Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur

Aku Hanya Ingin Hidup Menganggur
CHAPTER 41 : TAWARAN UNTUK ILLIAS


__ADS_3

Aether saat ini masih berada di warnet, Warnet yang dia tempati cukup gelap, Dan terlihat hanya beberapa lampu dengan cahaya komputer yang terlihat.


Aether memainkan game yang dia buat sendiri bersama dengan seorang pemuda yang menyebut dirinya Illias.


" Apakah kamu menyukai game ini? " Aether yang sedari tadi hanya diam menikmati permainan, Kini angkat suara menanyakan sesuatu pada Illias.


Illias mengangguk dan tersenyum lebar dengan mata berbinar lalu berkata " Aku menyukai nya, Sangat sangat menyukainya!! " Ucap illias dengan begitu semangat, Hal itu membuat Aether tersenyum kecil.


" Apa yang kamu sukai dari game ini? " Tanya Aether sekali lagi pada Illias yang fokus pada layar komputer miliknya.


Illias terdiam sejenak lalu berkata " Aku menyukai segalanya, tentang alur yang dibuat, grafik yang sangat indah, control yang sangat mudah di gunakan... " Illias terus berbicara begitu banyak tentang game buatan Aether.


Aether membelalakkan matanya, Dia tak menyangka jika Illias, pemuda di depannya ini dapat mengetahui banyak informasi tentang game miliknya hanya dengan memainkannya, dia tau tentang aplikasi apa yang Aether gunakan untuk membuat game ini dan seperti apa program yang di gunakan Aether.


" Dia pasti seorang jenius bukan?! " Batin Aether sembari terus menatap ke arah illias, Illias yang merasakan tatapan Aether kini menatap balik ke arah Aether dengan bingung.


" Kenapa kamu menatapku seperti itu? " Tanya Illias dengan wajahnya yang benar benar bingung.


Aether menggelengkan kepalanya lalu berkata " Kamu tau banyak tentang game ini hanya dengan melihatnya, apakah kamu seorang game programmer? " Tanya Aether kepada illias.


Illias yang di tanya kini membusungkan dadanya dengan sombong kemudian berkata " Tentu saja, aku bahkan lebih dari itu..., aku juga bisa membuat game buatan ku sendiri asal memiliki modal, meskipun aku mungkin tak bisa setara dengan pembuat game ' street knight ' ini " Ucap illias dengan bangga.


Dari maksud perkataannya saat ini, Jika Aether menempati posisi ke 2 dalam programming game maka dia yakin tak ada orang yang layak untuk posisi ke 1, meskipun sekarang masih banyak game yang lebih unggul dari game milik Aether, Itu semua karena Aether tak menggunakan begitu banyak uang untuk dikeluarkan.


Aether yang mendengar penjelasan dari illias kini tersenyum tipis, " Aku punya penawaran denganmu " Ucap Aether kepada illias.


Illias kembali menatap Aether dengan bingung, " Penawaran? " Ucapnya dengan bingung, Aether sendiri mengangguk kan kepalanya.


" Aku akan mempertemukan mu dengan developer dari game street knight jika kamu menyetujui penawaran ku " Ucap Aether dengan santai menatap serius ke arah Illias.

__ADS_1


Illias semakin bingung dengan maksud Aether, dia memang sangat ingin bertemu dengan developer ' street knight ' tapi pemuda di depannya ini dengan mudahnya akan mempertemukan nya dengan developer street knight dengan mudahnya?, apa dia bercanda?.


Lalu illias mulai menatap penampilan Aether dengan serius, dia baru menyadari jika Aether mengenakan pakaian mahal, dan wajahnya juga sangat tampan, illias mulai berpikir jika mungkin saja Aether adalah anak dari keluarga yang kaya raya.


Jika itu benar, bukankah mungkin untuk bisa bertemu dengan developer street knight?, matanya berbinar terang membayangkan dimana dia akan bertemu dengan developer street knight.


" Apa ucapan mu serius? " Ucap Illias kepada Aether dengan ragu.


Aether mengangguk kan kepalanya, " Aku serius ".


Setelah itu Aether melihat ke arah komputer nya yang memperlihatkan bahwa jam main miliknya sudah habis, Aether mengeluarkan sebuah kertas kosong dan juga sebuah pulpen, lalu dia menuliskan alamat miliknya di kertas itu.


