Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
Ciuman Pertama


__ADS_3

Wajah Ceta kian bersemu merah mana kala Gibran memintanya untuk membuka celananya. Gadis itu bergeser mundur perlahan dari posisinya. Gibran terus saja menatap Ceta yang terlihat kikuk, mengamati tingkah gadis itu yang mulai canggung.


Ceta yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada mulai bersuara.


" abang...?! napa jadi mesum gini sih, ngapain harus buka celana? "


" kan elo tadi yang minta diobatin bokong lo? udah sini buruan. Lagian gua nyuruh buka celana ngapain lo pake silang dada begitu?


" jadi harusnya gini ya bang? "


Ceta menyilangkan kedua tangannya di antara pinggang dan pahanya.


Sekilas Gibran menoleh ke arah lain mendesah lirih menggelengkan kepala melihat kelakuan gadis itu, kemudian kembali menatap Ceta yang masih dengan posisinya menyilangkan kedua tangannya.


" udah pulang gih sono ".


Gibran menunjuk kearah pintu luar dengan mulutnya, beranjak sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.


" gua masih banyak tugas kuliah, buruan sono ."


heleh...gua di usir. Nih lo liat ntar ya bang bakalan klepek-klepek lu ma gua. Makin lu berlari makin gua kejar lu biar dah jatuh bangun. Walah mirip lagu dangdutan.


Dengan wajah yang masih ngeblush Ceta kemudian beranjak perlahan dari sofa dan berjalan mendekati pintu. Gibran mengikuti langkah Ceta dari belakang. Seketika tubuh Ceta berbalik arah dan Gibran yang berjalan menunduk tiba-tiba langkahnya mendadak terhenti. Bagaimana tidak, wajahnya dan Ceta hanya berjarak sekian centi membuat pemuda itu kaget. Ceta pun melihat adanya peluang. Dengan cepat Ceta mengecup lembut bibir Gibran sekilas yang tampak menantang. Bola mata Gibran yang tadinya teduh mendadak membulat.


njiiirr.....nih anak, kerasukan apaan.


Gibran membeku, tak dapat berkata apa-apa. Masih menatap Ceta dengan wajah yang penuh tanda tanya. Gadis itu terlihat menggemaskan tersenyum dengan menampakkan deretan putih giginya. Bak sejuta senyum pemanis buatan dia tunjukkan pada Gibran.


" itu ciuman pertama Ceta bang...buat abang aja ".


Dengan santainya gadis itu berjalan keluar pintu menuju rumahnya. Meninggalkan Gibran yang masih terdiam mematung di ambang pintu rumahnya. Senyum sumringah Ceta tiada henti, cekikikan tak jelas sambil berlari kecil ke arah pintu rumahnya. Sekilas dia menatap kebelakang memandangi pintu rumah Gibran. Dan masih saja lelaki itu membeku disana.


Nah...rasain lu bang, udah gua tag lu jadi miliku. Lucunya lihat wajahmu membeku gitu wkwkwkwk


Sementara itu, Gibran masih saja memandangi Ceta hingga gadis itu masuk ke dalam rumahnya. Dia lalu segera menutup pintu rumahnya setelah bayangan Ceta tak terlihat lagi di matanya. Gibran melongos, dia berjongkok seakan-akan memungut sesuatu dilantai kemudian meletakkan tangannya didada. Diusapnya perlahan dadanya.


" astagfirullah.....,anjlok jantungku. Ngeri aku ya Allah...kuatkan imanku . Sadar Gibran...."


Pemuda itu menepuk pelan kepalanya. Jantungnya bergemuruh, berpacu layaknya balapan kuda. Dia masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi dengannya. Bagaimana kalau laki-laki itu bukan dia. Entah apa yang akan terjadi pada Ceta, Gibran mulai halu, pikirannya mulai membayangkan yang tidak-tidak.

__ADS_1


Lelaki mana yang mampu bertahan tidak terpesona melihat Ceta. Gadis cantik nan putih mulus, mata bulat dengan bulu mata yang panjang dan letik dengan bibir tipis berwarna cerry, serta hidung mancung yang terukir indah di wajah tirusnya. Lelaki yang tak kuat imannya bisa saja tergoda dengan indahnya bidadari dunia.


Sementara itu.


Di dalam kamar yang bernuansa girly, Ceta terbaring menatap langit-langit kamarnya. Dia masih saja tidak percaya dengan apa yang barusan dia lakukan.


****** dah lu Ceta...ngapain sih gua pake nemplok tu bibir. Hadeh....


Gadis itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Rasa malu itu baru kini terasa menghampirinya. Dicubitnya pipinya yang kian memerah bak kepiting rebus, terasa sekali bahwa itu nyata adanya.


Mana gua tahan coba, bibir bang Gibran tu...sexy banget dah. Otak gua jadi konslet, tubuh gua jadi nggak nurut. Tapi itu ciuman pertama gua.


Ceta meraba bibirnya. Gadis itu tersenyum kembali mengingat kejadian tadi.


