Baik kelompok 1 adalah..., " Guru Hali menjelaskan tentang siapa yang akan mengisi tiap kelompok sampai akhir.


Aether berada di kelompok 13, Dia berada di kelompok yang sama dengan Uriel, Sedangkan di kelompok 10 ada Bastian dengan Ariana.


Sangat di sayangkan mereka tak bersama.


" Wah aku tak menyangka bisa sekelompok dengan Uriel!! " Ucap seorang pria dan wanita bersamaan, Mereka adalah teman sekelompok Aether.


Pria itu bernama Aaron, Dan wanita yang satunya adalah Bella.


" Kita cukup beruntung bisa satu kelompok dengan malaikat sekolah " Ucap Aaron dengan tertawa penuh kemenangan.


Uriel hanya bisa tersenyum canggung mendengar hal itu..,


" Hai Uriel!, Namaku Bella, Aku murid kelas sebelah " Ucap wanita bernama Bella itu.

__ADS_1


" Ya, Aku Uriel " Uriel menjawab seadanya dengan senyum manis menghias wajahnya.


Kini Aaron dan Bella menatap ke arah Aether yang malas itu.


Aether yang merasa di perhatikan kini angkat bicara " Aku Aether Alke " Ucapnya singkat.


" Begitu!, Namaku Aaron salam kenal " Ucap Aaron, Dia adalah pemuda yang super Hyper aktif.


" Aku Bella " Bella sendiri adalah wanita yang cukup dewasa.


" Perhatian!! Karena semua sudah memiliki kelompok, Maka kita mulai pendakiannya sekarang! " Ucap guru Hali.


" Dan tambahan, Jika kalian lelah, Kalian bisa istirahat sebentar lalu kembali Mengikuti jalur, Di gunung sudah di sediakan petunjuk untuk mendaki oke?, Jika ingin istirahat usahakan untuk meminta seseorang untuk menemani kalian dan jangan beristirahat sendirian, Itu berbahaya " Lanjut guru Hali.


Dan kini sudah waktunya mereka berangkat.


Mereka berangkat berdasarkan urutan kelompok, Yang di depan adalah kelompok 1, Dan paling belakang adalah kelompok 16.


Aether dan Uriel berada di kelompok 13 Sedangkan Bastian dan Ariana mereka berdua berada di kelompok 10.


Pendakian sudah berlalu 15 Menit, Karena jalanan yang mengarah ke atas jadinya banyak dari mereka yang kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat.


Kelompok 10 Juga sudah beristirahat dari tadi, Sedangkan kelompok Aether tersisa Uriel dan Aether yang belum beristirahat.


Di depan masih ada 3 Kelompok lainnya yang juga tidak beristirahat.


Uriel memutuskan untuk tidak beristirahat agar bisa mengikuti Aether meskipun dia sudah benar benar kelelahan.


Aether menatap Uriel yang nafasnya sudah memburu lalu berkata " Kau Tidak lelah? Lebih baik jika kau berisitirahat sebentar " Ucap Aether.


" Tidak perlu, Aku akan mengikuti mu saja " Jawab Uriel.


Aether menatap Uriel yang sudah terlihat akan pingsan jika dia melanjutkan berjalan Keatas.


" Baiklah kalau begitu mari kita istirahat di tempat itu dulu " Ucap Aether sembari menunjuk ke sebuah bongkahan batu yang begitu besar, dengan pohon yang mensupport tempat itu dan membuatnya terlihat begitu sejuk dan nyaman.


" Apa kamu yakin mau istirahat? " Ucap Uriel, Dia merasa jika Aether berisitirahat karena memikirkannya.


Mungkin benar karena itu, tapi Aether memiliki alasan lainnya juga " Apa apaan pertanyaan itu? aku bukan robot, Aku manusia yang bisa kelelahan " Ucap Aether, Ya dia cukup lelah tapi yang menarik perhatian nya adalah batu dengan pohon yang sangat cocok untuk di tempati berisitirahat itu.


~ BERSAMBUNG.


HARI SENIN.

__ADS_1


JAM PUKUL 08:15


__ADS_2