
Sekerumunan anak-anak berdiri didepan mading sekolah. Mereka dengan antusias membaca pengumuman itu. Agung selaku ketua OSiS yang selalu di dampingi jess mencoba menjelaskan kepada teman-temannya.
" Mumpung pada kumpul disini saya mau jelasin sedikit. Acara Bansos yang akan kita adakan ini di laksanakan pada hari minggu mulai pukul 7 pagi hingga selesai. Usahakan yang mau ikut berpartisipasi di acara ini jam 7 sudah stay di sekolah. Jam 8 kita mulai menyebar. Nah selagi menunggu waktu hari H acara mulai dari sekarang kita kumpulin barang-barang yang mau disumbangkan. Bisa berupa Uang maupun sembako. Bagi yang ingin berpartisipasi silahkan menghubungi jess cewek cantik disebelah saya ini ".
Jess tersipu lalu sembunyi-sembunyi mencubit pinggang sang ketua OSIS.
Agung melirik sekilas dan tersenyum kecil.
" Ehm...sampai disini jelas ya. Silahkan lanjutkan kegiatan kalian ".
Agung dan jess pun meninggalkan kerumunan anak-anak yang mendadak riuh melihat tingkah canggung mereka.
Ceta dan Nana yang tak berada jauh dari mereka terkekeh geli melihat wajah jess yang bersemu merah.
" Nanti pulang lo ma siapa ta ? " tanya Nana.
" Napa? lu mau nebeng gua ? "
" Iya kalo boleh, aku....." Ucap Nana terputus mana kala ia melihat Taufik dan Quin yang sedang berada di bangku taman sekolah yang berada dekat sebuah pohon besar yang rindang. Dia lalu menarik tangan Ceta agar Ceta ikut melihat apa yang dia lihat.
" Walah Taufik ma Quin, ngapain wajah mereka malu-malu gitu. Wkwkwk...., yuk kita dekatin tapi jan sampe ketahuan ".
Ajak Nana kepada Ceta. Ceta nurut aja dengan ajakkan temannya. Dalam hatinya tentu saja jiwa gibahnya meronta-ronta.
Mereka berdua bersembunyi di balik dinding sekolah menguping pembicaraan kedua temannya.
" Quin.....?"
" Ya Taufik "
" Aku belum pernah pacaran, jadi aku bingung mau bilangnya gimana ". Ucap Taufik malu-malu melirik ke arah Quin.
" Nggak perlu di jelaskan Taufik, cukup hati aja yang bicara ". Balas Quin dengan tersipu malu dan jelas terlihat wajahnya yang mulai merona.
" My Quin..."
__ADS_1
" Ya my Taufik..."
" Boleh aku antar pulang nanti ? "
" Nggak ngerepotin my Taufik ? "
" Nggak....apa aja buat kamu aku ikhlas "
Quin mengangguk tanda setuju. Mereka pun meninggalkan taman walau keduanya masih tampak malu-malu tapi dari gelajat mereka bisa disimpulkan kalau musim semi sedang menerpa mereka berdua.
Kembali Ceta dan Nana terkekeh geli. Mereka saling menutup mulut masing-masing menahan tawa, sambil berjalan menuju kelas mereka. Begitu bahagianya mereka mendapat bahan gibahan yang bisa dianggap spektakuler bagi mereka.
" Nggak nyangka ya gua ma Taufik yang pendiam gitu bisa juga kecantol ma Quin. Hahaha..."
Ceta berkata sambil cengar-cengir mengingat kembali apa yang baru saja mereka saksikan.
" Gua sih udah ngira ya, soalnya kadang di kelas tuh gua perhatikan mereka berdua saling curi pandang tahu nggak, hihihihi...."
jelas Nana menyempurnakan bahan gibahnya.
Ujar Ceta menasehati Nana. Gadis itu membalas ucapan Ceta dengan memonyongkan bibir nya kedepan.
****
Bel tanda belajar kembali pun berbunyi.
Anak-anak mulai masuk kekelas mereka masing-masing. Tak terkecuali Ceta dan Nana mereka sudah duduk di bangku masing-masing. Anty, Jess, Rosa, Artha, Quin, Taufik dan Jojo mereka satu kelas. Sedangkan Agung, Xavier, Dini, Yugi berada di kelas sebelah.
" Apes mulu gua tiap hari mulungin sampah. Gara-gara si Jojo ini, dia yang kesiangan gua yang ikutan telat jadinya ".
Artha menggerutu sambil menarik kursinya dan meletak tas ranselnya.
"Lu barengan ma Jojo perginya? "
Ceta bertanya pada Artha yang kebetulan duduk disampingnya.
__ADS_1
" Elo belom tahu kalo mereka tetanggaan? "
Nana ikut nimbrung pembicaraan yang kebetulan kursinya berada didepan meja Ceta dan Artha. Rosa dan Jess ikut duduk dimeja mendengarkan percakapan para sahabatnya.
" Makanya mereka mulung berdua Artha kan nebeng ke sekolah bareng Jojo ".
Ujar Anty buka suara yang duduk disamping Nana.
Mereka berenam memandangi Jojo. Jojo yang merasa ditatap sejuta umat membalas tatapan mereka dengan acuh dan cuek.
" Tersangkanya nyantai aja tuh ".
Ujar Ros sambil terkekeh. Ceta ikut tertawa dan begitu juga Anty, Nana dan juga Jess. Sedangkan Artha mendengus kesal di tertawai teman-temannya.
" Tertawa aja kalian noh..lihat pak Umar udah dateng ".
Ucapan Artha menghentikan tawa teman-temannya. Anty dan Nana segera balik badan menghadap kedepan, sedangkan Jess dan Rosa kembali ke meja dan kursinya yang berjajar berdampingan dengan Nana dan Anty.
" Keluarkan buku pelajaran saya, kita mulai pembelajaran hari ini. Materi pelajaran hari ini adalah....."
" Tok...tok...tok..!! "
Suara pak Umar pun terhenti mendengar suara ketukan pintu yang terdengar keras ketika suara anak-anak tak lagi terdengar.
" Maaf pak...permisi sebentar "
Yugi berkata sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.
" Ijin 10 detik saja pak, saya cuma mau bilang....Ross mau kah kamu jadi pacarku?? "
Mendadak suara kelas riuh bagai pasar. Rosa yang mendengar pernyataan Yugi diam membatu tak bisa berkata apa-apa.
Pak Umar pun naik darah. Wajahnya terlihat memucat, sambil menepuk-nepuk pelan dadanya dia pun berkata.
" Kamu...keruang BP SEKARANG !!! "
__ADS_1
#Mon maaf atas banyak nya typo dan kesalahan dalam penulisan. Serta bila terdapat kemiripin nama dan karakter. jika ada yang kurang berkenan mohon di maafkan karena ini hanya halu nya penulis amatiran😊😊