
Aether melalui hari sekolahnya seperti hari hari pada umumnya, Belajar kantin membaca novel pulang, Belajar kantin membaca novel pulang.
Hari seperti itu terus berulang di kehidupan sekolah Aether, Hubungannya dengan Uriel juga masih baik baik saja.
11 Hari berlalu dan Hari ini adalah hari Senin, Dimana hari mendaki gunung dan camping akan dimulai.
Murid murid sudah menyiapkan bekal dan minuman yang akan mereka makan dan minum di saat mendaki nantinya, Sedangkan untuk camping gurulah yang akan menyediakannya.
Aether sendiri juga membawa makanan untuk dirinya sendiri, Yah sebenarnya dia hanya membawa camilan karena menurutnya lebih mudah dan praktis, Dia juga bisa memakannya sambil mendaki.
Aether saat ini sedang menunggu di lapangan sekolah bersama teman temannya yang tidak lain adalah Uriel Bastian dan Ariana.
" Sangat lama, Kapan bus nya datang? " Tanya Aether yang lelah berdiri di bawah sinar matahari.
" Sebentar lagi, Bersabarlah " Jawab Uriel dengan senyum canggungnya, Dia merasa Aether benar benar sangat pemalas dan unik.
" Huh aku sudah lelah, Tidak bisakah aku pulang dan tidur saja? " Aether terus menggerutu karena panasnya matahari.
" Kali ini aku setuju dengan Aether, Aku juga sangat lelah " Ucap Ariana yang dari tadi mengipasi dirinya sendiri, Adapun Bastian dia menggunakan tangannya untuk menghalau matahari agar tak mengenai Ariana.
Tak lama kemudian, 4 Bus datang ke lapangan itu, Aether dan kawan kawannya kini menjadi merasa lega, Bastian sendiri menjadi semangat dan tidak sabar untuk mendaki!.
" Lihat!! Busnya sudah datang!! Akhirnya kita akan mulai mendaki gunung!! " Ucap Bastian dengan antusias.
Bus berhenti tepat di lapangan dalam posisi berjejeran.
" Murid murid! Sekarang berbaris!! " Ucap guru olahraga yang akan memimpin pendakian ini, Adapun guru lainnya mereka akan membantu guru olahraga agar para murid tidak akan tersesat atau kecelakaan saat mendaki.
Guru olahraga itu bernama Hali.
Dia mengambil sebuah kotak yang memiliki lubang di atasnya dan kini menyuruh para murid untuk masing masing mengambil satu kertas.
" Baik semuanya sudah dapatkan?, Disini kita memiliki 4 Bus, Dan kertas yang ada di tangan kalian akan menunjukkan di bus mana dan di kursi mana yang akan kalian tempati, jika kalian mendapatkan nomor Bus 1 nomor 1 Maka kalian akan duduk di bus 1 di kursi nomor 1, Bus 1 Nomor 2 Maka duduk di kursi nomor 2 yang bersebelahan dengan nomor 1, Jika Bus 2 Nomor 3 Dan juga bus 2 Nomor 4, Maka kalian duduk di bus 2 di kursi nomor 2 di sebelah nomor 3, Paham?! " Ucap sang guru panjang lebar.
" PAHAM!! " Para murid menjawab dengan serempak.
__ADS_1
Guru Hali mengangguk lalu berkata " Bagus, Kalau sudah paham, Kalian bisa membuka kertas di tangan kalian dan menuju ke tempat kalian " Ucap guru Hali itu.
Bastian dan Ariana mendapatkan tempat di bus nomor 4, Sedangkan Aether dan Uriel mendapatkan tempat di bus nomor 2.
Bastian mendapatkan kursi di nomor 1 dan ariana di nomor 3, Sayangnya mereka tidak duduk bersebelahan, Untung saja Bastian duduk dengan lelaki dan Ariana duduk bersebelahan dengan wanita.
Adapun Aether dan Uriel, Mereka mendapatkan kuris nomor 5 dan 6, Aether 5 Dan Uriel 6.
" Kita bersebelahan, Sungguh kebetulan " Ucap Uriel dengan senyum melebar, Dia sangat senang karena yang duduk dengannya itu Aether.
Aether sendiri tersenyum kecil dan menjawab " Yah ini memang sangat kebetulan.
