
Masa-masa SMA adalah masa emas kaum remaja. Kata orang masa SMA masa yang paling indah, mulai dari pengalaman jatuh cinta pertama kali, terlibat 'drama' sama teman satu geng sampe rame-rame bolos sekolah.
***
Dipanas teriknya matahari terlihat kedua anak cowok tak patah semangat mengejar mobil hitam yang melaju tak jauh di depan mereka.
Kedua anak cowok yang ngebut bagai TomRiders itu tak lain dan tak bukan adalah Yugi dan Taufik. Yugi yang melewati kelas para ladies dimobil itu secara tak sengaja mendengar dan percakapan mereka. Cowok itu kemudian berinisiatif mengajak Taufik untuk mengikuti mereka secara diam-diam.
Taufik yang mendengar nama Quin disebut ikut kedalam mobil itu lalu langsung mengambil langkah seribu mengikuti ide gila Yugi.
" Buruan fik...bisa kehilangan jejak kita ".
" Elah... sabar napa. Gimana bisa ngebut kita yu kalo motornya pespa gini. Tau gitu gua minjem motor Jojo tadi. Lu dadakan ngajaknya ".
" Heleh....gua juga nggak berencana tadi. Tapi gua penasaran mereka para cewek napa ga ngajakin kita juga sih, kan bisa buat jagain mereka kalo ada apa-apa ". Ucap Yugi beralasan.
" Heleh...bilang aja lu ngejar Rossa, klasik banget alasan lu ".
Taufik ngedumel sambil menggelengkan kepala.
" Lu masih di gantung? jemuran kering aja di angkat yu, nah lu....dari basah sampe kering sampe basah lagi kena hujan nggak up juga. Apes banget hidup lu...wkwkwkwk ".
" Heleh....sombong, mentang-mentang udah jadian. Moga aja si Quin di gebet orang di mall, mewek lu entar ".
" Asem.....doa apaan tu, nggak asik gua dengernya ".
Taufik menggerutu.
" Cih....buruan noh, mereka belok kekanan. Kejar dah...sebelum kena lampu merah kita, gas fik...gas..."
" Woi...udah ngebut ini, lu bise diem ga sih. Oleng-oleng nih gua bawa motor lu nya banyak gerak ".
Taufik mulai meradang.
" Njiirr...air liur lu fik, muncrat ke muka gua..etdah. Lu ngomong jan gede-gede nganganya, apes gua dah ah..."
__ADS_1
" Heleh...efek badai angin, kan lu yang nyuruh ngebut. Nah lu aja yang bawa motornya kampret lu ah ".
Motor yang mereka naikin melaju sekencang-kencangnya.
****
Mobil hitam memasuki basement dan terparkit rapi di sana. Perlahan pintu di buka dan keluarlah satu persatu penumpang yang berada di dalamnya.
" Akhirnya.....jadian juga mereka. Setau gua dah lama kan Dini suka sama savier ".
Ucap Quin saat melangkahkan kaki turun dari mobil hitam milik jess.
" Hahaha....xavier yang kurang peka, kasian Dini nungguin dia cukup lama kan ".
Nana menimpali dan berdiri di dekat Quin.
" Pasti lagi mojok mereka sekarang, asiknya yang udah punya pasangan. Aku kapan? "
Ucap Anty mulai putus asa.
Ujar Artha sambil merangkul baju Anty dan mengajak teman-temannya.
Ceta, Quin, Nana, Rossa, Anty, Artha, dan Jess ketujuh gadis remaja itu kemudian masuk ke dalam Mall. Satu persatu outlet mereka masuki dari pernak-pernik, pakaian, tas, sepatu hingga tempat bermain. Tawa bahagia mereka mengundang banyak mata yang memperhatikan. Bisa kebayangkan kalau geng gibah udah pada ngumpul. Selalu ada saja bahan yang membuat mereka tertawa.
Dan terakhir tempat yang di kunjungi adalah sebuah kafe langganan mereka. Bersantai menikmati pesanan mereka, sambil memperhatikan suasana sekitar mereka.
" Nana...itu bukannya ojin? sama siapa tuh ? "
Ucap Ceta sambil menyeruput minumannya dan menatap ke arah sosok lelaki yang mengalihkan perhatiannya.
Nana dan yang lain ikut memperhatikan siapa yang Ceta maksud. Wajah Nana langsung berubah kala itu. Kesedihan mulai terlihat di wajah manisnya. Rona ceria berubah menjadi pucat, dan mata yang mulai berkaca-kaca dengan tangan yang terkepal melihat Ojin yang bergandengan tangan dengan seorang gadis sambil berbicara dan saling manatap mesra.
" Sabar Na...., belum pasti juga dengan apa yang kita lihat. Nanti lu coba bicara baik-baik dulu deh, minta penjelasan sama Oijin ".
Jess merangkul Nana dan memberi tepukan untuk menguatkan hati dan perasaan Nana.
__ADS_1
" Bukannya tadi chat bilang nggak bisa jemput karena mau nemenin bibinya belanja ya ? Lah....muda dan cantik banget bibinya ".
Ucap Rossa sambil menikmati cemilan yang ada di meja mereka, tapi kemudian berhenti menguyang karena mendapati tatapan maut dari para sahabatnya. Dia pun mengalihkan pandangan ke arah lain karena merasa tidak nyaman. Saat memalingkan wajah menatap ke arah lain Rossa mendapati seseorang yang sangat dia kenal.
" Yugi...?! "
Ucap Rossa sontak berdiri dari duduknya.
Sahabatnya yang lain ikut melihat arah pandangan Rossa. Yugi yang tertangkap di penglihatan Rossa terlihat kikuk dan mulai berjalan mendekati Kafe yang mereka tongkrongi.
" Taufik....?! "
Teriak seoarang gadis dari kejauhan sambil mempercepat langkahnya mendekati keberadaan Taufik yang berjalan bareng Yugi.
Langkah Taufik terhenti dan menoleh ke arah datangnya suara.
" Idih ketemunya malah disini...apa kabar kamu? "
Sapa gadis itu sambil mengulurkan tangan untuk dijabat.
" Gua baik , Bessy..."
Ucap Taufik yang sempat terlihat ragu tapi kemudian mengulurkan juga tangannya untuk berjabat.
Gadis yang disebut Bessy itu lalu meraih tangan Taufik dan dengan cepat melakukan cipika-cipiki terhadap Taufik.
Taufik tampak terkejut dan sedikit menghindar merasa diperlakukan seperti itu .Tapi ada yang lebih ingin dia hindari lagi adalah tatapan membunuh dari Quin yang telah lama mengetahui kedatangaannya.
" My Taufiiiikkkk......!!! "
Dan terdengarlah teriak Quin bagai letusan gunung berapi hingga menjadi pusat perhatian orang disekitarnya.
#Maaf masih terdapat Typo dan kesalahan dalam penulisan. Sampai disini dulu ya. Kepoin terus kelanjutannya😊✌️.
by. Queenn Silver.
__ADS_1