
Sabtu pagi yang cerah Ceta sudah bersiap berangkat ke sekolah. Berjalan santai menuju garasi hendak mengeluarkan motor scopionya. Tapi pandangannya lebih fokus tertuju ke rumah tetangganya.
Sebuah mobil mewah terparkir disana. Membuat hati Ceta didera rasa penasaran. Karena dia tahu bahwa mobil itu pasti bukan milik tetangganya.
Waktu menunjukan pukul 06.12, masih ada waktu pikir Ceta. Gadis itu lalu mendekati rumah tetangganya berjalan perlahan, memperhatikan siapa gerangan yang sudah bertamu sepagi ini. Ceta mengintip ke jendela yang kebetulan adalah jendela ruang tamu tetanggnya.
Siapa dia pagi-pagi udah namu di rumah lelaki, ganjen banget. Awas lu ya bang kalo macem-macem.
Ceta terlihat cemberut. Gibran yang sadar akan di intip oleh Ceta segera menutup tirai gorden jendelanya.
" Maaf gua tutup, kaya' nya mataharinya nyengat kena lo ".
Alasan Gibran pada wanita itu. Yah untung saja matahari bersinar dengan panasnya hingga menembus kekaca jendela rumah Gibran.
" Oh...nggak apa-apa "
Jawab gadis itu tersenyum tersipu sambil menyelitkan rambutnya dibalik telinga.
Gibran memperhatikan tingkah gadis itu tapi tetap cool.
" Jadi bahan revisi udah lo siapin kan ? Dan kalo' bisa ntar jam 9 an udah di kumpulin ke dosen ".
Gibran menegaskan.
__ADS_1
" Iya nih udah siap. Makanya pagi-pagi aku dateng kesini supaya bisa di analisa dulu sama kamu ".
" Ok. Ini Udah bagus, udah bisa dikumpulin "
Ujar Gibran sambil membolak balik kertas helai perhelai.
" Nggak ada urusan lain lagi kan, maaf gua mau pergi nih ada urusan "
Gibran bangkit dari sofa duduknya. Dan menyerahkan makalah kepada gadis itu.
" Emm....malem ini kamu ada acara nggak? Aku pengen ngajak kamu mencoba makanan di restoran dekat kampus yang baru buka itu "
Gadis itu berkata sambil ikut beranjak dari sofa dan menerima makalah dari Gibran.
" Maaf ya, aku udah ada janji malam ini "
" Kalo gitu sabtu depan tolong luangkan waktumu untuk ku. Aku hanya ingin mengajak mu makan saja kok ".
Cih...cool amat nih cowok. Tapi lihat aja, nggak semudah itu aku menyerah.
" Gua nggak janji "
Gibran berjalan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Kemudian berdiri di ambang pintu rumahnya yang sedari tadi terbuka.
__ADS_1
" yah...aku di usir nih?
" Maaf ya Gina gua bukan ngusir, tapi sebelum ke kampus gua ada urusan dulu di luar. Jadi gua gak bisa ngobrol lama sama lo ".
Ucap Gibran dan sedikit tersenyum agar terlihat ramah di mata sang gadis.
" Ya udah deh, aku cabut dulu. Ntar kita ketemu di kampus ya ".
Gadis yang dipanggil Gina ini pun berkata sambil melangkah keluar menuju mobilnya.
Gina lalu masuk kemobilnya dan melambaikan tangannya kepada Gibran.
Gibran balik membalas lambaian tangan itu, lalu bersiap menutup pintu rumahnya.
Di lihatnya Ceta yang masih mengamati dirinya dengan wajah yang ditekuk seribu yang berdiri didekat motornya. Tapi Gibran malah memalingkan wajahnya melihat ke arah jam tangannya, kemudian masuk menutup pintu.
Ihh....kesel banget gua, mereka pake dadah segala. Liat ya bang...aku juga bisa.
Gerutu Ceta sambil melirik jam di tangannya.
Omaigod .....m**pus dah gua bisa telat ini. Bakalan jadi Jojo ma Artha dah gua hari ini.
Terburu-buru Ceta menaiki motornya dan melaju menuju ke sekolah.
__ADS_1
# jangan lupa tinggalin jejak kalian ya😊😊
makasih🙏