Aku Hanya Milikmu

Aku Hanya Milikmu
Pengambilan Ijasah


__ADS_3

Hari demi hari dilalui hanya dirumah saja. Kondisi kota kian parah karena wabah covid-19 kian menyebar. Berbagai upaya dan daya pemerintah telah dikerahkan semaksimal mungkin. Namun tidak berjalan sesuai harapan. Tidak semua masyarakat mau bekerja sama dengan pemerintah dalam menanggulangi wabah covid ini. Masih saja ada yang menganggap sepele masalah pandemi corona ini.


Dampak pandemi ini sungguh mengancam berbagai lapisan masyarakat. Tidak terkecuali para remaja yang akan menapaki dunia baru.


Sudah sekian lamanya libur sekolah masih saja berlanjut tanpa ada kepastian kapan akan berakhir. Bahkan ujian sekolah pun harus diadakan secara online. Mungkin sebagian anak-anak merasa senang sekolah ditiadakan, tetapi ada juga yang merasa rindu akan suasana sekolah.


Hingga sampailah pada masanya pengambilan ijasah, kebijakan membatasi jumlah kehadiran siswa pun diterapkan.


" Assalamualaikum....yank?"


" Wa'alaikumsalam wr.wb yank.." Jawab si penerima telepon diseberang sana.


" Nanti kamu datangkan yank ke sekolah ? Aku kangen...." Ujar Taufik penuh harap.


" Hehehe....iya aku datang, aku juga kangen kamu ". Jawab Quin tersipu meski itu hanya melalui telepon.


" Lega dengernya ...., Aa tunggu my Quin. See you yank..."


" Hehehe....see you to yank ..."


"Assalamualaikum ..."


" Wa'alaikumsalam wr.wb.."


Begitu senangnya Taufik akan bertemu pujaan hati. Setelah sekian bulan hanya menatap wajah kekasihnya melalui layar handphonenya.


I need somebody to heal, somebody to know, somebody to have, somebody to hold


It's easy to say ,but it's never the same I guess I kinda liked the way you numbed all the pain... (dering handphone)


Baru saja dia hendak keluar kamar, namun Taufik menghentikan langkahnya dan segera meraih telepon genggam miliknya. Dilihatnya layar handphonenya ada nama tak asing memanggil disana.


Eskimo


" Hallo ? ngapain nelpon? " Jawab Taufik cuek


" Gitu amat fik jawab telpon saya ? "


" Terus gua harus jawab apa, hallo beb...gitu ?"


" Dih...najis gua, munpel..." Jawab diseberang auto merinding bulu kuduknya.


" Lah...terus maunya gimana. Munpel apaan dah...? " tanya Taufik penasaran.


"Dih..rasain ogah gua jawab ".


" Ya udah bye. "


" Elah fik...gitu amat ma gua, ngambekan kek lagi pacaran aja kita ."


" Kampret...ogah gua ma lu !"


" Dih..siapa juga yang mau ma elu. "


" Ngapain nelpon? "


" Besok anak-anak pada kesekolah nggak ya fik ? "


" Napa? lu kangen ma Rossa? "


"Heleh...kek lu nggak kangen aja sama Quin. "


Jawab ngeles eskimo yang tak lain tak bukan adalah yugi.


" Mereka pada dateng kek nya. Mungkin sekalian temu kangen. "


" Asekk...gua juga datang ah..."


"Dih...siapa yang ngelarang. Udah ah...gua mau mandi dulu. Lendiran gua lama-lama ngobrol ma lu. "


" Sialan lu ...emang gua belut ?! "


" Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsal...tut...tut..tut !, Kampret ni anak...belum selesai gua jawab salam main matiin aja. " Gerutu Yugi.


Sementara itu, di sebuah kamar bernuansa girly.


..." Ting...ting...ting..." Suara denting notif wasap Ceta tiada henti....


Para sahabatnya satu persatu mulai berkomentar membahas pertemuan besok disekolah untuk mengambil ijasah. Tidak terasa anak-anak itu kini akan menginjak dunia kampus dan dunia kerja.


