Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 36 : BENDERA MERAH


__ADS_3

Waktu berlalu cukup lama...,


Para murid wanita telah selesai mandi dan kini mulai berbincang-bincang ria di sekitar.


Adapun Uriel dan Ariana, Mereka juga sudah berada di tenda untuk merapikan barang barang mereka.


Sedangkan Aether, Seperti biasanya dia hanya akan membaca buku novel untuk menghabiskan waktunya.


Bastian sendiri sekarang pergi mandi, Karena para wanita telah selesai, beberapa lelaki yang ingin mandi kini beranjak dari tempatnya.


Waktu tak terlalu lama berlalu, Bastian sudah kembali dan sepertinya guru juga sudah mulai menyiapkan langkah camping selanjutnya untuk para murid murid.


" Baiklah, Karena semua sudah selesai mandi Dan membereskan barang barangnya, Maka sekarang kita akan mulai sarapan " Ucap guru olahraga hali.


Hal itu membuat para murid senang, Karena memang mereka sudah lapar dari tadi, Kesenangan itu hilang di saat....


Para guru meletakkan bahan yang akan para murid masak untuk sarapan mereka, Ya.., Mereka berpikir jika mereka hanya akan makan kali ini dan tak perlu memasak.


' Haa..., Memasak lagi? '


' Di kelompok milikku tidak ada yang bisa memasak '


Berbagai reaksi kecewa terlihat di wajah para murid, Sedangkan Kelompok Aether malah tidak peduli akan hal itu.


Mereka sendiri malah membahas tentang apa yang akan mereka masak kali ini, Terlihat di meja kali ini mereka bisa memakan daging ayam.


" Anu.., Apakah ada dari kalian yang bisa memotong ayam? " Tanya Uriel.


" Eh? Kenapa? " Ariana bertanya bingung pada Uriel.


" Hmm.., Aku tak pernah memotong ayam., Karena ayah melarangku " Ucap Uriel sedikit gelisah.


" Aku juga sebenarnya tidak tau " Jawab Ariana menambah kegelisahan.


Aether yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, Untung saja jika di alam liar, memotong daging adalah hal yang lumrah.


" Biar aku yang potong ayam nya " Aether angkat suara.


" Eh? Kamu bisa?! " Tanya Uriel terkejut.


Aether mengangguk dan berkata " Aku bisa " ucapnya.


Kini wajah Uriel dan Ariana berbinar terang, Mereka benar benar tidak tau harus berbuat apa jika tidak ada yang bisa memotong ayam itu.


Bastian sendiri saat ini sedang mencuci piring dan alat masak yang mereka gunakan kemarin, Ya setidaknya dia memiliki kontribusi bukan?.

__ADS_1


Aether mulai memotong daging ayam itu dengan terampil, Setiap potongan yang dia lakukan terlihat benar benar profesional.


Beberapa menit berlalu dan kini Aether telah selesai memotong ayam itu dengan rapi dan bersih.


Uriel sangat puas dengan cara Aether memotong ayamnya, " Bagus! Ini sangat bagus! " Ucap Uriel sambil tertawa kecil.


" Sudah bukan? " Ucap Aether yang baru saja membersihkan tangannya.


Uriel mengangguk angguk, Lalu mulai menyiapkan alat masak yang baru saja Bastian cuci.


".......


Waktu berlalu dan kini Uriel telah selesai memasak hidangan pagi hari, Bau makanan yang Uriel buat mulai menyebar ke sekitar hutan.


Murid murid mulai menatap ke arah kelompok itu dengan tatapan lapar, Mereka juga sangat iri.


Adapun kelompok Aether yang di perhatikan seperti itu, Mereka tak peduli sama sekali dan malah sudah tidak sabar untuk menyantap makanan pagi hari mereka.


" Baiklah! Bantu aku meletakkannya di meja! " Ucap Uriel dengan senyum manisnya.


Ariana dan Aether mengangguk dan mulai mengambil piring dan mangkuk yang sudah berisikan makanan.


Bastian membersihkan meja yang penuh dengan bekas makanan kemarin, Setelah selesai barulah Aether dan Ariana meletakkan makanan makanan itu Diatas meja.


Jreng!!


Karena itu mereka mulai duduk di tempat mereka masing masing, " Baiklah! Mari mulai makan! " Ucap Uriel.


