Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 40 : ILLIAS


__ADS_3

Aether dan Felipe berjalan berdampingan menelusuri jalanan, Terlihat di jalan raya begitu banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Gerimis hujan mengenai tubuh Aether dan Felipe, Tapi kedua orang itu tak mempedulikan nya dan hanya fokus pada jalanan.


" Bagaimana menurutmu tentang putriku? " Tanya Felipe membuyarkan Aether pada lamunannya.


Aether tak langsung menjawab dia terdiam sejenak lalu mulai mengangkat mulutnya " Dia itu menyebalkan dan sangat merepotkan, Tapi meski aku tau hal itu.., Aku tetap saja membantunya meski tau seberapa merepotkan nya dia " Jawab Aether dengan wajah yang sangat datar.


" Begitu..., Maaf sudah merepotkan mu, Dan tentang Giles, Kau Pati sudah mendengarnya dari Uriel, Bagaimana menurutmu tentang itu? " Tanya Felipe kepada Aether.


" Cukup ikuti aku terlebih dahulu " Ucap Aether Dan Felipe mengangguk lalu mengekori Aether menuju ke sebuah gubuk.


Hal itu membuat Felipe bertanya tanya, Untuk apa Aether pergi ke gubuk ini? Tapi pertanyaan itu hilang saat dia dan Aether masuk ke gubuk itu.


Terlihat sebuah motor yang mahal bersembunyi di dalam gubuk tua itu, Dan motor itu milik Aether.


" Ini motormu? " Tanya Felipe sembari menatap motor mewah di depannya.


Aether mengangguk " Ya, Ini motorku " Jawab Aether singkat.


" Begitu, Baiklah, Jika kamu butuh bantuan, Kamu bisa mengatakan nya padaku " Ucap Felipe kepada Aether dengan senyum nya.


Aether menatap iris mata Felipe kemudian berkata " Aku sebenarnya butuh bantuan, Aku ingin membangun sebuah perusahaan, Dan aku membutuhkan orang yang bisa membantuku dalam pencarian staff atau gedung perusahaan dan banyak lainnya lagi, Bisakah kamu melakukan itu untukku? " Tanya Aether kepada Felipe.


Felipe cukup terkejut mendengar pernyataan Aether, Lalu berkata " Aku bisa melakukannya, Tapi apa kamu yakin ingin membangun sebuah perusahaan? " Tanya Felipe memastikan omongan Aether.


Aether tersenyum yakin dan berkata " Aku yakin, Karena Giles akan mulai mengincar ku maka aku akan melawannya menggunakan kekuasaan juga " Jawab Aether dengan senyuman yang di ganti dengan seringai iblis.


Felipe tersenyum cukup puas melihat Aether, Dia merasa jika di masa depan orang seperti Aether akan menjadi orang yang hebat, Jadi dia tak mungkin akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan koneksi dari orang yang akan menjadi orang hebat di masa depan kan?.


" Baiklah, Aku suka tekad mu, Karena itu aku akan mendukung mu secara penuh! " Ucap Felipe dengan percaya diri, Aether tersenyum puas.


" Kalau begitu, Mohon bantuannya, Nanti aku akan menelepon Anda di saat sudah sampai di rumah milikku " Ucap Aether, Felipe mengangguk setuju.


Lalu setelah itu Felipe kini pergi meninggalkan gubuk tua itu, Aether yang ditinggalkan kini mengeluarkan motornya dan mengendarai nya.

__ADS_1


Aether melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi, Karena hujan membuat jalanan cukup menjadi sepi sekarang.


Aether terus melaju dan dalam beberapa menit kemudian, Aether sudah sampai di villa miliknya, Dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang basah karena terkena air hujan.


Setelah itu Aether mengenakan pakaian kasual sehari harinya Lalu dia menuju ke meja kerjanya, Membuka laptop dan melihat sudah berapa yang dia hasilkan, Terlihat Nominal dengan angka Kosong yang sangat banyak di layar laptop milik Aether.


