Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
3 Orang Orang Ke 3 Part 3


__ADS_3

Panas matahari sangat menyengat hari itu diwaktu yang menunjukkan pukul 13.30 Wib bel berbunyi tanda kelas telah berakhir.


Ceta telah bersiap untuk pulang kerumahnya, mengemasi buku-buku dan memasukkannya ke dalam ranselnya.


" Eh guys...ngemalll yukk ?! "


Seru Jess mengajak teman-temannya.


" Boleh-boleh..."


Anty antusias menanggapi.


" Tapi gua udah minta di jemput sama yayank gua. Eh...tapi nggak jadi ". Nana berkata sambil menunjukkan layar smart phone nya.


" Na bebebz maaf aku nggak bisa jemput kamu , tiba- tiba bibiku datang kerumah dan minta di temenin belanja. Jangan marah ya bebz, aku selalu padamu ".


Rossa membaca dengan sedikit nyaring agar terdengar oleh para sahabatnya.


" Nah pas banget kan, yukk ngemall kita. Ceta bandar ".


Ucap Jess menatap Ceta sambil menaikan dan menurunkan kedua alisnya.


Nana, Rossa , Anty , dan Tha ikut menanggapi dengan semangat.


" Ross bukannya elo pulang bareng Yugi. Udah lu terima belom tuh anak ? "


Ceta bertanya yang di tatapi oleh mata para sahabatnya.


" Belom...gua lagi nggak mood mau jawab ya. Nayla yg di kelas sebelah yang mana sih anaknya ? "


Rossa bertanya pada teman-temannya.


" Gua ikut...! "


Dini berkata sambil berjalan mendekati teman-temannya. Rupanya dia telah mendengar percakapan mereka sejak tadi.


" ih...anak kelas sebelah ngapain disini ".


Nana menanggapi dengan meledek.

__ADS_1


" iya nih..kalo udah mau ngemall tahu aja ni anak ".


" Telinganya di pasangin tower, jadi servernya bagus, hahaha..."


Rossa dan Jess cekikikan.


" Terserah apa kata kalian , yang penting gua ikut ".


Ucap dini sambil melipat tangan didepan dada.


" Gua tahu yang namanya Nayla, dia sekelas ma gua dan Yugi. Nayla emang dah lama ngejar Yugi. Mungkin karena baper atau gimana gua juga nggak tahu. Karena kalo di kelas Yugi emang ramah sama semua. Tapi cuma yang ciwi-ciwi loh ya ".


Jelas Dini panjang lebar dan mulai memasang kompor jebakan batman.


" Hmm...udah.Kita ngemall aja dulu refreshing tenangin pikiran. Gua juga lagi bete..yang gua kejar belum peka juga ".


Ujar Anty mulai sendu.


" Heleh..galon lagi, galon lagi..."


Ucap Nana meledek Anty yang di balas gadis itu dengan mecubit pinggang Nana, yang membuat semua cekikikan.


Tha bertanya dia pula yang menjawab sendiri.


" Telpon aja mang Joko ta, terus minta kemari ambil motor lu, nah kunci lu titip di satpam bereskan ".


Ujar Rossa memberi ide.


" Hmm...oke lah, kalo gitu. Yukk...?! "


Ceta pun berseru mengajak teman-temannya. Gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon mang Joko sesuai dengan ide yang Rossa berikan.


Mereka lalu berjalan keluar kelas sambil bercanda ria menuju pelantaran parkir dimana letak mobil jess berada.


Mobil Jess cukup besar untuk memuat mereka bertujuh.


" Pada mau kemana?! "


Sapa Xavier penasaran melihat para gadis itu satu persatu memasuki mobil.

__ADS_1


" Quality girls time Xa. Lu mau ikutan? Ganti gender dulu gih...hahaha ".


Quin berkata sambil meledek Xavier.


" Bukan gitu...gua ada perlu ma Dini bentar, ada Dini kan ? "


Tanya Xavier sambil memperhatikan penumpang yang berada didalam mobil.


" Cie...ciee.....nyariin Dini. Din...turun lu, bambang nih nyariin lu ".


Ledek Tha kepada Dini. Dini kemudian turun dari mobil melangkah mendekati Xavier.


" Ada perlu apa nyariin aku ? "


Tanya Dini yang terlihat canggung di mata lelaki itu.


Xavier lalu meraih pergelangan tangan dini, kemudian sedikit menariknya sambil melangkah sedikit menjauh dari genk gibah itu.


Dini nurut saja diperlakukan Xavier seperti itu.


Wajahnya terlihat mulai bersemu dia pun melangkah sambil menundukan kepala.


Saat tiba di bawah pohon yang rindang Xavier lalu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Dini.


Dini terlihat kaget melihat lelaki itu mendadak berhenti dan berbalik menghadapnya.


" Gua suka elo, elo mau nggak jadi pacar gua ? "


Tanpa jeda dan kata pengantar tradisi penembakan cinta, Xavier berkata dengan wajah serius dan meyakinkan.


Dini terpaku mendengar pernyataan lelaki itu yang secara mendadak. Dia tak pernah tahu kalau cowok dingin dan kaku yang terkenal seperti beruang kutub itu memiliki rasa terhadapnya. Walaupun begitu wajah dini bersemu merah dibuatnya.


Jantung Dini kian berdetak kencang, terlihat Dini mulai mengatur napasnya menyembunyikan detang jantung yang kian bergema memompa aliran darahnya. Tapi tak dapat menyembunyikan rona merah pipinya.


Xavier telihat santai dan serius menunggu jawaban dari sang gadis pujaan hati.


" Lama banget baru nembaknya, gua udah lama suka sama elo Xa ".


Seketika readers kecewa harus menunggu jadwal up berikutnya.

__ADS_1


#maaf apabila terdapat kemiripan nama di tokoh-tokoh karakternya. Ini cuma cerita halu author yang amatiran🙏


__ADS_2