
Waktu berlalu dengan cepat, Aether menjalankan hari hari sekolahnya seperti biasa, Tak ada yang menarik satu pun sampai Aether pulang sekolah.
Dan Di villanya Aether hanya membaca novel, tidur siang, makan dan mengecek penjualan game miliknya.
Waktu berlalu dengan cepat, Kini Hari sudah malam, Jam menunjukkan pukul 18:20 Dan dalam waktu 40 Menit lagi Aether harus menuju ke kediaman Uriel karena dia sudah berjanji dan menerima undangan nya, maka dia akan menepati janjinya untuk pergi Dan menyelesaikan makan malam itu dengan aman tanpa masalah.
Aether saat ini sudah berada di villanya dan sedang bersiap.
" Karena aku akan menuju ke kediaman orang yang kaya, Maka aku harus memakai pakaian yang bagus juga bukan? " Pikir Aether dan kini memilih pakaian yang cocok.
Aether memakai sebuah kemeja putih dengan dasi hitam, dia juga mengenakan rompi hitam lalu juga sebuah jaket hitam tapi dia gunakan layaknya sebuah jubah, Di tambah dengan celana panjang hitam pekat.
Aether menatap dirinya di cermin..
" Mhm, Ini sudah cukup.., Jika aku berlebihan aku malah akan membuat seluruh wanita jatuh cinta padaku " Ucap Aether dan kini mengambil kacamatanya agar terlihat seperti pria culun yang mencoba menjadi orang yang cool atau keren.
Aether mengenakan kacamata dan menatap cermin, Meskipun tubuhnya sangatlah bagus tapi kacamata yang menghalangi wajahnya membuatnya menjadi tidak menarik.
" Bagus, Ini sudah cukup, Sekarang ayo kita berangkat! " Ucap Aether dan kini keluar dari Villa nya lalu mengambil motornya.
Aether memanaskan motornya Dan melaju dengan kecepatan tinggi agar tak terlambat.
Dalam waktu 30 Menit, Kini Aether berhasil sampai di kediaman Uriel meskipun dia telat beberapa menit.
Aether menuju ke gerbang dan di hadapkan dengan satpam.
" Apa tuan memiliki kepentingan di tempat ini? " Tanya satpam itu.
" Ya, Aku adalah tamu disini, namaku Aether Alke " Ucap Aether.
Satpam itu yang sudah di beritahu agar menerima pengunjung bernama Aether kini mengangguk dan membukakan gerbang " Silahkan tuan " Ucapnya membungkuk.
Aether masuk ke dalam kediaman keluarga Uriel yang terlihat sangat kaya itu, Sedangkan pintu gerbang sendiri juga sudah tertutup.
" Ini adalah sebuah mansion " Gumam Aether menatap bangunan megah dan indah itu.
__ADS_1
Pintu besar dari bangunan megah itu kini terbuka dan terlihat Uriel yang sangat cantik keluar dari pintu mahal dan megah itu.
Uriel mengenakan Pakaian berwarna putih yang tidak menutupi bahunya dan lehernya, Yang tertutup hanya belahan dada milik Uriel lalu di tambah dengan kain pergelangan tangan Uriel yang transparan dan berbentuk bunga di ujung kain yang melingkari lengan milik Uriel.
Lalu dengan rok panjang berwarna merah muda yang menutup bagian perutnya ditambah dengan korslet yang sama warnanya yang melingkari pinggang Uriel agar tubuhnya memperlihatkan keindahan nya secara maksimal.
Adapun riasan wajahnya sendiri yang dirias dengan baik membuatnya terlihat sangat cantik malam ini.
Aether memandang Uriel cukup lama karena dia laki laki wajar baginya jika dia juga terpesona.
Uriel mendekat ke arah Aether, Dia tak menyangka Aether punya pakaian seperti itu apalagi dia seperti terlihat orang yang sangat tampan dan hanya terhalang kacamata.
" Aether!! " Uriel terus mendekat dan menyapa Aether.
Aether yang mendengar itu kini ikut mendekat juga " Selamat malam " Ucap Aether kepada Uriel.