Aether cukup terkejut dan bergumam " Ini seharusnya cukup untuk memulai perusahaan kan? " Gumamnya sembari menatap layar laptopnya yang memperlihatkan jumlah pendapatan Aether sebanyak 430 Milyar lebih.


Aether mengecek ulasan ulasan dari game yang dia buat, lalu dia tersenyum.


80% Dari mereka memberikan ulasan yang positif, 18% Memberikan ulasan negatif dengan berkata bahwa game milik Aether tidak bisa dimainkan dan ukurannya terlalu besar, Lalu 2% sisanya adalah ulasan tentang beberapa hal aneh seperti bug dan lain lain.


Aether menutup laptopnya kembali, Lalu dia menelepon Felipe seperti yang di janjikan.


Tak lama kemudian Felipe kini mengangkat telepon dari Aether.


" Halo? " Suara Felipe terdengar dari seberang.


" Halo, Kita bisa memulainya sekarang " Ucap Aether kepada Felipe yang berada di seberang telepon itu.


Felipe paham dan berkata " Baiklah, Kalau begitu aku akan mempertemukan mu dengan seorang notaris esok hari " Ucap Felipe kepada Aether.


Karena itu malam ini dia memutuskan untuk jalan jalan keluar rumahnya.


Dia keluar dari villanya dan mulai mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, Motor Aether melaju di tengah jalan raya.


Tak lama kemudian Aether sampai di sebuah taman, Terlihat banyak anak anak yang sedang bermain di tempat itu.


Banyak juga wanita yang terus menatap ke arah Aether karena Aether keluar tanpa mengenakan kacamatanya.


Aether turun dari motornya dan berjalan jalan di sekitar menghirup angin segar setelah hujan di pagi hari tadi.


Sekarang hari sudah siang dengan cuaca yang kembali terang benderang.


Aether berjalan dan tatapan matanya tertuju pada sebuah warnet, Dia ingat dari pemilik tubuh ini, Saat itu bermain warnet adalah salah satu keinginan nya.

__ADS_1


Aether melangkahkan kakinya ke arah warnet itu, Dia akan mewujudkan salah satu impian dari pemilik tubuh sebelumnya.


Aether menuju ke pemilik warnet dan mengatakan bahwa dia ingin bermain, Aether berniat bermain selama 1 jam, Setelah selesai membayar.


Aether berjalan dan pergi ke tempat yang sudah di siapkan oleh pemilik warnet itu.


Aether duduk dekat dengan seorang pemuda yang sepertinya juga sedang main game, Terlihat pemuda itu sangat menikmati game yang dia mainkan.


Game yang dia mainkan sendiri adalah game yang Aether buat, Aether yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


Dia mengatakan kepalanya ke arah layar komputer yang ada di depannya, Dia menyalakan komputer dan terlihat banyak game yang tersedia di dalam layar komputer itu termasuk game milik Aether.


Aether yang merasa bosan, Kini membuka game miliknya sendiri dan ingin mencoba merasakan game yang dia buat.


Aether membuat akun baru di komputer itu lalu masuk ke dalam permainan.


Kini Aether mulai bermain dan waktu berlalu selama 40 Menit saat dia bermain.


" Hei, Mau bermain bersama denganku? " Tanya seorang pemuda yang berada di samping Aether.


" Bermain bersama? " Ucap Aether dengan bingung.


" Ya! Ayo kita melakukan Co-op, Itu fitur agar para mereka yang sudah berlevel tinggi dapat membantu mereka yang masih newbie, bagaimana? " Tanya pria itu.


Aether tersenyum misterius dan berkata " Sepetinya menarik, Baiklah ayo kita bermain bersama, " Jawab Aether.


Pemuda itu mengangguk dan kini mengirim kan id miliknya pada Aether, Aether sendiri kini melakukan search pada id milik pemuda itu.


Lalu mereka mulai melakukan Co-op.


" Siapa namamu? " Aether bertanya pada pemuda di sampingnya itu.


" Aku? Ah perkenalkan.., Namaku Illias! " Ucap pemuda itu yang bernama Illias.


- BERSAMBUNG.

__ADS_1


HARI RABU.


JAM PUKUL 14:13


__ADS_2