" kyaaaaaaaa......"


teriaknya sambil menutupi wajahnya dengan bantal tidurnya. Darahnya berdesir, jantungnya bergemuruh dan napasnya mulai terasa sedikit berat.


" bang Gibran...dari dulu hati Ceta udah jadi milik abang, cuma buat abang seorang ."


Gadis itu berkata lirih yang tanpa ia sadari ada bulir bening keluar di sudut ujung pelupuk matanya.


Bagaimana tidak, dulu Gibran dan dirinya sangat dekat. Gibran selalu ada dan melindungi Ceta. Bahkan dia membuat janji pada dirinya sendiri, jika suatu hari dia ingin menikah maka lelaki seperti Gibran lah yang menjadi calon mempelainya. Namun waktu berkata lain, semenjak kepergian kedua orang tua Gibran, mereka menjadi dua insan yang asing dan acuh. Gibran mulai menutup diri menjadi pemuda yang dingin.


Dari tersenyum gila hingga beralih menjadi buliran air mata yang meleleh tanpa isak tangis.


Abang...Ceta rindu sama abang yang dulu


Lirih Ceta dalam hati sambil memejamkan matanya kemudian perlahan tertidur lelap.


Keesokan harinya.


Ceta bersiap berangkat ke sekolah. Mengambil sepotong roti dan sekotak mini susu instan di atas meja makan menjadi sarapan pagianya setiap hari. Gadis itu melangkahkan kakinya keluar rumah. Sejenak ia berhenti diambang pintu, melihat sekilas ke arah samping rumah tetangganya. Ceta menarik napas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Masih teringat dengan jelas dikepalanya kejadian kemarin siang itu.


" sudah siap non? mau mamang antar? "


" ga usah mang, Ceta pergi sendiri aja. Tolong keluarin aja motor Ceta dari garasi ya mang ."


" iya non. "

__ADS_1


Mang Joko segera menuruti perintah anak majikannya. Dia lalu mengeluarkan sepeda motor scopio milik nona mudanya.


Ceta pun melaju dengan sepeda motornya menuju kesekolah. Sampai di sekolah waktu menunjukkan pukul 06.46 Wib. Pintu sekolah masih terbuka lebar, anak-anak masih ramai berdatangan. Gadis itu memarkirkan kendaraannya di area parkir siswa.


" Cetaaaaa.......! "


Langkah Ceta terhenti sesaat manakala ia mendengar suara cempreng yang nyaring dan nyaris saja memekakan gendang telinganya. Dia tak perlu menoleh arah datangnya suara. Karena dia tahu betul pemilik suara tersebut adalah Nana salah satu sahabat karibnya. Ia pun melanjutkan melangkah menuju kelasnya.


" lemes banget lo ta hari ini. Emang tadi sarapan apaan? "


" hah..."


" lah...ditanya bukannya dijawab malah melengos gitu. Napa sih lu? "


" dulu waktu elo pedekate ma ojin siapa yang nembak duluan? "


Ceta menatap Nana serius menanti jawaban sahabatnya itu, yang sekiranya dapat rasa penasarannya selama ini. Nana terlihat sumringah diberi pertanyaan seperti itu.


" ya ojin la ta, elo kan tahu yang ngejar duluankan dia. "


" trus..., kissing pertama kalian siapa yang mulai duluan? "


Langkah Nana terhenti, ia lalu menarik lengan Ceta dan memutar tubuh sahabatnya itu menghadap kearahnya. Ceta pun menatap Nana dengan santainya. Dengan wajah serius Nana mengamati dengan pasti sikap sahabatnya itu. Isi kepalanya mulai mencari tahu kenapa tiba-tiba sahabatnya ini bertanya pasal ciuman pertama.


" elo udah melakukan ciuman pertama?! njiiirrr......ama siapa? Apa gua kenal tu cowok? Widih... diam-diam pacaran lo ya? Buruan jawab, siapa yang beruntung dapet firts kiss elo? Sumpah penasaran gua dah ah..."


Ceta yang di serang pertanyaan bertubi-tubi oleh Nana memutar badannya, bergegas berjalan menuju kelasnya. Nana setengah berlari mengikuti langkah Ceta.


" Buruan udah mau bel. "


" gila.... jadi beneran udah firts kiss? omaigod ?! wkwkwkwk....."


Secepat kilat Ceta membungkam mulut sahabatnya. Nana pun ikut membantu Ceta menutup mulutnya sendiri, sambil menganggukkan kepala tanda ia akan menutup rahasia rapat-rapat.


" awas ya...kalo' elo nggak cerita ke gua, gua gibahin ni ma anak-anak ntar. "


" iya...bawel aja, ntar tunggu mood gua lagi bagus, gua gibahin udah diri gua nih. "


Begitu lah kesepakatan yang terjadi antara kedua gadis itu.

__ADS_1


* sampai disini dulu ya readers. Mon maap masih banyak typo dan kesalahan dalam penulisan. Masih amatiran soalnya.


Kalau berkenan mohon tinggalin jejak like, komen atau vote gitu🙄...seikhlasnya aja😂


__ADS_2