" Ya! Malam " Jawab Uriel dengan senyum manisnya, Beberapa penjaga terkadang melirik ke arah Uriel yang memang sangatlah cantik malam ini.
" Apakah dia sudah datang? " Tanya seorang pria dengan pakaian formal yang hampir sama dengan Aether hanya saja dia tak menggunakan sebuah jubah di punggung nya dan hanya mengenakan sarung tangan hitam.
Aether memandang ke arah Felipe lalu segera menyapanya " Selamat malam tuan Felipe " Ucapnya dengan formal dan sopan.
Felipe cukup puas dengan sifat sopan dari Aether lalu tersenyum dan berkata " Malam, Sekarang karena kamu sudah datang mari kita masuk dan mengobrol sambil makan " Ucap Felipe mempersilahkan Aether masuk.
" Baik " Aether mengangguk dan mengekori mereka menuju ke ruang makan yang telah di sediakan dan terlihat beberapa makanan yang sudah di sajikan.
" Yah tidak buruk aku kemari karena bisa mencicipi makanan yang enak " Batin Aether menatap makanan di depannya dengan penuh minat.
" Mari duduk " Ucap Felipe, Lalu Aether mengangguk dan segera duduk di sebuah kursi, Felipe adalah kepala keluarga disini jadi dia tentunya duduk di kursi kepala keluarga, Adapun Aether dia duduk di depan Uriel.
" Nah, Sekarang sebelum kita berbincang, Mari kita makan malam terlebih dahulu " Ucap Felipe.
Dan kini mereka makan dengan tenang tanpa suara dan hanya ada suara dentingan alat makan di ruangan itu.
15 Menit berlalu saat mereka makan dan kini mereka semua sudah selesai makan, Meja yang tadinya kotor penuh makanan itu sudah bersih karena pelayan yang langsung membersihkannya.
__ADS_1
" Baiklah Aether, Aku sangat berterimakasih sekali lagi karena sudah mau membantu putriku melarikan diri dari tempat itu " Ucap Felipe dengan tulus.
" Tak masalah, Seperti yang sering ku bilang, Aku hanya melakukannya karena kebetulan terlibat, Aku manusia yang memiliki hati nurani " Jawab Aether dengan jawaban yang sudah terlalu sering dia ucapkan.
" Baiklah, Kalau begitu ada yang ingin kutanyakan " Ucap Felipe yang tiba tiba menjadi serius menatap Aether.
" Ya, katakan saja " Jawab Aether yang menjadi waspada dengan perubahan suasana itu, Adapun Uriel yang hanya mendengar mereka bercakap-cakap.
" Apa yang terjadi pada penculik itu? Mengapa mereka semua pingsan? " Tanya Felipe yang sudah selesai menyelidiki kasus penculikan putrinya.
Tatapan Aether berubah menjadi serius dan bingung bagaimana menjelaskan hal ini, Uriel sendiri juga bingung, Mengapa penculik itu pingsan? Apa yang terjadi saat aku menutup mataku?.
Uriel menatap Aether dengan tatapan bingung.
Aether yang di tatap oleh Uriel kini semakin bingung tentang apa yang harus dia lakukan, Dia berharap acara ini selesai dengan damai, Tapi siapa sangka hal seperti ini akan terjadi.
VROOMM!!!
Tiba tiba terdengar sebuah mobil dengan suara yang sangat garang di luar rumah itu.
Aether merasa ini juga sebuah kesempatan untuk menghindari pertanyaan dari Felipe.
" Siapa itu? Apakah ada tamu lain disini? " Tanya Aether berniat mengubah topik.
" Entahlah, Aku tidak tau siapa itu, Apa itu temanmu yang lainnya Uriel? " Jawab dan tanya Felipe sekaligus pada putrinya.
Uriel menggelengkan kepalanya dan berkata " Aku tak pernah mengundang orang hari ini selain Aether " Ucapnya sembari menatap ke arah Aether.
Felipe mengerutkan dahinya dan memikirkan siapa yang datang di saat seperti ini.
" Itu pasti dia " Ucap Felipe.
~ BERSAMBUNG.
HARI RABU
__ADS_1
JAM PUKUL 19:30