" Kalian berdekatan? Itu curang, Mengapa aku tidak dekat dengan Ariana? " Ucap Bastian yang sangat sedih karena tidak bersebelahan dengan pacarnya.
" Jangan sedih begitu, Lagipula kita di bus hanya sebentar " Ucap Ariana menenangkan pacarnya yang sedih itu.
" Tetap saja, Aku ingin dekat denganmu!! " Jawab Bastian dengan wajah pasrah.
Tiba tiba datang lelaki yang mendekati Ariana " Emm anuu.., Bisakah kita bertukar nomor kursi? " Ucap lelaki itu pada Ariana.
Bastian menatap tajam ke arah laki laki itu, Dia takut lelaki itu akan merebut pacarnya.
" Ya, Aku berada di nomor 2, Sedangkan pacarku berada di nomor 4, Bisakah kita bertukar? Aku ingin duduk dekat dengannya " Ucap pria itu.
Bastian yang mendengar itu kini matanya menjadi berbinar terang, " Tentu saja! Ariana kau akan menukarnya kan? " Ucap Bastian dengan wajah antusias.
Ariana berpikir jika ini adalah kebetulan yang benar benar hebat, " Tentu saja aku akan menerimanya " Ucap Ariana dan kini menukar nomornya.
" Terima kasih, " Ucap pria itu yang kini berlari dengan penuh kemenangan, Bastian juga tak kalah heboh dari pria itu.
Aether dan Uriel hanya bisa menatap diam Bastian dan Ariana yang seperti pasangan yang telah di takdirkan itu.
" Baik para murid.., Sudah melihat isi nomor dari kertas kalian masing masing kan? Nah! Ayo masuk ke bus kita akan berangkat sekarang!! " Ucap hali selaku pemimpin.
" Baik pak!! " Para murid menjawab serempak dan kini berbondong bondong menuju ke bus yang mereka tempati masing masing.
__ADS_1
Aether dan Clea sendiri berada di kursi nomor 5 dan 6, Mereka berada di tengah tengah kursi lainnya.
Aether duduk di dekat jendela dan Uriel di sebelahnya, Ke 4 bus itu berjalan menelusuri jalan raya dengan kecepatan rendah menikmati pemandangan dan perjalanan.
Di bus itu, Aether mengeluarkan bungkusan camilan dan membukanya.
" Apa kau mau? " Tanya Aether kepada Uriel sembari membuka bungkusan camilan itu.
" Um? Tidak, Aku masih kenyang " Jawab Uriel seadanya, Sebenarnya dia cukup ngantuk sekarang, Semalam karena sesuatu dia tidak bisa tertidur nyenyak.
Aether menatap ke arah Uriel yang mengantuk lalu berkata " Kau mengantuk? " Tanya Aether.
Uriel mengucek matanya mengangguk dan berkata " Ya, Hanya sedikit ngantuk " Jawabnya.
" ...., Lebih baik jika kamu tidur sebentar di bus " Aether terdiam sejenak lalu menyarankan agar Uriel tertidur sejenak.
Uriel tak menolak ucapan Aether dan kini menutup matanya, kepalanya bersandar di belakang, perlahan dia mulai tertidur, nafasnya yang sangat teratur menandakan jika dia sudah benar benar tidur sekarang.
Aether sendiri menatap keluar sembari menikmati camilan di tangannya.
PUKK
Tiba tiba sesuatu menerjang bahu Aether, Aether mengalihkan pandangannya dan beralih ke sumber yang menerjang bahunya.
Terlihat Uriel yang tertidur pulas sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aether.
Aether meneguk saliva nya, Bagaimana tidak? Nafas Uriel yang berhembus terasa di tubuh Aether, Wangi badan Uriel juga tercium sangat jelas.
" Sial, Ini penyiksaan " Gumam Aether sembari mencoba untuk tenang menatap ke arah jendela, Dia juga terkadang mengintip ke Uriel.
Jiwa lelakinya terasa ingin melakukan sesuatu pada Uriel, Tapi sebagai lelaki yang baik dia tidak akan melakukan sesuatu layaknya seorang bajingan itu.
Kini Aether harus menahan siksaan itu selama bus masih beranjak menuju ke lokasi pendakian.
~ BERSAMBUNG.
__ADS_1
HARI SENIN.
JAM PUKUL 07:30.