Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
19. Belah Duren


__ADS_3

Tiga bulan berlalu sungguh mengejutkan bagi teman-teman Ceta mengingat mereka baru saja selesai sekolah namun kini berdiri menjadi pagar ayu dalam acara pernikahan sahabatnya itu. Jodoh memang tidak ada yang tahu. Cinta yang di pupuk dari masa kecil menjadi cinta yang bersemi diranjang pengantin.


Suasana pesta begitu meriah, satu persatu tamu memberi selamat kepada kedua mempelai. Rona bahagia terukir dikedua wajah pengantin, hingga acara selesai. Para sahabat dan kerabat pamit undur diri. Tinggallah menyisakan 2 pengantin yang kini sedang membersihkan diri masing-masing.


Wajah yang tampak malu-malu terlihat jelas diwajah pasutri. Ceta yang ragu mengambil kedua bantal guling dan meletakkannya ditengah tempat tidur sebagai pembatas.


" Umm... Kata papa aku jangan hamil dulu sebelum selesai kuliah jadi abang jangan coba-coba buat aku hamil?!"


Ceta sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada ketika mereka telah duduk dikasur yang sama dan menatap serius wajah sang suami.


Gibran hanya tersenyum mendengar perkataan Ceta.


"Kata pak ustad...,istri yang tidak mau melayani suaminya itu dosa. Jadi...."


Gibran tak meneruskan kata-kata ketika kedua bantal guling yang jadi pembatas itu telah disingkirkan oleh Ceta sendiri.


Terkekeh pemuda itu melihat kelakuan istrinya.


Gibran lalu mendekat perlahan dan mencium lembut kening istrinya.


" Tidurlah.. hari ini kita sudah menyambut tamu seharian. Dan gua juga sangat lelah"


Ujar Gibran sambil merebahkan dirinya ditempat tidur.


Ceta tersenyum mendengar perkataan Gibran. Sedari tadi jantungnya tak berhenti berdebar.


Lalu ia teringat dengan wanita yang sering datang kerumah Gibran.


"Bang... boleh nanya gak?"


"Tanya apa?"


"Itu... cewek yang dulu sering dateng rumah abang pagi-pagi buta siapa?"


"Hehehe... masih aja mau bahas yang dulu. Cuma temen abang temen kuliah"


Dengan santainya Gibran menjawab.


"Kemarin dia nggak datang ya acara kita bang?"


"Biar kan saja.. nggak penting juga"


Mendengar jawaban Gibran bibir Ceta monyong kedepan


"Kalau emang nggak penting kenapa selama ini abang kek menjauh dari aku?"


Gibran yang mendengar perkataan Ceta lalu bergerak dan menindih gadis itu.


Ceta shock Gibran tiba-tiba pemuda itu sudah berada diatasnya. Wajah dan kupingnya langsung memerah, napasnya serasa sesak tertahan.


Gibran yang melihat perubahan wajah gadis yang kini menjadi istrinya itu sedikit menahan tawa lalu menjatuhkan diri disamping Ceta dan memeluk gadis itu dari samping. Kepala nya yang berada di ceruk leher Ceta membuat gadis itu merasakan hangatnya hembusan napas sang suami


Jantung Ceta tak henti-hentinya berdebar. Apalagi mengingat ini adalah malam pertama mereka.


"Lu nggak tahu aja.. selama ini gua udah berusaha keras menahan untuk nggak deketin lu. Gua takut bila ada didekat lu, gua nggak akan mampu nahan. Makanya gua meminta elu segera menjadi istri gua"


Ceta tak menyadari bahwa wajah dan kuping Gibran juga sedang memerah.


"Bang bisa nggak sih udah nikah gini abang manggilnya mesra dikit?"


"Hehehe... tidur lah..".


Ajak Gibran kepada Ceta dan ia pun berusaha memejamkan matanya.


Lu juga tidur "J"


Belum waktunya lu bangun. Bersabarlah.. kita sedang menjinakkan merpati


Gibran berusaha menenangkan dirinya sendiri hingga ia pun tertidur setelah menghitung domba yang ke 501.


Keesokan harinya.


Kedua pasutri turun bersama setelah di gedor sang mama untuk sarapan bersama.

__ADS_1


Papa yang sedang membaca koran melirik sekilas ke arah pengantin baru itu lalu tersenyum.


Mama meletakkan masakannya yang sudah jadi lalu duduk disamping papa.


"Kakak mana ma?"


"Kakakmu udah sarapan duluan, dia ada janji sama temen-temannya. Mungkin karena udah lama juga kan mereka nggak ketemuan jadi temu kangen gitu"


Jelas sang mama panjang lebar.


Kakak laki-laki Ceta yang kuliah di LN memang menyempatkan diri kembali untuk melihat pernikahan adiknya. Namun pemuda itu jarang sekali ada dirumah.