Nana : Hello.....ada orang ga?


oh...ga da , balik lagi dah


Jess : Apaan sih na, gua nongol lu balik


Artha : Ada apa ini?


Nana : Ada cogan noh..lewat depan muka


gua


Artha : Heleh....


Anty : Bambang ?!


Jess : Heleh... giliran paijo nongol aja si


neng


Dini : Siapa si paijo?


Rossa : Rame


Artha : Bambang anty din, wkwkwkwk


Nana : Iya ross, yang nyimak kalo mereka


keluar makin rame


Dini : Hmm...


Quin : Dih...keciduk


Quin mengundang Taufik


Taufik bergabung dalam grup


Jess : Wah...ngajak pacar


Rossa mengundang Yugi


Yugi bergabung dalam grup


Quin : Dih ...ga mau kalah


Yugi : Ini grup apa ya?


Taufik :Lah...lu gabung juga dimari Yu?


Quin : Yank...


Taufik : Ya my Quin....


Anty : Apalah neng...yang ga punya bebeb


Nana : Bebeb gua banyak noh..lagi nyebur di


empang, tinggal pilih aja yang mana


Yugi : Yayank gua yang ngundang di mari


fik...lah mana dianya, ngilang...


Jess : Itu bebek marpuah...


Quin : Bebeb nana sukanya di empang,


wkwkwkwkwk


Dini : Ada warga baru?


Artha : TKI ilegal din..

__ADS_1


Jess : wkwkwkwkwk


Taufik : Heleh.. siapa yang TKI ?


yank..my Quin?


Quin : Ya yank...


Taufik :Besok jadikan yank?


Quin : Iya...jadi yank


Taufik : Jangan ga loh...


Nana : Dilarang yang yangan disini, hargai


para jomblo disini


Artha : Minyak


Taufik : Jangan dengerin mereka yank.. yang


penting ada aa disini


Quin : Dih...gembel, eh..gombal


Anty : Haturnuhun....neng mau ibak


Jess : Mau drakor aja lah.


Anty meninggalkan grup


Jess meninggalkan grup


Nana meninggalkan grup


Artha meninggalkan grup


Dini meninggalkan grup


Quin : Dih ...pada kluar, kita juga lagi


ngedrakor disini


Rossa : Lah....pada demo


Taufik : Wkwkwkwk


Yugi : Biarin aja beb, kemana tadi ngilang..


Anda mengeluarkan Quin dari grup


Anda mengeluarkan Taufik dari grup


Anda mengeluarkan Rossa dari grup


Anda mengeluarkan Yugi dari grup


" Nah...bereskan, hahahaha...." Ceta terkekeh sendiri dengan apa yang dia lakukan.


Dia lupa bahwa tindakannya itu dapat membuat personel genk gibah ngamuk pada dirinya.


Akhirnya sunyi dan hening ni hp, bisa tidur nyenyak gua malam ini


" Ting...ting...ting..."


Baru saja matanya hendak terpejam, kembali Ceta membuka matanya dan meraih hpnya.


" Astaga...." Ceta berkata sambil menepuk jidatnya.


Di layar handphonenya tertulis...


Nana menambahkan anda kedalam grup


Jess : Wkwkwkwk.....grup abadi ga ada habisnya, bubar satu tumbuh seribu


Artha : Ni grup apaan lagi?


Nana : Grup jojoba , jomblo-jomblo bahagia..


Anty : Jojo...?!


Ceta : Heleh...


Artha : Hadeh...ngapain lu sebut-sebut sih na...


Nana : Lah...gua kan bilang jojoba bukan jojo


Jess : wkwkwkwk


Anty : Ga da yang mau nambahin jojo disini ya


Dini : ga da


Nana: ga da


Artha :ga da


Ceta : ga da


Jesa :wkwkwkwkwk


Anty : Ya Allah...salah neng apa coba


Nana : Trus...grup yang sebelumnya tinggal siapa aja?


Artha : Gua out


Jess : Sama


Dini : Gua juga


Anty : Lah neng juga out, jadi tinggal mereka yang di mabuk cinta itu lah ya?


