
Sesampai di sekolah waktu menunjukkan pukul 06.55, gerbang sekolah bersiap untuk di tutup begitu Jojo dan Artha tiba setelah Ceta.
" Nyaris aja gua mulung lagi hari ini "
Keluh Artha pada Ceta di parkiran sambil meletakkan helm di gantungan motor. Jojo nyengir mendengar kalimat Artha.
" Sama...gua juga "
Ceta ikut berkata sambil membenarkan posisi tas ranselnya.
" Nah lo...tumben ta, napa emang? "
Artha dibuat penarasaran oleh Ceta.
" Ngurusin tetangga gua dulu tadi ".
Ceta menjawab dengan langkah gontai. Terlihat bahwa dia tak bersemangat menjalani hari ini.
" Bakalan mulung kalian kalo jalan kaya' siput gitu. Noh..bu Sifa udah dekat ma kelas "
Ujar Jojo lalu berlari sekencang-kencangnya meninggalkan Ceta dan Artha berusaha masuk kelas sebelum guru killer itu masuk duluan.
Ceta dan Artha saling berpandangan , lalu berlari mengejar Jojo yang telah jauh berada di depan.
Tetapi terlambat sudah, hanya Jojo yang selamat masuk kekelas duluan. Bu guru Sifa lebih dulu masuk dari Ceta dan Artha.
" Tok...tok..tok "
" Maaf bu kami terlambat "
Ucap Ceta yang tampak ngosngosan berlari bersama Artha.
" Tiada maaf bagi kalian yang terlambat. Silahkan pungut sampah yang ada di lapangan sekolah ".
Tanpa menoleh sedikitpun guru itu berkata.
" Yang lain keluarkan buku pelajaran saya. Kita mulai pembelajaran hari ini "
Anak-Anak mulai mengeluarkan buku pelajaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Karena mereka tahu pasti siapa guru di hadapan mereka ini. Bila bersuara sedikit saja maka mereka akan di kick ke luar dari kelas tanpa bisa mengikuti pelajaran. Sadis emang.
Terlihat sahabat kedua gadis itu, Nana, Jess, Anty , Ross dan Quin menertawai mereka tanpa suara.
Ceta dan Artha lalu berjalan menuju lapangan. Tapi langkahnya mendadak berhenti.
" Tha tunggu gua kebelet nih "
" Heleh....buruan "
Ceta segera berlari menuju toilet.
Berhambur kedalam menuntaskan misinya.
Beberapa saat gadis itu pun keluar dengan perasaan lega. Namun dia sempat kaget melihat Yugi membawa peralatan canggih memasuki toilet pria.
" Yugi...ngapain lu ? Elo di hukum gara-gara kemaren ya, wkwkwkwk.... "
Ceta tak mampu menahan tawanya.
Yugi yang merasa ditertawai santai saja dan menjawab.
" Bahagia lo ya ?! Cinta itu butuh pengorbanan...., apapun demi Rosa gua rela ".
Ceta mendadak berhenti tertawa, lalu memonyongkan bibir kedepan.
" Sok puitis dah lo ah, udah ada jawaban belon dari Ross ? "
Ceta melipat tangan ke dada menunggu jawaban Yugi yang tentunya bakalan jadi gibahan kualitas super.
" Gua sabar menunggu meski itu seribu tahun lagi.. "
Jawab Yugi santai sambil mengerjakan hukumannya.
__ADS_1
" Sono lu...ganggu aja "
" Heleh...gua di usir "😒
" Bukan ngusir, noh lihat Artha di lapangan sendirian ".
Yugi menunjuk kelapangan dengan pandangannya. Ceta ikut melihat arah pandangan Yugi.
" Ah...iya mulung gua lupa. Asem dah..."
Ceta berlari menuju ke lapangan menghampiri Artha dan meninggalkan Yugi dengan hukumannya.
****
Waktu kian cepat berlalu hingga tibalah waktunya beristirahat bagi anak-anak setelah mengikuti pelajaran.
Riuh suasana kantin bagai pasar.
Ceta dan Artha menghampiri para sahabatnya yang lebih dulu jajan di kantin. Mereka lalu memesan makanan dan minuman. Kemudian duduk di antara sahabat-sahabatnya itu.
" Ada karyawan baru ya, masih muda banget "
Ujar Ceta sambil mencomot kerupuk milik Nana.
" Sembarangan aja lo ta, anak ibu kantin itu "
Ucap Nana sambil makan.
" Cantik ya....pantesan para buaya pada mesan makanan dimari ".
Ujar Artha tak kalah membuat Anty tersedak.
Jess mengambilkan minuman buat Anty. Anty segera meminum air pemberian Jess.