"Matamu udah kek mata panda aja Gib, berapa ronde semalem?"


Gibran yang sedang minum air putih langsung nyembur dan terbatuk-batuk.


Ceta yang mendengar perkataan papanya ngeblush bagai tomat merah.


"Apaan sih papa, kek nggak pernah muda aja deh"


Mama merasa kasihan melihat anak dan mantunya dikerjai sang papa.


"Iya.. iya... papa cuma bercanda aja kok"


Mereka pun menikmati sarapan dipagi itu.


Setelah sarapan Gibran pergi kerumahnya untuk bekerja. Berkas-berkas dan laptop semua ada diruang kerjanya. Gibran dan Ceta hanya sementara tinggal dirumah Ceta selama Ceta masih menjalani masa kuliahnya.


Mereka sepakat untuk pindah kerumah Gibran setelah Ceta lulus kuliah. Gibran lah yang minta agar mereka masih dalam pengawasan. Atas permintaan Ceta yang belum ingin hamil serta sang papa yang ingin Ceta lulus Gibran mengambil keputusan untuk tinggal sementara dirumah mertua.


*****


"Ting...ting...ting..."


Notif wasap berdenting.


Nana : Assalamualaikum wr wb


Jess : Waalaikumsalam


Nana : Udah ihh.. masa jam segini belum


Jess : Belum mandi ya An..


Anty : Kok tau? kuy... neng ibak dulu..


Tha : Waalaikumsalam..


Yugi : Dah rame aja ini grup pagi-pagi..


Tha : Ilih.. nongol-nongol nggak jawab salam


Yugi : Iya Waalaikumsalam..


Nana : Telat..


Yugi : Dihh... biaariiiiiiinnnnn


Jess : Yang lain belum pada bangun apa


Yugi : Apa kabar ya pasutri? hehehe..


Nana : Nanya kabar apa nanya MP nya wkwkkwk....


Yugi : Dua-Duanyaaa.... wkwkkwkwk


Quin : Dah rame aja pagi-pagi..


Yugi : Ini juga satu lagi.. dateng-dateng ga ngucapin salam..


Tha : Ilih... sama wae..


Quin : Assalamualaikum wr wb

__ADS_1


Jess : Waalaikumsalam


Nana : Waalaikumsalam


Tha : Waalaikumsalam


Yugi : Taufik mana Quin?


Quin : Lah Nanya aku tinggal chat langsung orang aja napa?


Yugi : ga asik nanya dia..


Quin : Wkwkwkwk napa, kalian kan solmate


Yugi : Ogah!


Anty : Segernya habis mandi..


Yugi : Dih... Anty jam segini baru mandi


Anty : Hehehe...


Ceta : Ribut amat ni notif bunyi mulu


Nana : Nah lo... pengantin nongol


Yugi : Woii pasurti rasanya gimana??


Ceta : Rasa apaan?


Jess : pasutri bukan pasurti..


Yugi : Typo ihh...


Tha : Apa rasanya belah duren Ta?


Ceta : Ga bisa di ungkapin dengan kata-kata. Ntar deh kalian tahu saat dah nikah nanti


Jess : belum ada jodohnya ini


Anty : Apalagi neng bisa apa atuh..


Yugi : Dih... peliit


Ceta : Makanya buruan nikah biar tau wkwkwkkwk


Yugi : Nana.. kamu diputusin saya juga diputusin bagaimana kalau kita nikah aja. Naku..


Jess : Apa??!!


Tha : What!!!


Quin : Widih ada yang nembak wkwkkw


Nana meninggalkan Group


Ceta : Hayyo loh.. Nana sampe keluar dari Grup wkwkkwk


Tha : Awas loh Nana ngambek


Taufik : Assalamualaikum


Quin : Waalaikumsalam..


Yugi : Dih bakalan ada yang mojok lagi ini


Anty : Neng lupa tadi ibak belum sabunan


Tha : Aih lupa ngerebus mie air nya sampe kering


Jess : Aku alasan apa ya.. wkwkkwkw


Terus tiada henti obrolan di grup hingga tak terasa waktu menjelang sore.

__ADS_1


Walau tak saling bertemu persahabatan mereka masih terjaga hingga kini. Quin yang LDRan dengan Taufik, Nana yang kini dekat Yugi, Ceta yang menikah dengan Gibran, Intan, Dini dan Xavier yang fokus ke kuliahnya. Anty, Tha, Jess, yang tetap menjomblo, serta Ross yang sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. Ara sang anak ibu kantin yang kini berteman dengan mereka. Agung dan Jojo yang kini lebih fokus sama masa depannya. Mereka adalah para sahabat yang jauh di mata namun dekat dihati.


__ADS_2