Ceta : Udah gua kick semua


Nana : Astaga...


Dini : Kejam


Nana : Mirip si anu...


Artha : Wkwkwkwk...dasar ceta ,siap-siap dah lu di amuk masa


Jess : Na...lu besok jangan dandan kek astronot lagi ya wkwkwkwk...


Nana : Heleh..


Begitulah percakapan grup tiada henti hingga larut malam Ceta masih terkekeh menatap layar hapenya.


*******


Keesokan harinya, satu persatu anak-anak mulai berdatangan. Pertemuan dibatasi 20 anak disetiap sesinya untuk pengambilan ijasah mereka.


Taufik lebih dulu datang kesekolah,menunggu kedatangan Quin. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Quin sudah terlihat memasuki gerbang sekolah.


" My Quin...? "


Quin menoleh datangnya suara yang memanggil dirinya. Senyumnya merekah manakala melihat lelaki itu tersenyum bahagia melihat kehadirannya. Gadis itu lalu menghampiri sang pemuda.


" Udah lama yank? "


" Nggak juga..., baru aja. " Jawab Taufik tersenyum


" Kita ambil ijasah trus langsung pulang kan?"


" Ya...jangan langsung pulang dulu, Aa masih pengen ngobrol lama sama kamu ." Ujar Taufik tampak berharap.


" Iya..."Quin menjawab dan tersenyum.


Mereka kemudian berjalan bersama menuju ruangan pengambilan ijasah. Bercanda dan mengobrol tiada henti sepanjang koridor sekolah. Hingga sampai ditempat tujuan langkah mereka terhenti dengan mulut ternganga. Barisan antrian panjang dengan sederet para sahabatnya.


" Astaga...sepanjang ini ? " Ucap Quin tak percaya.


" Aa kira kita udah duluan, ternyata ngantri ."

__ADS_1


Ujar Taufik nyengir.


" Yang baru datang silahkan antri, dan jangan lupa jarak 1meter antara teman yang lain. Juga...jangan saling bergandengan tangan! "


Ujar TU sekolah sambil menatap tajam kearah tangan remaja itu. Mereka pun buru -buru saling melepaskan dan tersipu malu.


Cukup melelahkan berdiri mengantri untuk waktu yang lama. Tapi yah...begitulah mereka masih saja bisa bercanda dalam keadaan bagaimanapun.


" Ting..." Notif wasap.


Ceta lalu membuka layar hapenya.


Quin : Woi...masker minions?! Lu mau mati ya?!


Ceta celingak celinguk mencari-cari dimana Quin memperhatikan dirinya.


"Napa ta? cari siapa? " Tanya Nana penasaran yang berada di antrian tepat di belakang Ceta.


" Quin...dia udah datang. "Ujar Ceta


" Kikikikik....ma*p*s dah lu, makanya jangan main kick aja. " Ujar Nana terkekeh geli.


Ceta balik badan menatap Nana nyengir, tetapi malah tertatap mata dengan Quin yang berselisih 5 anak dibelakang Nana.


Quin menunjukkan 2 jari kearah matanya dan kearah Ceta. Ceta hanya membalas cengiran serta meledek Quin.


" Ting..." Notif grup kembali berbunyi


Quin : Habis ini kalian mau langsung pulang apa kita ngumpul dulu?


Anda menambahkan Quin kedalam grup


Anda menambahkan Rossa kedalam grup


Ceta : Selamat berkabung


Ceta : typo bergabung


Quin : Dih...grup baru lagi


Rossa : Ini grup apa lagi


Nana : Ini grup jojoba, dilarang ngundang


pacar disini bakal gua kick


Quin : Heleh...


Artha : Huss....jangan sebut-sebut deh na, ntar si neng kumat


Anty :Neng nyimak ya...kumat apaan? Orang jojo di depan neng ini.


Ceta, Jess, Nana , Dini Artha , Quin serempak melihat kearah depan antrian mereka, mencari sosok Anty dan Jojo. Benar saja, antrian paling depan ternyata Jojo dan dibelakangnya tepat Anty berada.


