Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
Libur


__ADS_3

Akibat dari penyebaran virus corona yang mulai tersebar hampir diseluruh provinsi di Indonesia ini mulai berdampak pada masyarakat kita seperti anak-anak pelajar yang harus menikmati masa belajar mereka melalui pembelajaran online dirumah, maupun mereka yang harus kehilangan pekerjaan karena pengurangan karyawan bahkan para pedagang yang mengeluh sepinya usaha dagangan mereka.


****


Bergegas Ceta mengahampiri kedua orang tuanya yang baru saja membuka pintu mobil mereka dan hendak keluar. Bergantian memeluk papa dan mamanya Ceta melepas kerinduannya. Maklum saja sudah lebih dari 2 bulan mama papanya keluar kota.


" Kangen banget...ma...pa..."


"Kamu baik-baik saja nak ?"


Sambil mengusap pucuk kepala sang anak, papa bertanya khawatir.


" Ceta baik-baik aja pa..."


Jawab Ceta tersenyum.


Mereka pun maduj kedalam rumah , saling bercengkrama menceritakan apa saja yang mereka lalui 2 bulan terakhir, begitu pula Ceta.


" Kamu masih masuk sekolah nak? "Tanya mama.


" Keputusan dari Gubernur sudah turun loh...untuk tidak melakukan pembelajaran secara tatap muka. " Ujar sang papa.


" Iya sih pa...Ceta juga udah denger berita itu. Cuma dari pihak sekolah belum ada menginformasikan kapan kami di liburkan. "


"Hmm.....tunggu saja informasinya. Tapi papa mau mulai besok kamu tidak usah ke sekolah dulu. Ijin saja dulu nanti biar papa yang menghubungi pihak sekolah. " Tegas papa.


" Yah....Ceta kan masih mau sekolah pa ? "


" Turuti saja keinginan papa nak, demi kebaikan kita bersama terutama kamu sayang. Diluar sana sudah banyak korban yang tertular virus ini. Dan yang buat mama ngeri bila ada yang tertular dsn dia positif tapi tidak menunjukan gejala, terus dia anteng aja kesana kesini itu yang paling bahaya. " Jelas sang mama.


" Iya deh ...Ceta nurut aja mana baiknya. "


Mama mendekat dan duduk disamping Ceta, kemudian merangkul anak gadisnya itu dengan penuh rasa sayang.


" Kami juga nggak akan keluar kota lagi, papa dan mama sudah memutuskan untuk bekerja dari rumah saja. "


" Bener ma? Alhamdulillah....seneng banget dengarnya. "

__ADS_1


Ujar Ceta kembali membalas pelukan sang mama.


*****


Ke esokkan harinya, Ceta menerima informasi dari wali kelasnya melalui app wasapnya.


Bahwa sekolah akan diliburkan sampai batas waktu tidak dapat ditentukan mengingat kota yang di tinggali Ceta mulai memasuki zona merah.


Dentang-denting notif grub di wasap mulai riuh. Para sahabatnya mulai berkomentar pasal libur dadakan ini. Dan akhirnya mereka sepakat untuk berkumpul dirumah Ceta untuk terakhir kalinya sebelum mengurung diri dirumah masing-masing.


Ceta lalu bertanya dan meminta ijin kepada orang tuanya atas keinginan para sahabatnya. Setelah bujuk rayu yang panjang yang di lancarkan oleh Ceta, akhirnya si papa nyerah juga. Tetapi dengan syarat mereka harus melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan , serta mau di cek dengan thermogun


Dan mereka pun setuju.


" Sebaiknya pesan makanan apa ya ma buat teman-teman Ceta?"


"Nggak perlu pesan di luar sayang..., bahan makanan kita cukup untuk menjamu mereka. Kita bisa buat kue dan beberapa masakan serta jus untuk minumannya. Mama rasa itu sudah cukup. " Ujar mama meyakinkan.


" Ok lah ma...." Balas Ceta tersenyum.


Mereka lalu mulai sibuk mempersiapkan jamuan mulai dari beberapa jenis kue, masakan, dan minuman serta buah-buahan segar.


Ya...dan sesuai protokol kesehatan yang di ajukan oleh papa, mereka datang menggunakan masker.


" Masuk guys, jangan lupa cuci tangan dulu ya. "


Pintu terbuka lebar menyambut kedatangan mereka. Ceta yang bersemangat akan kedatangan teman-temannya membawa mereka keruang tengah tempat mereka akan bersantai ria.


" Wow....gila ya ini rumah. " Artha terpesona.


" Mangap tha...laler masuk entar. " Ujar Jess.


Tha langsung menutup mulutnya dan nyengir melirik Jess.


" Jadi nggak sabar lihat jamuan makananya. Rumah segede dan sebagus ini pasti mewah dong. "


" Huss...Nana...Nana... makanan aja yang ada dipikiran lu. Tapi kira-kira ada bambang ganteng nggak sih di rumah ini. " Tanya Anty.

__ADS_1


" Papa gua ada ,tapi dah jadi milik nyokap gua. Nah abang gua masih di LN. Mang Joko ada noh....mau?! " Ledek Ceta menawari


" Dih....kalau wajahnya mirip Jojo nggak masalah. " Dengan santainya Anty berkomentar.


" What !! " Serempak Jess, Artha, Ross, Dini dan Nana terperanjat. Sedangkan Quin hanya menghelas napas dan geleng-geleng kepala.


" Jadi selama ini lu ama Jojo? Kapan nembakmya? " Tanya Dini tidak percaya.


" Biasa aja atuh ekspresinya napa ? Salah neng apa ya ?" Ujar Anty memasang wajah polos.


" Salah lu kenapa baru sekarang bilangnya. " Gemes Nana.


" Terus kenapa tiap hari lu galon mulu ?" Tanya Jess.


" Lah...kan baru rencana deketin Jojo. " Anty menjawab sambil memainkan hp nya.


" Ya Allah....gua kira dah jadian. Asemm.."


Ucap Rossa melengos.


Mereka terkekeh melihat Anty, dan tentunya dengan rasa geregetan terhadap gadis itu.


" Quin...? entar gimana lu sama Taufik? Secarakan libur sekolah dan pastinya nggak bisa ketemuan langsung juga kan. " Tanya Ceta kepo selangit.


" Yang pastinya nggak bisa lirik-lirikan lagi lah di kelas. " Celetuk Nana sambil tersenyum geli mengingat dialah yang sering menciduk gelagat mereka berdua dikelas.


"Bintilan lu entar. Ya LDR dulu lah...gua mau ke kalimantan selama libur ini. Sekolah via Online juga kan jadi ya bisa lah..." Ujar Quin.


"Dih...bintilan. Kejam amat ?!" Guman Nana


" Wuih....jauh Quin. Ngapain kesana? " Tanya Artha sambil meminum jus mangganya.


"Kampung halaman ortu gua..sekalian jenguk nenek disana. Udah beberapa tahun nggak pulkam. " Jawab Quin santai.


" Bakalan Miss you banget Quin. " Ceta lalu merangkul Quin, dan Quin membalas pelukannya.


" Hilih....kayak ditinggal kemana aja. Jaman udah canggih ini woi.., bisa video call kalo kangen mah. " Ujar Nana sambil mencomot camilan yang ada didepannya.

__ADS_1


Begitulah mereka menghabiskan waktu kebersamaannya. Celoteh ria senda gurau tiada henti membuat suasana rumah penuh tawa bahagia.


# next up...😊


__ADS_2