Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
Genk Gibah


__ADS_3

Bel tanda masuk berbunyi menandakan pelajaran hari ini segera dimulai. Mereka dengan antusias mengikuti pelajaran dengan serius. Tak terasa hingga bel kembali berbunyi tanda waktu istirahat telah tiba. Suara riuh anak-anak memyambut waktu istirahat mulai menggema. Mereka segera berhamburan keluar kelas menuju tujuan mereka masing-masing.


" yuk ke kantin ". Ajak Nana pada Ceta.


" walah langsung ngabur, pada kemana sih? "


Ceta menatap sekeliling ruang kelas yang mulai sepi.


" heleh...elo kaya' nggak tahu aja. Udah lah yuk ke kantin, laper bat dah gua ". Nana berkata sambil mengelus perutnya.


Merekapun berjalan menuju kantin.


Sepanjang jalan melangkah mereka disuguhkan pemandangan beraneka ragam kelakuan teman-temannya. Dijumpainya di pojokkan Ross yang sedang menyerang Yugi dengan gombalan-gombalan mautnya.


Tak berapa lama di dekat tangga Xavier yang sedang di kejar-kejar oleh Quin masalah utang. Utang apaan hanya mereka yang tahu.


" Tu anak berdua nggak ada habisnya ya, lu tau nggak sih si Xav itu utang apaan ma Quin? " Ceta bertanya pada Nana.


" Heleh...elo nanya ma gua, lah gua nanya ma siapa? Mana gua tau...mereka utang apaan ".


" Itu si Tha ma Jo nggak ada kapok-kapoknya ya, heran gua..mulung aja kerjanya tiap hari. Ckckckck..." Ceta menoleh kelapangan.

__ADS_1


" Hahaha....biarin aja, jadi bersih juga kan lapangan kita berkat mereka mulung sampah tiap hari. Udah resiko itu kalo dateng terlambat ya begitu ". Nana menjelaskan panjang lebar.


Mereka pun terkekeh geli sambil berjalan.


Sesampai di kantin Ceta dan Nana lalu memesan makanan yang mereka sukai. Kemudian membawa makanan tersebut ke meja makan yang telah disediakan.


Suasana kantin begitu hingar bingar, riuh bagaikan pasar. Ada yang menikmati makanan mereka ada pula yang bercanda bersama teman-temannya.


Seorang cewek yang tampak sayu mendekati Ceta dan Nana.


" Elo kenapa, lemes aja. Sana pesen biar gua yang bayarin ". Ucap Nana sambil mengunyah makanannya.


" Uhukk...uhukk, " Ceta tersedak kuah bakso yang pedas.


Nana segera meraih air minum Ceta dan memberikannya pada gadis itu. Ceta pun meraih dan meminumnya.


" Etdah...mate lu kemana sih anty? kantin kaya' pasar gini lu bilang sepi ". Ujar Ceta sambil mengelus dadanya yang masih terbatuk-batuk.


Cewek yang di panggil Anty itu tak mengubris perkataanya Ceta. Dia memangku wajahnya dengan kedua tangannya. Hembusan pelan napasnya menandakan bahwa dia sedang dirundu masalah.


" Udah la ta, biarin aja. Dia masih belon move on kaya' nya" . Ucap Nana sambil meraih minumannya.

__ADS_1


" Oalah...sabar aja Anty, kalo' jodoh mah nggak akan kemana ". Ucap Ceta meyakinkan. Tapi gadis yang berusaha diyakinkannya itu masih saja tidak mengubrisnya.


Tak lama kemudian datang lagi seorang sahabatnya bersama ketua OSIS.


" Hai guys, nih baca...sekolah kita mau ngadain acara bansos buat membantu masalah pandemik covid yang lagi merajalela ini ".


Gadis yang bernama jess ini meletakkan secarik kertas ditengah-tengah hadapan Ceta, Nana dan Anty.


" Ikut aja, buat meramekan acara. Yah itung-itung kita sambil beramal juga kan ". Ujar Agung selaku ketua OSIS di sekolah ini.


" Kalian udah jadian? berdua mulu kemana-mana. " Ceta buka suara tapi segera mendapat jeweran ditelinganya oleh Nana.


" Apaan sih Na, emang ni gagang kuali apa? "


Ceta berucap sedikit kesal sambil meringis mengelus telingannya.


" Nah elo juga main ceplas-ceplos aja tu mulut. Dengerin dulu mereka mau jelasin apa. Tapi apa bener kak Agung am jess , kalian udah jadian?! " Nana bertanya antusias.


Lah......


#maaf atas kesamaan atau kemiripan pada nama-nama tokoh karakternya. Maaf juga masih banyak terdapat typo dan kesalahan dalam penulisan. Amatiran soalnya😂

__ADS_1


__ADS_2