" Ting...ting...ting..." Riuh notif wasap berkumandang.


Quin : Huaaaa anty...


Nana : Awas galon...


Jess : Ciee ...ciee...


Ceta : Noh...deket tinggal mintain no hp nya.


Nana : Emang tha ga punya , kan tetanggaan?!


Dini : Iya...sering mulung bareng juga


Ceta : Oh iya...sering mulung bareng


Artha : Ada....lah anty ga minta ma gua


Quin : Nah...masukin ke grup ini


Artha : Minta di kick nana


Nana : Sini masukin auto tendang


Dini : Kejam


Anty : Tega


Ceta : Sadis


Nana : Kek lu sadisnya


Ceta : Wkwkwkwk


Quin : Di kick nyesek ya...


Ceta : Maafkeun...


Quin :Hilih...


Jess :Rossa ga kelihatan


Anty : Udah duluan dia..udah pulang kek nya


Rossa: Gua nyimak


Jess : Weeh nongol... wkwkwkwk


Anty :Lupa ya ini grup


Jess : Wkwkwkwk


Ceta : Wkwkwkwk


Rossa: Maaf duluan tadi, soalnya dirumah lagi ada acara


Nana : Dih...perkumpulan, awas corona


Dini : Parno


Jess : Emang marpuah...diakan bini astronot


Nana : Asem


Terkekeh sambil menatap layar hp masing-masing. Canda tiada henti di grup wasap menghilangkan kejenuhan mereka menunggu antrian. Hingga giliran mereka tiba satu persatu mengambil ijasah selesai dan mereka pun pulang kerumah masing-masing.


Taufik dan Quin duduk dibangku taman di bawah pohon yang rindang.


" Jangan lama-lama ya yank...ntar diciduk trus diusir malu kita . "


" Iya...aku cuma mau ngobrol sambil lihat kamu aja yank. My Quin..setelah ini hubungan kita bagaimana? "Tanya Taufik penasaran.


Sudah sejak lama dia ingin menanyakan kejelasan hubungan mereka setelah lulus sekolah. Karena dia sempat mendengar kabar bahwa Quin akan pindah ke kota asalnya kalimantan.


" Karena kamu bahas ini, aku sekalian mau bilang kalau aku sekeluarga akan pindah ke kalimantan. "Jawab Quin sendu.


Tampak di wajahnya raut kesedihan yang coba ia tutupi.


" Yah...aku sempet dengar kabar itu ."


Ujar Taufik tertunduk.


Quin terpaku sesaat, kemudian menatap kearah Taufik.


" Kita tetap LDR aja ya, sampai kita bener-bener siap untuk menikah kalau kita berjodoh." Ucap Quin malu-malu.


" Kamu jadi kuliah kan yank? " Tanya Taufik


" Iya...dan mungkin sambilan kerja kalau bisa."


" Kalau gitu aku juga sama, aku akan kuliah dulu dan sambilan kerja, kalau udah lulus dan persiapan udah cukup aku terbang kesana melamar kamu. Itu juga kalau kita masih berjodoh. " Jelas Taufik memberi harapan pada pujaan hatinya dan dirinya sendiri.


" Aamiin..." Jawab Quin tersenyum dan tampak rona merah dipipinya mulai bersemu.


" Hey...kalian?! Ngapain disitu? Pulang...pulang, nggak tahu corona apa?! "


" Maaf pak, ini kita juga udah mau pulang. "


Quin dan Taufik buru-buru bangkit dari tempat duduknya dan bergegas meninggalkan taman belakang sekolah setelah terciduk satpam sekolah.


Mereka pun berpisah didepan gerbang sekolah. Entah kenapa hati Taufik terasa begitu berat untuk berpisah dengan Quin kali ini. Tapi dia tetap menuruti apa yang di inginkan pujaan hatinya.

__ADS_1


# Banyak typo ya...maklum aja😁


Para readers jangan nyesek dan batuk karna bisa aja itu gejala corona😅


__ADS_2