" Jess gimana hubungan lu ma Agung? Gua dengar dia kadal juga tuh, fans nya banyak banget dah ".
Quin berkata yang di tatap seluruh mata sahabatnya. Jess yang diberi pertanyaan itu malah tetap santai menikmati makanannya.
" Hubungan lo sendiri ma Taufik gimana? Tatap-tatapan mulu di kelas nggak ada habisnya ".
" Cie...cie...cie...yang lagi ehem..
ehem...! "
Ledek Nana membuat para sahabatnya terkekeh setelah melihat reaksi Quin dengan wajah yang kian bersemu merah.
" Biar hati kami aja yang bicara antara gua dan dia biarlah hanya kami yang tahu "
Jawab Quin tersipu sambil menyantap makanannya.
" Heleh...bukan kalian berdua aja yang tahu, kita berdua juga tahu ya Na...antara my Quin dan my Taufik. Wkwkwkwk....."
Ceta dan Nana tertawa ngakak...
Jess , anty, Artha , dan juga Rosa mulai penasaran, mereka pun mulai menyelidiki.
" Jadi lo udah jadian ma Taufik Quin ?
" Kapan ? "
" Gimana cara Taufik nembak lu secara yang gua tahu kan tu cowok pemalu banget dah. Hahaha....."
Quin terdiam dan tetap menghabiskan makanannya. Tersipu dengan wajah kian merona.
" Ada di suatu taman di bawah pohon nan rindang, gua lihat...wkwkwkwk "
Ceta tak mampu melanjutkan kata-kata, dia terkekeh geli bersama Nana.
" Quin..."
Sapa lelaki yang baru saja menjadi gibahan anak-anak.
__ADS_1
" Nah lo...my Taufiknya dateng buruan sana. wkwkwkwk.."
Ucao Nana. Riuh tawa semua sahabatnya semakin membuat ribut kantin. Quin lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Taufik.
" Jan mojok berdua ya...takutnya ntar balik jadi bertiga. Wkwkwkwk...."
Celetuk Ceta membuat para sahabatnya tertawa ngakak.
" Astaghfirullah....kalian "
Taufik berucap sambil menggelengkan kepala tanpa bisa berkata lagi.
Taufik dan Quin pun berlalu meninggalkan para sahabatnya itu.
Belum hilang tawa anak-anak Yugi pun datang menghampiri Rosa.
" Ross bisa ikut aku sebentar ? Penting...."
Yugi berkata serius sambil menanti jawaban Rosa.
" Nah....atu lagi dateng ngajak mojok "
Ucap Anty membuat sahabatnya kembali terkekeh.
" Jan berdua ya, ntar ada etan nyelip diantara kalian wkwkwkwk....."
" Anty mau ikut mojok juga ? "
Tanya Yugi antusias.
" Widih...ogah gua, bisa di gesper gua ma Rosa ".
Anty terkekeh.
Rosa bangkit dari duduknya menghampiri Yugi. Mereka mencari tempat yang tak begitu ramai anak-anak.
" Disini aja, buruan mau ngomong apaan ".
Ross berkata sambil menatap Yugi.
" Aku mau dengar jawaban pernyataan ku kemarin Ross ".
Yugi berkata dengan wajah tenang. Di perhatikannya wajah gadis yang telah mencuri hatinya itu.
Rosa terlihat canggung di tatap Yugi. Ada kebimbangan yang terlihat di wajah ayunya.
Perlahan dia mulai mengatur napas. Dan bersiap menjawab pernyataan Yugi.
" Bagaimana bisa aku menjawab Cintamu, belum mulai aja kamu udah duain aku ".
Jawaban Ross bagai menghempaskan Yugi ke batu karang.
" Duain kamu bagaimana ? Cuma kamu pengisi hati aku Ros, ?
Yugi tampak meyakinkan Rosa.
" Kemaren ya...sebelum kamu nembak aku, aku lihat dengan mata ku sendiri di pojokan Nayla yang sekelas dengan mu menggegam tanganmu ".
" Hahaha....jadi itu. Hadeh...dia yang suka Ros aku nggak. Yah beginilah kalo punya wajah bonus ".
Yugi berkata sambil tersenyum. Sempat spot jantung mendengar alasan Ross yang nyaris memberikan jawaban penolakan.
" Jadi gimana Ros? "
Yugi menanti jawaban Rosa penuh harapan.
" Aug ah..., "
Ross berlari meninggalkan Yugi dalam kebingungannya. Yugi terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.
Ambigu....
__ADS_1
# mon maaf sampai disini dulu.
jangan lupa tinggalin jejak ya...😊😊