
Agung mencari Jess kesana kemari, mencari disetiap koridor bahkan setiap sudut tanpa terlewati. Napasnya terengah-engah ia hampir saja putus asa ketika dilihatnya Jess keluar dari toilet wanita dengan kelopak mata yang telah sembab. Sejenak Agung meresa lega telah menemukan Jess, meski gadis itu berjalan perlahan meninggalkan Agung yang tanpa ia sadari mengikuti langkahnya dari belakang. Jess yang berjalan linglung hampir saja menabrak dan terjatuh, kalau saja Agung tidak sigap manarik tangannya.
Jess kaget melihat Agung yang tanpa ia sadari telah berada tepat di hadapannya. Agung menatapnya dengan tatapan sendu. Jess berusaha melepaskan genggaman tangan Agung di lengannya. Namun usahanya sia-sia karena tenaga Agung lebih kuat darinya.
"Cukup sudah...aku bosan dan lelah. Selalu saja seperti itu, dan terus berulang seperti itu. " Ucap Jess sambil tertunduk dan bulir-bulir air mata mulai berjatuhan membasahi pipi tanpa mampu dia tahan lagi.
" Kenapa...? " Agung menanyakan maksud dari perkataan Jess.
" Bukan aku nggak tau...bakal berakhir kemana lirik-lirikkan itu. Bukan baru sekali dua kali ini saja kakak begitu. Sudah lah kak...aku capek. Kita akhiri saja sampai disini. Semoga kakak bahagia. "
Dengan sekali hentakan keras keras dari Jess. Agung terpaksa melepaskan lengan gadis itu. Jess lari sekencang kencangnya meninggalkan Agung yang tidak ingin dia lihat lagi saat itu.
Agung menjambak rambutnya dengan dengan kedua tangannya. Kemudian meninju dinding dan berakhir dengan mengerang kesakitan. Anak-anak yang berada disekitarnya mulai kabur satu persatu mencari kesibukan sendiri setelah ditatap Agung penuh amarah.
****
Dini menghampiri Jess yang berjongkok menangis sesenggukkan, merapikan rambut Jess yang berantakan lalu merangkul tubuh sahabatnya itu dan membelai lembut punggungnya.
__ADS_1
" Sudah berakhir? " tanya Dini pada sahabatnya.
Jess mengangguk perlahan, lalu wajahnya menatap Dini dengan sayu.
Dini kembali merangkul Jess, menepuk-nepuk bahu sahabatnya memberikan kekuatan semangat dalam pelukannya.
" Jangan sesali, karena semua akan baik-baik saja. Keputusan yang elo ambil udah bener dan dia bukan yang terbaik buat elo. "
Sahabat mereka datang bersamaan. Tanpa perlu bertanya apa yang terjadi mereka sudah tau dari berita yang cepat tersebar di seluru penjuru sekolah. Siapa yang tidak mengenal sosok Agung sebagai ketua OSIS yang selalu di dampingi Jess sebagai sekretaris OSIS, serta hubungan mereka.
Ceta yang diperlakukan demikian bukannya merasa marah maupun takut tetapi malah tertawa melihat Nana.
" Yukk...nih, gua udah bawa galon buat gebukin dia ". Anty yang entah dapat dari mana galon itu dia tunjukkan kepada teman-temannya.
Sambil cekikikan Rossa mendekati Anty.
" Emang pantes ya...lu dijuluki Ratu galon ".
__ADS_1
" Ya Allah....salah neng apa coba? " Ujar anty.
Mereka semua tertawa Ceta, Artha, Rossa, Nana, Quin, Dini bahkan Jess ikut tersenyum.
"Kalian tau nggak apa yang membuat manusia semakin dewasa? " Tanya Quin pada teman-temannya.
" Mulai deh mamah dedeh show time...", Bisik Ceta di telingan Nana.
" Ehem...gua denger ya. " Ujar Quin dengan tatapan membunuh kepada Nana dan Ceta meski yang di tatap menutup mulut menahan tawa. Kemudian Quin pun melanjutkan perkataannya.
" Semakin banyak manusia mengalami masalah, semakin banyak pula manusia menemukan cara penyelesaiannya. Cara itu berbeda-beda ada cara positif maupun cara negatif. Tetapi setiap cara yang diambil pasti memiliki hikmah. Nah..dari hikmah yang didapat itulah menjadikan seseorang semakin dewasa. Jadi..tataplah kedepan, dan melangkahlah dengan pasti. Tinggalkan masa lalu tapi jangan pernah melupakan. Karena kita nggak akan bisa melupakan masa lalu kecuali kita kena amnesia. Dan jangan pernah sesali yang telah terjadi karena itu suratan Takdir. Tapi jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran berharga buat kita. Setuju...?! "
" Setuju!!! " jawaban serempak dari para sahabat.
#Mohon bersabar untuk menunggu Up berikutnya. Dan terimakasih untuk tetap setia membaca tulisan saya.
Maaf bila masih terdapat banyak kesalahan dalam penulisan.🙏
__ADS_1