Setelah Aether menuliskan alamatnya, Aether memberikannya kepada Illias yang masih menatapnya dengan bingung " Jika kamu tertarik, kamu bisa datang ke alamat ini " Ucap Aether dan kini dia pergi meninggalkan warnet itu.


Illias hanya menatap diam ke pada Aether yang terus berjalan hingga punggung nya tidak terlihat, Kemudian dia menatap ke kertas yang di berikan oleh Aether.


" Alamat ini..., " Dia menjadi yakin jika Aether bukanlah orang biasa, alamat kediaman dia sendiri bahkan sangat hebat.


" Hah..., Andai saja aku tak terlalu mempercayai kakakku saat itu dan memberikan seluruh warisan ayah dan ibu kepadanya, aku mungkin masih bisa hidup tanpa mengkhawatirkan uang " Gumam Illias.


Illias mulai mengingat saat itu beberapa Minggu yang lalu, Dia tak sengaja mendengar kakaknya sedang berbincang dengan seorang pria.


Dia mendengar hal yang seharusnya tidak dia dengar, saat itu dia benar benar kehabisan kesabaran dan tanpa sadar mendorong pintu begitu keras dan pintu itu berakhir terbuka.


Dia menggerutu tentang nasib sialnya karena malah harus ketahuan oleh sang kakak, kakaknya sendiri yang malah di tangkap basah oleh adiknya bukannya panik dia malah terlihat senang.


" Karena kamu juga sudah tahu maka tak ada yang bisa di sembunyikan lagi " Ucap sang kakak bernama Ian Jerome.


Illias bernafas dengan terengah-engah dia panik karena ketahuan tapi kepanikan itu menghilang saat dia mulai mengingat kembali apa yang di lakukan kakaknya itu kepada orang tua mereka.

__ADS_1


Dia mulai berani dan menatap kesal sang kakak, " Aku tak pernah menyangka ada seseorang seburuk dirimu! " Ucap Illias dengan nafasnya yang memburu tak beraturan.


Illias terus mengoceh tentang keburukan sang kakak dia juga mengoceh tentang betapa bahagianya hidupnya dulu di saat orang tua mereka masih hidup, Tapi sekarang kakak yang paling dia sayangi itu malah menghancurkan hidupnya?.


Ian Jerome sendiri dia malah diam dan tak menanggapi ocehan adiknya itu, Dia hanya diam mendengar dan terus mendengarkan Illias sampai illias kelelahan berbicara dan diam.


" Sudah selesai? " Ucap Ian dengan dingin saat illias sudah lelah berbicara, Dia kini menyeringai lalu berkata " Kamu sangat naif, Inilah dunia yang sebenarnya, Di mana kekuasaan kekayaan dan kekuatan yang akan menjadi segalanya " Ucap Ian dengan seringai lebar di wajahnya.


Illias semakin kesal dan kini matanya semakin memerah karena kesabaran nya hampir mencapai batas.


" Nah karena sudah seperti ini, Maka matilah saja! " Ucap Ian dan kini seorang pria di samping illias mulai menyerang Illias.


Illias mulai tersadar dan dengan panik membuka pintu untuk lari.


Dor!!


Illias mengerang kesakitan karena kakinya yang terkena tembakan pistol, Tapi dia tak berhenti berlalu dan terus berlalu, akhirnya dia sampai di tangga dan langsung turun ke lantai paling bawah.


Setelah itu dia berlari keluar dari mansion mewah miliknya, dia berlari tanpa arah dan hanya fokus untuk bisa bertahan hidup, " Suatu saat aku pasti akan membalaskan dendam orang tuaku!, orang luar sepertinya benar benar tidak tau berterima kasih! " Ucapnya dengan nada yang sangat marah, Ian Jerome sendiri sebenarnya adalah anak yang di pungut dan di adopsi oleh kedua mendiang orang tuanya.


Disisi lain pria asing yang kehilangan jejak dari Illias itu hanya bisa kembali dan melaporkan kepada Ian bahwa illias berhasil melarikan diri, Ian tidak marah dan hanya berkata " Biarkan saja, sepetinya dia ingin bermain petak umpet " ucapnya dengan tersenyum tipis.


".......


" Hahh.... mengapa aku malah teringat hal itu lagi? " Batin Illias dan dia sudah jatuh dalam mood buruk jadi memutuskan untuk meninggalkan warnet.


~ BERSAMBUNG.


HARI RABU.

__ADS_1


JAM PUKUL 15:22.


__ADS_2