Dan kini mereka mulai memakan makanan mereka masing masing sembari berbincang ria dibawah langit pagi yang cerah itu.


Adapun kelompok lainnya, Karena mereka ada yang tak bisa memasak jadi para guru akan membantu mereka untuk memasak hidangan untuk mereka.


Waktu terus berlalu dan kini para kelompok telah menyelesaikan sarapan termasuk kelompok Aether.


Kelompok Aether saat ini sedang membersihkan bekas alat makan dan alat masak mereka, Semalam mereka tak melakukannya karena sudah terlalu larut.


Tak lama kemudian, Mereka telah menyelesaikan pekerjaan mereka dan mulai bersantai di luar tenda.


Mereka duduk di karpet menikmati matahari pagi yang menyengat tapi bisa menyehatkan tubuh.


Tak lama kemudian para guru mulai berdiri, Para kelompok sudah harus bersiap untuk tugas yang selanjutnya.


" PERHATIAN!!! " Terdengar suara guru begitu keras, Hingga membuat para murid menatap ke arah guru yang berteriak itu.


" Hari ini kita akan melakukan sedikit permainan!, Di hutan ada banyak bendera merah yang di sembunyikan, Nah setiap kelompok harus mendapatkan bendera merah itu, Mereka yang mendapatkan bendera terbanyak akan menjadi pemenangnya dan akan mendapatkan hadiah " Ucap guru Hali menjelaskan.

__ADS_1


Banyak suara siswa siswi yang berbincang bincang mengenai hal itu.


" Untuk hadiahnya itu rahasia, Dan wilayah yang bisa kalian kunjungi hanya bagian hutan ini saja oke? Jangan melewati perbatasan " Ucap guru Hali.


" BAIK! " Suara para murid terdengar begitu keras.


" Melelahkan " Aether sendiri mengucapkan hal seperti itu yang didengarkan oleh teman sekelompoknya.


" Meskipun kamu mengeluh, Kamu tetap akan pergi mencari juga " Ucap Uriel kepada Aether yang terus mengeluh.


" Hahh.., Aku tau " Jawab Aether singkat.


" Nah kita akan mencari di bagian mana?, Para murid lainnya sudah mulai mencari " Ucap Ariana sembari mengetuk ketuk bibirnya berpikir.


" Kita akan pergi ke sana saja, Tempat yang lebih aman mungkin lebih bagus bagi Aether " Bastian berbicara dan menunjuk ke suatu tempat.


Kedua wanita itu mengangguk setuju, Dan kini menatap ke arah Aether yang sepertinya sudah melengket dengan buku Novel.


Aether yang di tatap hanya bisa terus menghela nafas, " Baiklah, terserah kalian ayo cepat selesaikan ini " Ucap Aether.


Kini Aether menyimpan buku novel nya, Lalu dia mulai berdiri dan beranjak dari tempatnya menuju ke arah yang sudah di diskusikan.


Uriel, Ariana dan Bastian mengekori Aether dari belakang.


Aether dan kawan kawan nya Berjalan menulusuri hutan sambil melirik Kanan dan kiri mereka yang sapa tau bisa menemukan bendera merah.


Aether berhenti di tempatnya, Membuat Uriel yang tak melihat Aether berhenti tiba tiba menabraknya.


Brukk!!


" Aww " Desis Uriel saat tak sengaja menabrak Aether, " Mengapa kamu tiba tiba berhenti? " Ucap Uriel kesal.


Aether menaikkan tangannya lalu menunjuk ke sebuah pohon, Teman temannya kini ikut melihat apa yang di tunjuk Aether.


Terlihat sesuatu seperti kain berwarna merah? Ya! Itu adalah bendera merah!.


" Wah! Kita dapat satu!! " Teriak Ariana kegirangan.


Uriel sendiri juga tersenyum lebar karena berhasil mendapatkan satu bendera, Sedangkan Bastian hanya tersenyum karena pacarnya juga senang.


Aether masih dengan wajah datarnya dan kini mengambil bendera yang tersangkut di pohon itu, Yah, Pohon itu cukup rendah jadi Aether dapat menjangkaunya.


~ BERSAMBUNG.


HARI SELASA.

__ADS_1


JAM PUKUL 07:45.


__ADS_2